Serat Centhini kerap disebut sebagai ensiklopedia kebudayaan Jawa—sebuah manuskrip raksasa dengan ribuan halaman yang bukan hanya menyimpan cerita, tetapi juga merekam seluruh lanskap pengetahuan orang Jawa.
Di dalamnya termuat kisah perjalanan panjang, adat istiadat, ilmu pengobatan, kesenian, kuliner, primbon, hingga ajaran mistisisme Islam yang telah menyatu dengan pengalaman hidup kejawaan.
Dalam episode Jasmerah kali ini, Irfan Afifi mengajak kita menelusuri lebih jauh apa sebenarnya isi Serat Centhini. Bukan sekadar membahas hal-hal umum, tetapi juga mengurai mengapa manuskrip setebal dua belas jilid ini disusun, serta membaca kisah pengembaraan para tokohnya—dari pesisir hingga pesantren—sebagai peta perjalanan spiritual orang Jawa dalam mencari hakikat hidup.
Dari satu kisah ke kisah lain, Serat Centhini menunjukkan bahwa pengetahuan tidak lahir dari ruang hampa. Ia tumbuh dari perjalanan, dari laku, dari jatuh-bangun manusia saat bergulat dengan nafsu, ego, dan kehendaknya sendiri, hingga akhirnya menemukan kejernihan rasa.
Di situlah Serat Centhini terasa begitu manusiawi sekaligus mendalam: bukan hanya mencatat kebudayaan, tetapi juga menawarkan cara memahami dan menjalani hidup.
Episode ini mengajak kita menyusuri kembali manuskrip yang oleh para leluhur telah disiapkan sebagai cadangan ilmu bagi masa depan.
Jadi, jangan lewatkan episode terbaru Jasmerah. Karena belajar sejarah bukan sekadar mengingat masa lalu, melainkan memahami arah yang hendak kita tuju bersama.









