Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
20 Februari 2026
A A
4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang Mojok.co

4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Orang yang mau ke Tegal wajib baca ini ~

Salah satu hal yang menyenangkan ketika menjelajah daerah lain adalah kita jadi makin kaya pengalaman. Kita jadi tahu cara orang lain hidup, makan, ngobrol, bahkan cara mereka marah. Rasanya seperti membuka jendela baru, kita nggak lagi jadi katak dalam tempurung yang cuma tahu kolam sendiri.

Tentang perbedaan-perbedaan yang kita temui di daerah lain, ada yang bikin kita senyum-senyum dan merasa, “Ih, lucu juga ya di sini.” Tapi, ada juga yang bikin kita jadi melongo, kaget, dan nggak menyangka. Bahkan, sampai menilai kalau hal tersebut tidaklah wajar. Saking apa? Saking berbeda jauh dengan apa yang ada di daerah asal. Istilahnya, culture shock.

Contohnya di Tegal, tempat kelahiran saya. Kalau kamu berkunjung ke Tegal, kamu mungkin akan bertemu dengan hal-hal berikut yang bikin kaget. Padahal bagi kami para warganya, wajar saja. Sudah biasa itu~

Baca juga 5 Hal yang Bisa Dibanggakan dari Tegal selain Warteg.

#1 Orang Tegal disapa “asu” malah tertawa

Pertama kali dengar orang Tegal ngobrol, kalian mungkin kaget dengan logatnya yang ngapak, medok, cepat dan diucapkan dengan volume yang… ya ampun… full power. Suaranya mirip scene pertengkaran dalam rumah tangga. Padahal, orang-orang Tegal ini nggak lagi berantem atau berselisih pendapat. Orang Tegal sehari-hari memang seperti itu. Semakin akrab, biasanya semakin kencang suaranya. Jadi, kalau kalian melihat dua orang Tegal saling teriak, jangan langsung buru-buru melerai. Takutnya kalian nanti malah diketawain.

Bahkan, obrolan orang Tegal seringkali dihiasi dengan kata-kata umpatan, seperti “asu”, “raimu”, “bangsat”, “kunyuk”. Dan, apakah hanya salah satu saja yang diucapkan? Ohhh, tentu saja tidak. Kalau bisa dijejer 3 atau empat, kenapa harus satu? Contohnya gini:

“Asu, raimu, bangsat, nyuk! Dinteni awit mau ya!” 

Baca Juga:

Kenapa Bakmi Jogja Susah Bertahan di Tegal, tapi Gudeg Bisa?

Mewakili Warga Tegal, Saya Ingin Menyampaikan Permintaan Maaf kepada Pemudik

Bagaimana? Afdal banget kan? Yang diumpat juga nggak bakal marah karena itu jadi salah satu tanda keakraban, sudah biasa itu. 

#2 Sarapan rujak teplak

Kamu syok lihat orang Jakarta sarapan mie ayam? Coba dong, main ke Tegal. Di sini, ada sarapan yang pasti bakal bikin kamu memekik, “Apa-apaan ini?! Nggak lumrah banget!”

Namanya, rujak teplak. Iya, rujak buat sarapan orang Tegal. Bayangkan, pagi-pagi, perut masih kosong, sudah disambut dengan rujak. Tapi, tenang saja, level pedasnya bisa disesuaikan. Walau jujur saja, orang Tegal jarang pilih yang level kalem. Lha wong makanan di Tegal itu identik dengan pedas kok. 

Soal rujak teplak sebagai sarapan ini, pendatang yang baru pertama kali ke Tegal mungkin akan mengira itu pecel. Isiannya memang sama-sama aneka sayuran rebus. Bedanya, pecel disiram pakai bumbu kacang, sementara rujak teplak itu pakai sambal yang terbuat dari olahan singkong yang direbus. Olahan itu kemudian dicampur dengan bumbu lain seperti gula merah, cabe merah, garam, terasi, asam jawa, dan sedikit air. Rasanya unik memang, tapi bagi kami warganya itu sudah biasa.

Baca juga Logat Tegal Bukan Produk Hiburan, Jadi Tolong Jangan Olok-Olok Kami ketika Lagi Ngobrolin Hal-Hal Serius!

#3 Lampu lalu lintas belum hijau, sudah diklakson

Hal lain yang wajar di Tegal tapi terasa aneh di daerah lain adalah suasana lampu merahnya. Tenang, di sini lampu merah masih berarti berhenti dan hijau berarti jalan. Bedanya, lampu belum benar-benar menyala hijau, baru ancang-ancang pindah dari merah ke kuning, suara klakson dari kendaraan yang ada di belakang sudah terdengar. 

Belum lagi sistem APILL-nya. Kalau di banyak kota, biasanya lampu hijau menyala bergantian searah jarum jam, ya. Di Tegal agak lain, misal sisi barat hijau, sisi timur juga hijau. Kalau di utara hijau, selatan juga hijau. Bagi pendatang yang belum terbiasa, jelas butuh waktu untuk beradaptasi. Tuh, Mas Arief penulis Terminal Mojok asal Jogja, pernah mengalaminya. Keburu bilang ‘goblok’ ke kendaraan yang menerobos maju. Gara-garanya, Mas Arief mengira kalau lampu di sisi jalan si pengendara itu merah, padahal aslinya hijau.

