Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Ulukutek Leunca, Makanan Sunda Paling Nggak Normal dan Rasanya Bikin Pusing Pendatang 

Acep Saepulloh oleh Acep Saepulloh
13 Maret 2026
A A
Ulukutek Leunca, Makanan Sunda Paling Nggak Normal dan Rasanya Bikin Pusing Pendatang  Mojok.co

Ulukutek Leunca, Makanan Sunda Paling Nggak Normal dan Rasanya Bikin Pusing Pendatang (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Banyak orang bilang makanan khas Sunda itu enak. Sebagai USA atau urang asli Sunda, jelas saya setuju akan pernyataan itu. Makanan Sunda cocok di lidah saya. Sebut saja batagor, soto bandung, hingga nasi tutug oncom. Saya bisa menyantapnya setiap hari. 

Di antara banyaknya kuliner khas Sunda, ada satu makanan yang rasanya sangat unik, Ulukutek Leunca. Bagi USA, hidangan ini adalah mahakarya. Namun, ternyata, di lidah orang bukan Sunda, Ulukutek Leunca lebih mirip “uji nyali” daripada makanan. Tanpa kesiapan mental yang kuat, makanan ini bisa meninggalkan pengalaman buruk yang kuat. 

Apa itu makanan khas Sunda ulukutek leunca?

Ulukutek leunca adalah satu dari banyak makanan Sunda berbahan dasar sayu yang setipe dengan karedok dan  lotek. Bedanya, ulukutek leunca berbahan dasar buah leunca (ranti) yang punya rasa pahit getir alami. Buah kecil ini kemudian ditumis bersama hancuran oncom, daun kemangi, serta kepungan rempah-rempah yang tajam.

Nama “ulukutek” sendiri berasal dari teknik pembuatannya yang diulek atau ditumbuk. Sementara “kutek” dalam bahasa Sunda merujuk pada aktivitas mengaduk-aduk.

Masalah utamanya, makanan ini punya rasa yang sangat memusingkan. Ada perpaduan rasa pahit, manis, asam, pedas dan gurih yang saling sikut. Kompleksitas rasa terlalu liar ini sering kali gagal diterjemahkan sebagai kelezatan.

Makanan pahit

Mari kita bicara jujur, lidah manusia secara biologis didesain untuk waspada terhadap rasa pahit sebagai sinyal peringatan racun. Namun, bagi orang Sunda, prinsip alam itu seolah tidak berlaku. Berkat jam terbang tinggi dalam mengonsumsi aneka lalapan/dedaunan. Lidah orang Sunda mampu menetralisir rasa pahit dan mengubahnya menjadi rasa yang nikmat.

Masalah bagi para perantau muncul ketika butiran leunca/ranti ini bertemu dengan komponen lainnya dalam ulukutek. Begitu digigit, butiran leunca meledak dan mengirimkan sensasi pahit getir yang tajam. Di saat yang sama, lidah juga dihantam oleh rasa kuat dari fermentasi oncom, aroma kencur yang menusuk, pedas cabai, hingga wangi kemangi yang dominan.

Bagi perantau Jawa Tengah yang terbiasa dengan pakem manis-gurih, atau orang Sumatera yang hidupnya didominasi pedas-lemak, percampuran rasa yang saling bertabrakan ini adalah sebuah tragedi kuliner. Alih-alih merasa dimanjakan, lidah para pendatang justru seringkali mengalami culture shock karena tidak tahu harus fokus ke rasa yang mana.

Baca Juga:

Embek-Embek Makanan Khas Tegal yang Nama dan Rasanya Sama-sama Aneh, Pendatang Sebaiknya Jangan Coba-coba

Di Lidah Orang Jawa, Kuliner Madura Enak Kecuali yang dari Sumenep

Rasa pahitnya tidak berdiri sendiri, melainkan bercampur antara rasa gurih dan pedas, menciptakan kompleksitas rasa yang bagi sebagian orang justru memicu refleks untuk segera menyudahi suapan tersebut.

Rasa dan tampilan sama-sama berantakan

Dalam dunia kuliner, ada istilah kalau mata itu sebenarnya makan duluan sebelum mulut. Estetika di atas piring biasanya jadi gerbang pertama buat bikin kita lapar. Nah, di sinilah Ulukutek Leunca bener-bener gagal total buat tebar pesona ke para perantau.

