Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Ilmu Komunikasi Bikin Aku Menyesal, Mending Kuliah Kehutanan

Redaksi oleh Redaksi
29 September 2023
A A
mahasiswa ilmu komunikasi. MOJOK.CO

Ilustrasi jurusan ilmu komunikasi

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Aku adalah lulusan jurusan ilmu komunikasi yang cukup menyesal. Andai dulu bisa pilih jurusan lain, pasti aku lakukan.

Sebelumnya, aku pernah membaca sebuah riset yang hasilnya menunjukkan ilmu komunikasi masuk lima besar jurusan kuliah paling disesali. Nomor dua adalah jurnalistik yang sebenarnya juga banyak masuk di konsentrasi jurusan tersebut. Hal itu menjadi bukti penguat bahwa banyak yang menyesal di jurusan ini.

Banyak yang bilang jurusan ini punya prospek kerja yang luas. Benar, lulusan ilmu komunikasi bisa bekerja di berbagai bidang. Mulai dari media, kehumasan, periklanan, sampai beberapa divisi di perusahaan.

Namun, semua lingkup yang bisa lulusannya masuki adalah rimba yang luas. Bukan lini yang spesifik bagi orang komunikasi saja.

Jujur, sekarang aku mendapat pekerjaan yang linier dengan perkuliahan. Menjadi seorang penulis di media online. Sebab, dulu aku mengambil konsentrasi studi di media dan jurnalisme.

Sayangnya, orang dari berbagai jurusan pun bisa menjadi seorang wartawan atau penulis. Mulai dari lulusan filsafat sampai kehutanan.

Ilmu komunikasi harus bersaing dengan jurusan lain

Bahkan orang dari jurusan spesifik begitu, justru lebih bisa mengulik suatu isu secara lebih mendalam. Orang ekonomi ketika menulis keuangan akan lebih detail. Lulusan filsafat punya bekal kemampuan berpikir yang runut dan logis. Begitu pula orang kehutanan, saat disuruh berangkat liputan ke hutan, mereka lebih paham seluk-beluknya.

Barangkali, lebih baik jika mengambil konsentrasi media dan jurnalistik di komunikasi dengan niat menjadi pengamat, pakar, atau akademisi di bidang itu. Sebab, untuk jadi pekerja media, jurusan apa pun bisa. Lihatlah jurnalis-jurnalis andal di luar sana, mereka bukan lulusan komunikasi. Ada yang dari filsafat, ekonomi, bahkan politik.

Belum lagi, sekarang di mana-mana kampus membuka jurusan komunikasi. Lulusannya semakin banyak namun tidak punya spesifikasi yang detail.

Jika bisa memutar waktu, saya ingin kembali dan mengambil jurusan lain. Sebab, menulis dan jurnalistik menurut saya hal yang bisa dilakukan tanpa harus mengambil kuliah dengan jurusan tersebut.

Namun, sekarang aku hanya bisa bersyukur dengan jalan ini. Komunikasi, meski tidak punya fokus yang jelas, kuliahnya cukup santai. Sehingga dulu bisa kuliah sambil menjalani beberapa pekerjaan sampingan. Begitu lulus, akhirnya sudah dapat kerjaan.

Hammam, Banjarnegara
[email protected]

BACA JUGA Nestapa di Balik Kemewahan Influencer: Kontrak Kerja Nggak Jelas sampe Nggak Dibayar! dan keluh kesah lain dari pembaca Mojok di UNEG-UNEG

Keluh kesah dan tanggapan Uneg-uneg  bisa dikirim di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 September 2023 oleh

Tags: ilmu komunikasikuliahuneg-uneg
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

kuliah di austria, rasisme.MOJOK.CO
Edumojok

Kuliah di Austria Bikin Kena Mental: Sistem Pendidikannya Maju, tapi Warganya “Ketus” dan Rasis

20 Februari 2026
Kuliah, Lulus S1, Kebayoran Baru Jakarta SelatanMOJOK.CO
Ragam

Lulus S1 di Usia 25 adalah Seburuk-Buruknya Nasib: Terlalu Tua di Mata HRD, tapi Juga Dianggap Minim Pengalaman Sehingga Sulit Dapat Kerja

28 Januari 2026
Didikan bapak penjual es teh antar anak jadi sarjana pertama keluarga dan jadi lulusan terbaik Ilmu Komunikasi UNY lewat beasiswa KIP Kuliah MOJOK.CO
Kampus

Didikan Bapak Penjual Es Teh untuk Anak yang Kuliah di UNY, Jadi Lulusan dengan IPK Tertinggi

29 Desember 2025
Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Unair Surabaya iri dengan mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur. MOJOK.CO
Catatan

Penyesalan Saya “Yapping” sebagai Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unair kepada Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur

23 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Beasiswa LPDP selamatkan hidup seorang difabel yang kuliah S2 di Amerika Serikat (AS). MOJOK.CO

Bangkit usai “Kehilangan” Kaki dan Nyaris Gagal Jadi Sarjana, Akhirnya Lolos LPDP ke AS agar Jadi Ahli IT Pustakawan di Indonesia

22 Februari 2026
Jangan Remehkan Supra X 125, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang Mojok.co

Jangan Remehkan Supra X 125 Lawas, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang

25 Februari 2026
Siksaan naik bus ekonomi Surabaya Semarang seperti Indonesia dan Sinar Mandiri MOJOK.CO

Siksaan di Bus Ekonomi Rute Surabaya Semarang bikin Frustrasi dan Kapok Naik Lagi: Murah tapi Harus Pasrah Jadi “Ikan Pindang” Sepanjang Jalan

22 Februari 2026
orang tua.MOJOK.CO

35 Tahun Bekerja Keras demi Anak, tapi Kesepian di Masa Tua karena Dianggap Tak Pernah Hadir untuk Keluarga

24 Februari 2026
Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi MOJOK.CO

Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi

26 Februari 2026
Honda Scoopy Jual Tampang Bikin Malu, Mending Supra X 125

Honda Scoopy yang Cuma Jual Tampang Seharusnya Malu kepada Supra X 125 yang Tampangnya Biasa Saja, tapi Mesinnya Luar Biasa

28 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.