#4 Harga makanan dan minuman di kafe Tegal nggak ngotak, tapi tetap ramai

Di Tegal hiburan itu melimpah, terutama di kota. Ada mal, bioskop, franchise makanan dan minuman merek-merek besar bertebaran. Hebatnya, tempat-tempat hiburan itu nyaris nggak pernah sepi. Padahal, di tempat-tempat seperti itu harganya kadang-kadang bisa bikin dompet bergidik. 

Saya jadi ingat pernah datang ke salah satu kedai kopi di Kabupaten Tegal. Tempatnya biasa saja. Bukan yang mewah atau gimana-gimana, tapi antreannya dahsyat. Padahal, lagi promo juga nggak, lagi grand opening juga nggak. Dan, kalian tahu harga sebotol air mineral di sana berapa? Rp10 ribu, Gaes. Ya kalau air mineralnya merek Pristine, minimal Le Mineralle, masih mending. Lha ini? Mereknya Aquviva yang satuannya sekitar Rp3000-an saja. 

Tempat hiburan yang ramai dan harga makanan atau minuman yang nggak ngotak ini pasti membuat pendatang bingung. Soalnya, UMR Tegal itu mirip-mirip dengan Jogja. Tapi, kok bisa wong Tegal itu jajan terus? Nggak usah kalian para pendatang deh. Saya yang asli orang Tegal aja kadang juga bingung. 

Itulah 4 hal wajar yang terjadi setiap harinya di Tegal. Kalau versi kotamu, apa?

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Orang Tegal Sering Dianggap Ndeso dan Diolok-olok Logatnya, tapi Saya Tetap Bangga.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Februari 2026 oleh

Tags: culture shockOrang Tegalpendatangtegal
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Rekomendasi 3 Sate Kambing Muda di Tegal yang Paling Lezat Terminal Mojok

Rekomendasi 3 Sate Kambing Muda di Tegal yang Paling Lezat

31 Juli 2022
4 Tipe Orang yang Nggak Cocok Liburan ke Surabaya Mojok.co bandung

Culture Shock Warga Bandung ketika Menjadi Arek Suroboyo: Motoran Pake Sarung? Nasi Goreng Merah?

27 Juni 2025
Makanan Kendal Nggak Cocok di Lidah Semua Orang Mojok.co

Makanan Kendal Nggak Cocok di Lidah Semua Orang

9 Februari 2026
Anak Muda Solo Terancam "Terusir" dari Daerannya Sendiri, Nggak Mampu Beli Rumah karena Gaji Tak Seberapa dan Harus Bersaing dengan Pendatang Mojok.co

Anak Muda Solo Terancam “Terusir” dari Daerahnya Sendiri, Nggak Mampu Beli Rumah karena Gaji Tak Seberapa dan Harus Bersaing dengan Pendatang

17 April 2024
Boleh Diadu, Burjo UMS Lebih Unggul Ketimbang Burjo di UNS terminal mojok.co

Burjo di Solo Adalah Culture Shock Pertama Saya

30 Juli 2020
5 Kuliner Tegal yang Layak Dikenal Lebih Luas, Ayo Orang Tegal Jangan Buka Warteg Melulu Mojok.co

5 Kuliner Tegal yang Layak Dikenal Lebih Luas, Ayo Orang Tegal Jangan Buka Warteg Melulu

24 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bangkalan dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia Mojok

Bangkalan Madura dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia

21 April 2026
Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak Mojok.co

Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak

17 April 2026
Kursus Setir Mobil yang Dikit-dikit “Pakai Feeling Aja” Itu Pertanda Red Flag, Patut Diwaspadai Mojok.co

Kursus Setir Mobil yang Dikit-dikit “Pakai Feeling Aja” Itu Pertanda Red Flag, Patut Diwaspadai

19 April 2026
4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya  Mojok.co

4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sebenarnya Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya 

18 April 2026
5 Kuliner Ambarawa yang Belum Masuk Radar Wisatawan padahal Enak dan Khas Mojok.co

5 Kuliner Ambarawa yang Belum Masuk Radar Wisatawan, padahal Enak dan Khas

16 April 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Jalan-jalan di Surabaya Itu Mudah dan Murah, tapi Jadi Mahal karena Kebanyakan Tukang Parkir Liar

21 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Dulu PD Paling Tampan dan Jadi Idaman saat Naik Motor Suzuki Satria FU, Kini Malah Geli dan Malu karena Ternyata Jamet
  • Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran
  • WNI Pilih Jadi Guru di Luar Negeri dengan Gaji 2 Digit daripada Kontrak di Indonesia dan Mengabdi untuk Anak Pekerja Migran di Sana
  • WNA Malaysia Pilih Lanjut S2 di UNJ, Penasaran Ingin Kuliah di PTN karena Dosen Indonesia yang “Unik”
  • Membangun Rumah Megah demi Penuhi Standard Kesuksesan di Desa Malah Bikin Ibu Tersiksa: Terasa Sepi, Cuma “Memuaskan” Mata Tetangga
  • Sesal Dulu Kasar dan Hina Bapak karena Miskin, Kini Sadar Cari Duit Sendiri dan Berkorban untuk Keluarga Ternyata Tak Gampang!

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.