Mari kita lihat wujudnya ulukutek leunca. Sepiring makanan ini ada oncom yang dihancurkan sampai lumat, ditumis pakai bumbu sampai warnanya berubah jadi cokelat kusam yang susah dijelasin. Secara visual, hidangan ini nggak ada keren-kerennya sama sekali. Nggak ada potongan daging yang kelihatan gagah atau sayuran hijau segar yang tertata rapi. Yang tersaji di depan mata cuma tumpukan kehancuran yang kelihatan becek, layu, dan buyatak dalam istilah bahasa Sunda.

Buat para perantau yang biasa melihat makanan yang tertata rapi dan menggugah selera, tidak disarankan mencicipinya. Perpaduan oncom yang hancur berantakan sama butiran leunca yang menghitam itu bikin kesan pertama yang jauh banget dari kata enak. Singkatnya, penampilannya nggak meyakinkan sama sekali buat orang yang baru pertama kali lihat.

Jadi, bagi kalian para perantau yang baru menapakkan kaki di Tanah Pasundan, anggaplah Ulukutek Leunca ini sebagai ujian kuliner lokal. Kalau kalian bisa melaluinya tanpa mengernyitkan dahi, selamat, kalian sah menjadi warga Jawa Barat seutuhnya.

Penulis: Acep Saepulloh
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Sate Klatak Kasta Tertinggi Makanan Khas Jogja, Jauh Mengungguli Gudeg dan Bakmi Jawa yang Sering Dikeluhkan Manis.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 Maret 2026 oleh

Tags: leuncaMakananmakanan sundaSundaulukutekulukutek leunca
Acep Saepulloh

Acep Saepulloh

Seorang warga sipil Bandung yang ngojol membelah kemacetan kota di atas motor setiap pagi hari, berjibaku dengan debu sebagai petugas kebersihan di siang hari, hingga akhirnya melabuhkan lamunan menjadi sebuah tulisan di malam hari.

ArtikelTerkait

4 Kuliner Jogja yang Kurang Cocok di Lidah Wisatawan Mojok.co

4 Kuliner Jogja yang Kurang Cocok di Lidah Wisatawan

17 November 2024
4 Bahan Makanan yang Cocok dengan Lidah Orang Jawa

4 Bahan Makanan yang Cocok dengan Lidah Orang Jawa

12 Juni 2020
Curhatan Orang yang Nggak Suka Daging Sapi, Hidup Jadi Nano-nano terminal mojok.co

Kiat Mengidentifikasi Adanya Daging Babi dalam Kuliner Kesayangan Anda

8 Desember 2020
Membayangkan Uncle Muthu dalam Serial Upin Ipin Jadi Penjual Angkringan

Membayangkan Uncle Muthu dalam Serial Upin Ipin Jadi Penjual Angkringan

19 Februari 2024
zat kimia dalam makanan terminal mojok

Memahami Ketakutan Orang terhadap Zat Kimia dalam Makanan

19 Januari 2021
menu wajib berkat tahlilan mojok.co

5 Lauk yang Secara Misterius Selalu Ada di Berkat Tahlilan

26 Agustus 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tuhan Bersama Mahasiswa yang Sibuk Mengejar IPK (Unsplash)

Tuhan Bersama Mahasiswa yang Sibuk Mengejar IPK, tapi Masih Bingung Mau Jadi Apa

9 Maret 2026
7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa (Unsplash)

7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa, Jangan Dibeli daripada Kamu Kecewa dan Menderita

13 Maret 2026
Warga Pangalengan Musti Bangga Menjadi Penghasil Teh meski Tidak Pernah Bisa Menikmati Hasil Panennya

Warga Pangalengan Musti Bangga Menjadi Penghasil Teh meski Tidak Pernah Bisa Menikmati Hasil Panennya

11 Maret 2026
Blok GM Semarang: Ketika Estetika Anak Skena Menumbalkan Hak Pengguna Jalan

Blok GM Semarang: Ketika Estetika Anak Skena Menumbalkan Hak Pengguna Jalan Semarang

11 Maret 2026
Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar Mojok.co

Bagi-bagi Takjil yang Niatnya Mulia tapi Kadang Bikin Jalanan Jadi Macet dan Ricuh

7 Maret 2026
Lontong Balap Makanan Khas Surabaya Paling Normal, Pendatang Pasti Doyan Mojok.co

Lontong Balap Makanan Khas Surabaya Paling Normal, Pendatang Pasti Doyan

8 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto
  • Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah
  • Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata
  • Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”
  • Pengalaman Brengsek Naik Travel dari Jogja ke Surabaya, Dapat Sopir Amatiran Membahayakan Nyawa dan Semburan Muntahan Penumpang
  • Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa, Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.