Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Video

Dari Angkringan ke Coffee Shop, Mengapa Ngopi di Jogja Semakin Terasa Mahal?

Redaksi oleh Redaksi
16 Januari 2025
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kebiasaan ngopi di Yogyakarta telah berubah drastis. Jika dulu orang lebih sering nongkrong di angkringan, kini coffee shop menjadi pilihan utama, terutama bagi anak muda, khususnya mahasiswa luar daerah. Mereka menganggap ngopi di coffee shop lebih kekinian dan punya gaya.

Meningkatnya jumlah coffee shop di Yogyakarta membuat persaingan bisnis semakin ketat. Untuk menarik pelanggan, banyak pemilik coffee shop yang menawarkan suasana yang nyaman, desain interior yang menarik, dan tentunya menu kopi yang beragam. Namun, biaya yang tinggi untuk membangun dan mengoperasikan coffee shop membuat harga kopi menjadi mahal.

Sayangnya, harga kopi yang mahal ini menjadi beban bagi banyak mahasiswa, terutama mereka yang mengandalkan uang kiriman dari orang tua. Ada yang sampai harus menyiapkan ratusan ribu rupiah per bulan hanya untuk ngopi. Bahkan, ada cerita ekstrem di mana seorang mahasiswa sampai menggadaikan laptopnya demi bisa nongkrong di coffee shop.

Episode Akar Rumput kali ini mencoba mengungkap alasan di balik mahalnya harga kopi di Yogyakarta dan mengajak kita untuk berpikir kembali tentang tren ngopi yang semakin mahal ini.

Tags: akar rumputCoffee shop Jogjangopi di jogjatren ngopi

Movi Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan
Video

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin
Video

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik
Video

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?
Video

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.