Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Visual Nabati

Bhinneka Tunggal Cincau

Redaksi oleh Redaksi
8 Juni 2017
A A
cincau
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bulan puasa, rasanya durhaka jika Mojok, melalui Mojok Institut dan rubrik Nabati, tidak membahas soal cincau. Bisa kualat kita.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, cincau adalah produk olahan makanan dan minuman berbentuk gel yang dibuat dari ekstrak daun tumbuhan tertentu.

Nah, satu yang sering tidak diketahui oleh banyak orang adalah, ternyata, cincau yang selama ini kita kenal sejatinya berasal dari tidak hanya satu jenis daun. Ia bisa dibikin dari beberapa jenis daun.

“Daun cincau”-nya orang Jawa Barat, misalnya, boleh jadi berbeda dengan “daun cincau” yang dimaksud oleh orang Jawa Tengah. Begitu pun dengan sebutan “daun cincau” bagi orang Kalimantan. Itulah sebabnya, ketika kita mencari gambar “daun cincau” di Google, maka yang tampil adalah gambar beberapa jenis daun yang berbeda. Hal simpel yang seringkali bisa memicu perdebatan dan perpecahan antar etnis yang bisa berujung pada konflik. Nah, tulisan ini diulas salah satunya untuk menyudahi konflik cincau tersebut. Sebab Mojok tidak ingin Indonesia terpecah belah hanya karena cincau.

Lalu, daun manakah sebenarnya yang dimaksud dengan daun cincau?

Ternyata eh ternyata, ada empat jenis daun yang lumrah diolah sebagai cincau, bukan hanya satu. Keempat daun tersebut adalah: Cyclea barbata atau yang lebih dikenal sebagai cincau hijau, Mesona palustris alias cincau hitam, Stephania hermandifolia alias cincau minyak, dan yang keempat, Premna oblongifolia alias cincau perdu. Keempat daun tanaman tersebut kesemuanya berhak untuk disebut sebagai daun cincau.

Begitulah, pembaca. Berbeda-beda tetapi tetap cincau jua.

Yah, terlepas dari banyaknya versi cincau yang berkembang di Indonesia, cincau tetaplah kuliner yang nikmat. Cincau begitu menyegarkan bila dibikin es dan diminum saat berbuka puasa atau saat cuaca sedang panas-panasnya.

Namun, ia juga bisa menjadi sangat kering dan menyebalkan jika dibikin tebak-tebakan: cincau-cincau apa yang egois? Aku cincau kau dan dia.

Garing banget, anjiiiing.

cincau

Terakhir diperbarui pada 29 Juni 2017 oleh

Tags: cincaudaunes cincau
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

No Content Available
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Beralih dari profesi dokter ke petani di Klaten. MOJOK.CO

Resah Jadi Dokter: Tangani Pasien Petani dengan Keluhan Sama, Pilih Turun ke Sawah demi “Menyembuhkan” Tanah

13 Juli 2026
Derita Orang Rembang, Makan Mie Gacoan Harus ke Tuban MOJOK.CO

Makan Mie Gacoan adalah Kemewahan bagi Anak Muda Desa, Rela Motoran 2 Jam Demi Makanan yang “Menyiksa” Mulut Mereka

14 Juli 2026
Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Orang tua, ibu.MOJOK.CO

Sulitnya Menjadi Ibu Muda Tanpa Cela di Ibu Kota: Parenting Dituntut Sempurna, tapi Sudah Digempur Stres Kerja

10 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.