Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Uneg-uneg

Coba Deh Jadi Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia Sehari Saja

Redaksi oleh Redaksi
26 Februari 2023
A A
jurusan bahasa indonesia mojok.co

Ilustrasi uneg-uneg (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Fenomena yang populer di kalangan lulusan bahasa Indonesia adalah sebuah guyonan ketika orang bertanya, “Kuliah jurusan apa?”

Sebagai masyarakat Indonesia yang senang berbasa-basi, entah itu di jalan, di angkot, menunggu kembalian di warung, bahkan neduh pas hujan, pasti akan saling bertukar tanya. Biasanya pertanyaan, “Masih sekolah atau udah kerja?”

Saya sebagai mahasiswa jurusan bahasa Indonesia, akan menjawab pertanyaan ini dengan nada mantap dengan suara yang tegas kalau saya masih kuliah.

Tapi, ada pertanyaan lanjutan “Oh, kuliah di mana?” menjawab pertanyaan ini pun masih dengan suara yang mantap, walaupun nadanya sudah makin lemah. Soalnya kalau bukan salah satu universitas favorit, rada gentar juga jawabnya hahaha. Dan sampailah di pertanyaan horor bagi mahasiswa jurusan bahasa Indonesia, “Ambil jurusan apa?” dan tentu saja jawabannya akan mengalun lemah lembut dan hampir tidak terdengar.

Kenapa? Malu? Bukan. Bukan masalah malu, tapi masalah pertanyaan berikutnya yang sungguh nggak habis pikir. “Lho, kok nggak ambil jurusan hukum atau matematika saja?”

Aneh kan? Emang kenapa sih kalau jurusan bahasa Indonesia? Nggak jarang bahkan ada pertanyaan, “Kan tiap hari udah ngomong bahasa Indonesia, kok ambilnya nggak bahasa Inggris aja?”

Haduh, sesungguhnya udah mau ngereog. Tapi akhirnya ya sudahlah. Mau dijelasin juga orang nggak bakal ngerti.

Orang nggak tahu susahnya anak jurusan bahasa Indonesia belajar fonologi. Ngucapin huruf “e” dengan segala bentuk. Belum lagi, belajar sastra yang isinya juga nggak cuma puisi doang. Jadi, mahasiswa jurusan bahasa Indonesia juga harus mengritik puisi, prosa, drama. Pernah juga harus tampil drama jadi kami mahasiswa jurusan bahasa Indonesia harus cosplay jadi anak teater. Kalau di dalam drama ada tarian, ya sekalian cosplay jadi anak seni tari.

Nggak sampai situ aja. Kalau ada tugas musikalisasi puisi yang harus take video, kami mahasiswa jurusan bahasa Indonesia tiba-tiba harus cosplay jadi anak sinematografi dan berakhir dengan anak seni musik karena harus nyanyi.

Anehnya, nggak hanya kampus yang jadi standar ‘nilai’ seorang mahasiswa, tapi juga jurusan. Padahal, semua jurusan itu pasti susah. Jadi mahasiswa jurusan bahasa Indonesia yang sering dianggap sebelah mata juga nggak gampang. Tiba-tiba disuruh buat 75 puisi atau mereview 10 novel dengan waktu yang mepet. Haduh, pusing deh pokoknya.

Mahasiswa jurusan bahasa Indonesia harus peka

Jadi anak bahasa Indonesia juga harus peka karena kalau nggak peka berarti pe’ak wkwk. Tapi, kalau ini bukan peka untuk mengartikan kode dari doi, tapi peka membedakan makna. Homonim, homofon, dan homograf jadi makanan sehari-hari yang harus dipahami. Apa beda bisa (dapat dan racun), apel (buah dan ngapelin kamu, eak), juga beruang (hewan dan punya uang).

Jadi anak bahasa Indonesia juga perlu belajar kesantunan berbahasa. Itu mengapa kami lebih memilih untuk mengakhiri topik pertanyaan, “Kuliah jurusan apa?”

Aku sendiri karena kesal dan malas menjelaskan jurusan bahasa Indonesia pada orang akhirnya hanya menjawab “Hehe” ketika ditanya mengapa tak mengambil jurusan hukum atau matematika.

Lalu, aku bertemu dengan saudaraku yang seorang dosen di universitas swasta. Pola pertanyaan yang sama dengan manusia-manusia sebelumnya, tetapi kali ini dengan respons yang berbeda. “Kuliah jurusan apa?”, tanyanya. “Bahasa Indonesia,” kujawab pelan seperti biasa dan menunduk.

Iklan

“Susah ya belajar bahasa Indonesia?”

