Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Media Sosial

Viral! Bahaya Memakai Aplikasi FaceApp

Jamal oleh Jamal
22 Juli 2019
A A
faceapp

faceapp

Share on FacebookShare on Twitter

Akhir-akhir ini banyak netizen yang memposting  foto dirinya di medsos tentang gambaran dirinya sendiri yang sudah tua. Wajah yang aslinya masih muda kemudian disulap dengan bantuan aplikasi bernama FaceApp menjadi keriput layaknya orang lansia. Bukan hanya itu, aplikasi ini juga mampu membuat wajah orang dewasa menjadi bayi imut menggemaskan.

Aplikasi tersebut sekarang lagi digandrungi oleh umat netizen di Indonesia. Lumayan untuk menghibur diri dari penatnya aktivitas sehari-hari. Saya pribadi cukup merasa mendapatkan kebahagiaan kecil ketika melihat status story di medsos kawan-kawan. Terkadang senyuman atau tertawa sekedarnya cukup membuat mood membaik. Tapi saya sendiri belum menjajal aplikasi itu.

Sementara santer berita yang dirilis oleh Suara.com yang mengabarkan perseteruan antara dua negara adidaya Rusia dan Amerika. Aplikasi buatan Rusia  yang memanfaatkan AI (Artificial Inteligent) atau kecerdasan buatan ini mendapatkan respon negatif dari  Amerika.

Saat ini pakar Siber dan anggota parlemen Amerika Serikat dari Partai Demokrat meminta kepada polisi federal Amerika Serikat dan FBI agar menyelidiki FaceApp, karena aplikasi itu diduga akan dijadikan senjata Rusia untuk mencuri data pribadi warganet. Mungkin kita kenal dengan istilah ‘phising’ namun caranya berbasis aplikasi pada smartphone.

Namun, isu tidak sedap yang dihembuskan tersebut segera dibantah oleh Wireless Lab, perusahaan asal St. Petersburg, Rusia sebagai pembuat aplikasi FaceApp tersebut. Mereka memberikan jawaban bahwasanya “sebagian besar foto dihapus dari server kami dalam waktu 48 jam (4 hari). Meski pusat riset kami di Rusia, tetapi data pengguna tidak kami transfer ke Rusia”.

Saya pun mengadakan riset sederhana dengan kawan-kawan tentang FaceApp. Sengaja saya mencari narasumber yang pro dan yang kontra.

Adapun yang kontra, dia menanggapi aplikasi tersebut membuat manusia menjadi bodoh. Masa yang muda ingin jadi tua, sedangkan yang tua saja ingin jadi muda lagi. Terus dari sisi lain sepertinya mendahului takdir. Pasalnya belum tentu wajah kita akan sama seperti yang ada di aplikasi. Yang terpenting ini tidak ada faedahnya sama sekali. (Wawancara saya bersama Sunara)

Adapun yang pro menyatakan bahwa aplikasi ini tidak ada salahnya. Wajar-wajar saja. Kan setiap orang diberikan  kebebasan untuk berekspresi. Tidak bertentangan juga dengan fitrah manusia yang pada dasarnya ia ingin dikenal, ingin punya eksistensi ditengah masyarakat maupun dunia maya, dan selalu berkembang mengikuti trend yang ada. Meskipun kadang sayangnya yang diikuti itu ‘apa’ mereka tidak tahu. Satu lagi, mungkin yang kontra dengan FaceApp juga punya kepentingan sendiri.(Wawancara saya dengan Randi)

Baca Juga:

Figur Publik Juga Manusia, Apa Salahnya Melindungi Privasi Keluarga?

Memotret Tanpa Izin Itu Norak!

Adapun menurut pendapat saya, saya tidak ingin berada di posisi pro atau kontra dengan aplikasi tersebut. Yang menjadi catatan adalah apabila aplikasi tersebut tidak melanggar hukum positif maupun hukum agama saya kira tidak menjadi soal. Baik buruk atau bermanfaatnya aplikasi tersebut, tergantung kembali kepada pemakainya. Mau dengan tujuan apa menggunakan aplikasi tersebut? Jawabannya tanya ke diri masing-masing.

Dari sisi negatifnya memang ada. Misalnya bukan hanya FaceApp, aplikasi editing foto lain juga cenderung seperti operasi plastik. Yang awalnya mukanya biasa jadi luar biasa. Begitupun sebaliknya yang luar biasa jadi biasa saja.

