Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Embek-Embek Makanan Khas Tegal yang Nama dan Rasanya Sama-sama Aneh, Pendatang Sebaiknya Jangan Coba-coba

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
12 Maret 2026
A A
Embek-Embek Makanan Khas Tegal Paling Mencurigakan, Pendatang Sebaiknya Jangan Coba-coba Mojok.co

Embek-Embek Makanan Khas Tegal Paling Mencurigakan, Pendatang Sebaiknya Jangan Coba-coba (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Di antara banyak makanan khas Tegal lain, embek-embek mungkin jadi yang paling mencurigakan di mata pendatang. 

Apalah arti jalan-jalan tanpa mencicipi kuliner lokal? Perjalanan terasa nggak afdal. Begitu pula ketika ke Tegal, kalian wajib mencicipi makanan khas dari Kota Bahari ini. Bukan bermaksud etnosentrisme, mentang-mentang saya lahir dan besar di Tegal, ya. Tapi, makanan Tegal itu memang  enak-enak. Rasanya seimbang, tidak manis, tidak pula didominasi oleh bahan tertentu. Semuanya pas.

Meski demikian, ada satu kuliner Tegal yang menurut saya punya potensi untuk bikin kaget para pendatang. Namanya, embek-embek. Eits, bacanya bukan seperti suara kambing, ya. Cara baca yang benar, yaitu, ‘e’ pertama seperti huruf ‘e’ pada kata ‘lemari’ dan ‘e’ yang kedua seperti huruf ‘e’ pada ‘Bekasi’.

Gimana? Udah bisa sekarang cara baca ‘embek-embek’? Bagus.

Apa itu makanan khas Tegal embek-embek?

Embek-embek hanyalah satu dari sekian banyak kuliner bernama unik yang ada di Tegal. Lainnya ada ongol-ongol, orog-orog, awul-awul, gemblong ocar-acir, jolang, ganyong, jintul, blendung, gemblong tekek, dsb. Kapan-kapan deh ya saya cerita soal ini.

Sekarang, balik soal embek-embek. Embek-embek ini termasuk golongan lauk-pauk. Embek-embek terbuat dari bumbu dasar merah, seperti lombok, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, dan kemiri. Bahan-bahan itu dihaluskan lalu ditumis bersama dengan lengkuas, salam dan sereh. Setelah tercium wangi, tambahkan sedikit air dan masukkan bintang utamanya.

Nah, bintang utama embek-embek ini beragam. Bisa duet antara kacang panjang dengan tahu, bisa pula kacang panjang dengan tempe. Tapi, yang berpotensi bikin kaget pendatang adalah ketika bahan utama embek-embeknya adalah bongkrek.

Kalau kalian pernah membaca novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari, kalian akan tahu kalau si bongkrek yang terbuat dari ampas kelapa yang difermentasi. Bahan ini paling absurd karena kadar air ampas kelapanya terlalu banyak sehingga tidak cocok difermentasi seperti tempe kedelai. Itu sebabnya, jaman dulu bongkrek identik dengan makanan masyarakat kelas bawah saking murahnya.

Baca Juga:

Orang Kampung Berubah Jadi Picky dan Menyebalkan ketika Berhadapan dengan Makanan “Kota”

Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja

Bongkrek ini punya tekstur yang mirip tempe, tapi lebih lembut. Bedanya, tempe masih terasa kokoh ketika ditekan permukaannya, smeentara bongkrek terasa lembut seperti bantal. Selain itu, tempe masih terlihat butiran kedelainya, sedangkan bongkrek tekstur luarnya malah seperti spons cuci piring. Eh, berarti sebelah mananya ya yang tadi dibilang mirip tempe? Wkwkw.

Maka, bayangkan ketika tekstur selembut bongkrek itu harus masuk ke dalam kuah merah. Apa nggak makin letoy jadinya? Dan yah, memang jadi tambah letoy, sih. Letoynya mirip terong balado. 

Nah, perlakuan terhadap bongkrek saat membuat embek-embek ini nggak berhenti di kuah merah saja, ya. Soalnya, proses pembuatan embek-embek ini diakhiri dengan menambahkan santan supaya lebih gurih. Alhasil, bongkrek berendam dalam kuah merah yang dipadukan dengan santan yang oleh orang Tegal disebut dengan embek-embek.

Lantas bagaimana dengan rasanya?

Bagaimana dengan rasanya?

Bicara soal rasa embek-embek, kuah embek-embek ini sebenarnya enak. Ada perpaduan rasa gurih dan pedas yang akrab di lidah. Mirip dengan cita rasa masakan kuah pedas lainnya. Hanya saja, kuah embek-embek ini lebih bold.

Masalah muncul saat si bongkrek ini masuk ke mulut. Bagi yang tidak terbiasa, sensasi benda “letoy” yang masuk dalam mulut, menyantap embek-embek bisa jadi kejutan batin tersendiri. Apalagi, ada sisa rasa tawar khas ampas kelapa yang khas. Efeknya, bisa jadi seseorang akan susah untuk menemukan letak enaknya si embek-embek ini. Akhirnya, cukup sekali saja untuk mencoba. Kapok.

