Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Video

Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

Redaksi oleh Redaksi
27 Januari 2026
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Episode Putcast kali ini menghadirkan Sigit Susanto, penulis empat buku catatan perjalanan yang merekam pengalamannya menjelajah berbagai negara melalui kisah nyata dan pengamatan personal.

Selama lebih dari 30 tahun tinggal di Swiss, Sigit menjalani hidup sebagai pekerja, pemandu wisata, sekaligus pengamat sosial-politik Eropa. Ia menyaksikan langsung perubahan arah politik yang kian bergeser dan sikap masyarakat yang semakin keras terhadap pendatang.

Dalam obrolan ini, Sigit Susanto juga mengungkap alasan mengapa fase perjalanan panjangnya perlahan ingin ia tutup. Bukan karena kehabisan tempat, melainkan karena kebutuhan untuk menata ulang makna pulang dan menetap.

Percakapan kemudian mengalir ke pengalaman yang lebih personal. Mulai dari hidup sebagai warga Asia dengan paspor Indonesia di Eropa, menghadapi diskriminasi di perbatasan, hingga kontras antara citra Swiss yang mapan dengan keseharian warganya yang sederhana dan disiplin dalam pelayanan publik.

Dari Swiss, obrolan bergerak ke Lombok dan Bali. Bagi Sigit Susanto, dua tempat ini bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang kenangan.

Bali dikenang sebagai tempat yang terus berubah. Dari wilayah yang dulu sunyi dan gelap, kini menjadi ruang wisata yang padat. Meski tak lagi sama, jejak kenangannya tetap tinggal.

Bagian paling menarik muncul ketika perbincangan masuk ke dunia sastra dan seni. Sigit Susanto bercerita tentang kecintaannya pada Franz Kafka dan James Joyce. Dari desa di Kendal, radio komunitas, hingga panggung lintas negara di Eropa, Wayang Kafka ia jadikan medium pertemuan antara sastra dunia dan kegelisahan manusia modern.

Obrolan ditutup dengan kisah perpustakaan desa dan keyakinan sederhana: membaca adalah bentuk perlawanan paling sunyi terhadap lupa.

Tags: franz kafkaJames JoycePerjalanan SwissPutcast

Terpopuler Sepekan

Warung Bakso Horor di Selatan Jogja MOJOK.CO

Warung Bakso Horor di Selatan Jogja: Teror Gaib yang Tak Kunjung dan Belum akan Berhenti

22 Januari 2026
OB dan satpam kantor, orang paling tulus untuk berbagi kerja ketimbang teman-teman di tempat kerja MOJOK.CO

OB dan Satpam Kantor Paling Nyaman buat Berbagi Cerita dan Berkeluh Kesah, Lebih Tulus ketimbang Teman Kerja yang Kebanyakan Bermuka Dua

21 Januari 2026
Curhat Guru PPPK Paruh Waktu: Status ASN, Kontrak Setahun, Gaji Masih Teka-teki MOJOK.CO

Curhat Guru PPPK Paruh Waktu: Status ASN, Kontrak Setahun, Gaji Masih Teka-teki

23 Januari 2026
Potensi Sebenarnya Gudeg Jogja Dibunuh oleh Branding Wisata (Unsplash)

Potensi Besar Gudeg Jogja Mati karena Branding Makanan Khas Jogja yang Cuma Dikenal Sebagai Makanan Serba Manis

23 Januari 2026
Honda Scoopy, Bukti Perempuan Beli Motor Berdasarkan Warna Lipstik MOJOK.CO

Honda Scoopy Adalah Bukti Bahwa Perempuan Memilih Motor Berdasarkan Kode Warna Lipstik, Bukan Berdasarkan Kemampuan Mesin

27 Januari 2026
Lulusan UNSRI resign dari pegawai bank. MOJOK.CO

Lulusan Sarjana UNSRI Pilih Resign sebagai Pegawai Bank, Lebih Menjanjikan Buka Toko Kelontong

21 Januari 2026

Video Terbaru

Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

27 Januari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Tawa yang Tidak Sepenuhnya Bercanda

Roasting Zainal Arifin Mochtar (Bagian 2): Strategi Biar Bisa Jadi Guru Besar

24 Januari 2026
Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

Roasting Zainal Arifin Mochtar (Bagian 1): Bukan Guru Besar Biasa, Diuji Bukan dengan Pujian

21 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.