Akibatnya tidak sedikit orang yang tertipu ketika melihat di medsos kelihatan wow!, tapi nyatanya iiih! Ini sama saja dengan penipuan terhadap diri sendiri dan orang lain. Jelas saja orang merasa kecewa atau bahkan dirugikan karena tidak sesuai dengan ekspektasinya. Sementara ke diri sendiri jadi kurang mensyukuri apa yang dia miliki saat ini.

Namun, sisi positifnya juga tidak ketinggalan. Terkadang kita memerlukan foto yang layak untuk dipajang sebagai kenangan maupun dipertontonkan ke orang lain untuk keperluan tertentu. Nah, aplikasi-aplikasi editing foto itu jelas bisa membantu  kebutuhan banyak orang.

Saya jadi ingat tentang filosofi pisau. Pisau itu dibuat oleh pandai besi pada awalnya untuk kebaikan. Namun, potensi untuk digunakan ke arah  keburukan juga memungkinkan. Dengan kata lain, bila pisau digunakan untuk mengupas buah itu baik, tapi ketika pisau dipakai untuk membunuh orang ya menjadi buruk. Salah siapa? Yang membuatnya? Saya rasa tidak adil. Yang tepat adalah kembali kepada yang menggunakan pisaunya.

Begitupun terkait dengan pemakaian aplikasi FaceApp ini. Pada prinsipnya kembali kepada niat awal untuk tujuan apa aplikasi tersebut digunakan oleh orang.

Terakhir diperbarui pada 19 Januari 2022 oleh

Tags: FaceAppfbiprivasiwajah tua
Jamal

Jamal

ArtikelTerkait

aplikasi zoom

Berhati-hatilah Pengguna Aplikasi Zoom!

28 Mei 2020
faceapp agechallenge

Tanpa Bantuan FaceApp, Nanti Kita Juga Bakal Tua Sendiri

18 Juli 2019
Memotret Tanpa Izin Itu Norak!

Memotret Tanpa Izin Itu Norak!

6 November 2022
Bingung Memilih Frame Kacamata yang Cocok? Pakai FaceApp!

Bingung Memilih Frame Kacamata yang Cocok? Pakai FaceApp!

29 Januari 2022
Polemik WhatsApp GB dari Mereka yang Pro dan Kontra terminal mojok.co

Polemik WhatsApp GB dari Mereka yang Pro dan Kontra

19 Mei 2021
Figur Publik Juga Manusia, Apa Salahnya Melindungi Privasi Keluarga?

Figur Publik Juga Manusia, Apa Salahnya Melindungi Privasi Keluarga?

15 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Berpaling dari Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru Mojok.co

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

18 Januari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

3 Tips Membeli Point Coffee dari Seorang Loyalis Indomaret, Salah Satunya Cari yang Ada Kursi di Depan Gerainya!

19 Januari 2026
Bakmi Krinjing, Kuliner Kulon Progo yang Kalah Pamor dari Bakmi Jawa tapi Sayang Dilewatkan Begitu Saja

Bakmi Krinjing, Kuliner Kulon Progo yang Kalah Pamor dari Bakmi Jawa tapi Sayang Dilewatkan Begitu Saja

14 Januari 2026
Saya Pakai ThinkPad Bukan karena Saya Pekerja Keras, tapi karena Malas

Saya Pakai ThinkPad Bukan karena Saya Pekerja Keras, tapi karena Malas

20 Januari 2026
Kelurahan Batununggal dan Kecamatan Batununggal: Nama Mirip dan Sama-sama di Bandung, tapi Takdirnya Berbeda Mojok.co

Kelurahan Batununggal dan Kecamatan Batununggal: Nama Mirip dan Sama-sama di Bandung, tapi Takdirnya Berbeda

15 Januari 2026
Jawaban untuk Pertanyaan Kenapa Kutoarjo Punya Alun-alun Sendiri padahal Masuk Purworejo

Jawaban untuk Pertanyaan Kenapa Kutoarjo Punya Alun-alun Sendiri padahal Masuk Purworejo

19 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Berkah di Luar Arena: Ojol Jakarta Terciprat Bahagia dari “Pesta Rakyat” Indonesia Masters 2026 di Istora
  • Sebaiknya Memang Jangan Beli Rumah Subsidi, sebab Kamu Akan Rugi Berkali-kali
  • Warga Madiun Dipaksa Elus Dada: Kotanya Makin Cantik, tapi Integritas Pejabatnya Ternyata Bejat
  • Indonesia Masters 2026: Cerita Penonton Layar Kaca Rela Menembus 3 Jam Macet Jakarta demi Merasakan Atmosfer Tribun Istora
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.