Untuk kali pertama aku mendongakkan kepala dan tersenyum sambil menjawab, “Iya, susah, tapi senang”. “Nggak gampang loh belajar bahasa Indonesia. Kayanya aja yang gampang, padahal harus banyak membaca, kreatif bikin puisi, cerpen, dan novel. Harus bisa drama juga. Beda banget, kan belajarnya sama SMA? Malah mungkin banyak ilmu baru yang didapet pas kuliah”.

Jawaban itu membuatku tertarik untuk mengobrol lebih banyak dan percaya diri. Tidak seperti biasanya. Nggak banyak yang tahu, bahasa Indonesia, bahasa sehari-hari yang tapi susah untuk dipelajari.

Kalau boleh sedikit sombong, nilai UN matematikaku mendapat nilai sempurna. Ya, 100. Tapi, nilai bahasa Indonesia? Cuma 88. Sedikit membuktikan bahwa bahasa Indonesia nggak semudah yang orang lain pikirkan hehe. Sejak saat itu, aku bangga menjadi mahasiswa bahasa Indonesia. Kalau kamu juga berada di jurusan yang orang sering anggap sebelah mata, nggak apa-apa ya. Mulai sekarang jangan malu menjawab dengan lantang jurusanmu. Semangat!

Erisa Septianingrum
Baran Kauman, Kecamatan Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah
[email protected]

Keluh kesah dan tanggapan Uneg-uneg  bisa dikirim di sini

 

Terakhir diperbarui pada 26 Februari 2023 oleh

Tags: jurusanjurusan bahasa indonesiauneg-uneg
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Overthinking Siswa SMA yang Akhirnya Berhasil Kuliah Jalur SNBP di Universitas Trunojoyo Madura MOJOK.CO
Uneg-uneg

Overthinking Siswa SMA yang Akhirnya Berhasil Kuliah Jalur SNBP di Universitas Trunojoyo Madura

20 April 2024
Kelakuan Pengemudi Mobil di Surabaya Bikin Orang Banyak-banyak Istigfar MOJOK.CO
Uneg-uneg

Kelakuan Pengguna Mobil di Surabaya Bikin Orang Banyak-banyak Istigfar

13 Maret 2024
Surat Cinta untuk Petugas Parkir Liar di Jakarta yang Cuma Modal Peluit MOJOK.CO
Uneg-uneg

Surat Cinta untuk Petugas Parkir Liar di Jakarta yang Cuma Modal Peluit

10 Maret 2024
Jalur Pantura Semarang-Kudus Adalah Alasan Saya Merem Melek dan Misuh! MOJOK.CO
Uneg-uneg

Jalur Pantura Semarang-Kudus Adalah Alasan Saya Merem Melek dan Misuh!

9 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Memetik hikmah dan pelajaran saat para bintang muda urung bersinar di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan MOJOK.CO

Memetik Makna Lain Kekalahan saat Para Bintang Muda Urung Bersinar di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan

23 Januari 2026
Curhat Guru PPPK Paruh Waktu: Status ASN, Kontrak Setahun, Gaji Masih Teka-teki MOJOK.CO

Curhat Guru PPPK Paruh Waktu: Status ASN, Kontrak Setahun, Gaji Masih Teka-teki

23 Januari 2026
Akhir pekan indah di pusat Jakarta. Ajak bapak pertama kali nonton bulu tangkis langsung di Istora Senayan (Daihatsu Indonesia Masters 2026) MOJOK.CO

Akhir Pekan Indah di Pusat Jakarta: Ajak Bapak Pertama Kali Nonton Bulu Tangkis di Istora, Obati Kesepian di Masa Tua

24 Januari 2026
Kalau Bobby di Buku Karya Aurelie Mooremans Iblis, Kita Tenang. Masalahnya, Dia Manusia MOJOK.CO

Broken Strings Karya Aurelie Moeremans: Kalau Bobby Iblis Kita Tenang. Masalahnya, Dia Manusia

21 Januari 2026
Sebaiknya Memang Jangan Beli Rumah Subsidi, sebab Kamu Akan Rugi Berkali-kali

Beli Rumah Subsidi Cuma Bikin Hidupmu Jauh Lebih Sengsara dalam Waktu yang Lama

20 Januari 2026
Berkah di Balik Hujan Lebat di Istora Senayan, Tukang Ojek Payung Ketiban Rezeki Event Indonesia Masters 2026.MOJOK.CO

Berkah di Balik Hujan Lebat di Istora Senayan, Tukang Ojek Payung Ketiban Rezeki Event Indonesia Masters 2026

22 Januari 2026

Video Terbaru

Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

21 Januari 2026
Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

20 Januari 2026
Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayakan

18 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.