Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Uneg-uneg

Jalan Rusak di Larangan Sumenep yang Perlu Perhatian Serius dari Pemerintah Setempat

Redaksi oleh Redaksi
6 November 2022
A A
jalan di larangan mojok.co

Ilustrasi jalan rusak (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ada salah satu jalan yang sangat butuh perhatian serius dari pemerintah Kabupaten Sumenep. Adalah jalan aspal yang rusak parah di Desa Larangan, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Rusaknya jalan di Larangan ini seingat saya sudah 2 tahun lebih. Bahkan menurut warga yang dekat dengan Desa Larangan, sudah lebih dari 3 tahun, namun tetap belum ada perbaikan jalan. Kecuali di jalan simpang tiga menuju pedalaman desa ke arah timur dan ke arah barat menuju Ponpes Mahasinul Akhlak yang jaraknya beberapa meter di sebelah utaranya jembatan Larangan. Itu pun, yang diperbaiki nggak sampai ke jalan simpang tiga pasar Ganding ke arah selatan yang dari arah utara. Duh!

Dan hanya abadinya pamflet berukuran agak besar berwarna kuning bertuliskan “HATI-HATI JALAN RUSAK”, di sisi timur pinggir jalan Larangan itu. Tapi di depan pamflet, nggak kunjung diperbaiki jalan rusaknya. Bahkan, saking lamanya tuh pamflet yang ditempelkan ke pepohonan lalu dipaku, sekarang sudah mulai sobek. Bayangkan!

Saya sebagai mahasiswa kalong yang berkuliah di Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep Madura, tentu saja berangkat-pulangnya lewat di jalan Larangan ini. Dan ketika lewat di jalan Larangan ini, selain agak ribet ketika harus berlawanan dengan pengendara lain lantaran jalannya rusak, juga sangat mengganggu kepada perjalanan saya untuk sampai ke kampus. Sebab, nggak bisa seenaknya tarik tuas gas kalau nggak mau nyungsep.

Kalau jalannya bukan turunan, mungkin masih mendingan. Lha, ini buat yang dari arah utara turunan, buat yang dari arah selatan tanjakan. Ketika berpapasan dengan pengendara lain dari arah yang berlawanan, jelas menderita. Apalagi motor berlawanan dengan mobil. Hmm, double deritanya. Belum lagi genangan air (yang keruh) saat hujan turun di bumi Larangan. Ya, jalannya nggak kelihatan mana yang berlubang agak dalam seperti jurang itu.

Orang yang dari Desa Gadu Barat dan yang dari Kecamatan Pasongsongan khususnya, kalau mau bepergian ke Prenduan seperti mau ngirim anaknya yang sedang mondok di Al-Amin, atau mau ngirim anaknya yang masih mondok di Annuqayah, orang yang mau kuliah ke kampus INSTIKA, mau belanja ke pasar Ganding, mau ke rumah sakit Ganding, mau ke Pamekasan dan sebagainya, maka lewat jalan yang rusaknya Masya Allah ini.

Maka sangat disayangkan jika jalan di Larangan ini tak kunjung diperbaiki, tak kunjung mendapatkan respon positif dan perhatian serius dari pihak berwenang atau pemerintah Sumenep.

Rontak, Pak, rontak!

Zubairi
Sumenep, Madura
[email protected]

Tanggapan untuk Surat Orang Biasa bisa dikirim di sini

 

Terakhir diperbarui pada 6 November 2022 oleh

Tags: jalan rusakMaduraSumenep
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kekerasan di sekolah, Mahasiswa UNY Dibully Gara-Gara Pemilu BEM
Edumojok

“Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia

9 Februari 2026
Orang Madura sudah banyak kena stigma buruk di Surabaya dan Jogja. Terselamatkan berkat dua hal MOJOK.CO
Ragam

2 Hal Sederhana yang Selamatkan Wajah Madura Kami dari Stigma Buruk Maling Besi, Penadah Motor Curian, hingga Tukang Pungli

28 Januari 2026
Mohammad Zaki Ubaidillah, dari Sampang, Madura dan langkah wujudkan mimpi bulu tangkis di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan Jakarta MOJOK.CO
Ragam

Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan

19 Januari 2026
Orang tak enakan jadi debt collector: Bukannya nagih utang malah kasih uang, kerja bukannya nikmati gajian malah boncos kena potongan MOJOK.CO
Ragam

Orang Tak Tegaan Jadi Debt Collector: Tak Tagih Utang Malah Sedekah Uang, Tak Nikmati Gaji Malah Boncos 2 Kali

30 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Penerima beasiswa LPDP prasejahtera asal Ngawi lolos S2 di UGM Jogja (Mojok.co/Ega Fansuri)

Pernah Hidup dari Belas Kasih Tetangga, Anak Muda Asal Ngawi Lolos Beasiswa S2 LPDP UGM padahal Merasa “Tidak Pantas”

23 Februari 2026
Omong kosong menua dengan bahagia di desa: menjadi orang tua di desa harus memikul beban berlipat dan bertubi-tubi tanpa henti MOJOK.CO

Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti

21 Februari 2026
THR belum cair, tapi sudah ludes dalam hitungan di kalkulator. Mudik lebaran memang tidak menyenangkan MOJOK.CO

THR Belum Cair tapi Sudah Jelas Ludes buat Dibagi-bagi, Yang Pasti Tak Ada Bagian untuk Diri Sendiri

23 Februari 2026
papua.MOJOK.CO

Tolak Tawaran Kerja di Amerika Demi Mengajar di Pelosok Papua, Berambisi Memajukan Tanah Kelahiran

18 Februari 2026
Orang desa ogah bayar pajak motor (perpanjang STNK) di Samsat MOJOK.CO

Orang Desa Ogah Bayar Pajak Motor (Perpanjang STNK), Lebih Rela Motor Disita daripada Uang Hasil Kerja Tak “Disetor” ke Keluarga

19 Februari 2026
Minyak Jelantah Warga Jogja Kini Dibeli Pertamina Rp5.500 Per Liter, Cek 10 Titik Tukarnya! MOJOK.CO

Minyak Jelantah Warga Jogja Kini Dibeli Pertamina Rp5.500 Per Liter, Cek 10 Titik Tukarnya!

23 Februari 2026

Video Terbaru

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026
Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

19 Februari 2026
Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.