Oh, kalau yang satu ini lain lagi ceritanya. Embek-embek bagi orang Tegal sudah termasuk dalam comfort food. Hampir yakin tak ada orang Tegal yang tidak pernah menyantap makanan satu ini. Dan bagi kami, embek-embek yang bahan utamanya bongkrek justru jadi top tier di antara bahan-bahan lainnya. 

Sedep rasanya makan embek-embek bongkrek di siang hari. Apalagi, kalau embek-embeknya ditambah dengan tempe semangit atau tempe pesing. Itu loh, tempe yang sengaja dibusukkan sampai teksturnya lebih lembek, berwarna agak kehitaman, dan beraroma sangit atau menyengat. 

Gimana, gimana? Sudah bisa terbayang makanan khas Tegal ini? Di dalam kuah merah bersantan ada bongkrek yang letoy plus tempe busuk. Embek-embek ini memang makanan untuk yang doyan-doyan aja.

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita.
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Maret 2026 oleh

Tags: embek-embekkhasMakananmakanan khas tegalmakanan tegaltegal
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Nggak Semua Food Vlogger Jujur, Ada Juga yang Penuh Dusta. Jangan Mudah Percaya!

Nggak Semua Food Vlogger Jujur, Ada Juga yang Penuh Dusta. Jangan Mudah Percaya!

15 November 2023
Ada Surga Bernama Sakila Kerti di Terminal Kota Tegal

Ada Surga Bernama Sakila Kerti di Terminal Kota Tegal

3 Mei 2023
Warteg Jakarta dan Surabaya Terlihat Serupa, tapi Aslinya Tak Sama Mojok.co

Warteg Jakarta dan Surabaya Terlihat Serupa, tapi Aslinya Tak Sama

23 Juni 2025
3 Hal yang Bisa Dilakukan di Malioboro Tegal, tapi Nggak Bisa Dilakukan di Malioboro Jogja

3 Hal yang Bisa Dilakukan di Malioboro Tegal, tapi Nggak Bisa Dilakukan di Malioboro Jogja

12 September 2024
4 Makanan Khas Malang yang Jarang Direkomendasikan Warga Lokal kepada Wisatawan

4 Makanan Khas Malang yang Jarang Direkomendasikan Warga Lokal kepada Wisatawan

1 Maret 2024
Heh! Ketua DPRD DKI Jakarta, Tegal Itu Tanah Revolusi! (Unsplash)

Nggak Sepantasnya Ketua DPRD DKI Jakarta Meremehkan Tegal. Tegal Itu Tanah Revolusi!

21 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan (Pernah) Percaya Kabar Kylian Mbappe (Akhirnya) Pindah ke Real Madrid, Pokoknya Jangan

Ketika 30 Juta Orang Ingin Kylian Mbappe Angkat Kaki dari Real Madrid

8 Mei 2026
Bundaran Jombor, Salah Satu Titik Meresahkan di Jalan Magelang Mojok.co

Jalan Magelang: Surganya Depo Pasir dan Nerakanya Pengendara Cupu

8 Mei 2026
Kampus-Kampus Bangkalan Madura Bakal Jadi "Pabrik" Pengangguran kalau Tidak Mau Berbenah Mojok.co

Kampus di Bangkalan Madura Bakal Jadi “Pabrik” Pengangguran kalau Tidak Serius Berbenah

6 Mei 2026
Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan Terminal

Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan

9 Mei 2026
Sudah Saatnya Purworejo Turunkan Ego dan Belajar dari Kebumen daripada Semakin Tertinggal Mojok.co magelang

Tutorial Menyelamatkan Purworejo: Jiplak Saja Wisata Kebumen dan Cara Magelang Menciptakan Lapangan Kerja

6 Mei 2026
Lagu Baru Sheila On 7 “Sederhana” Pas untuk Orang-orang Usia 30 Tahun Mojok.co

Lagu Baru Sheila On 7 “Sederhana” Pas untuk Orang-orang Usia 30 Tahun

9 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Usaha Madu Jadi Ceruk Bisnis Potensial, Tapi Salah Praktik Tanpa Sadar Justru Bisa Rugikan Diri Sendiri
  • Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada
  • Lulus Sarjana Dapat Tawaran Beasiswa S2 dari Rektor, Elpanta Pilih Langsung Kerja sebagai Pegawai Tetap di Unesa
  • Meski Hanya Diikuti 4 Tim tapi Atmosfer Campus League Basketball Samarinda Tetap Kompetitif, Universitas Mulawarman Tak Terbendung
  • Efek Gym: Dari Dihina “Babi” karena Gendut dan Jelek bikin Lawan Jenis Gampang Mendekat, Tapi Tetap Sulit Nemu yang Tulus
  • Tongkrongan Bapak-Bapak di Desa: Obrolan Sering Ngawur, Kadang Nggak Berfaedah, tapi Saya Harus Gabung demi “Harga Diri” Keluarga

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.