Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Balapulang Tegal, Saksi Bisu Rombongan Amangkurat I Putar Balik Gara-gara Dihadang Pasukan Trunojoyo

Malik Ibnu Zaman oleh Malik Ibnu Zaman
25 Februari 2024
A A
Balapulang Tegal, Saksi Bisu Rombongan Amangkurat I Putar Balik Gara-gara Dihadang Pasukan Trunojoyo

Balapulang Tegal, Saksi Bisu Rombongan Amangkurat I Putar Balik Gara-gara Dihadang Pasukan Trunojoyo (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Balapulang Tegal tak hanya kecamatan biasa. Ia pernah jadi saksi rombongan pengantar jenazah Amangkurat I putar balik karena dihadang pasukan Raden Trunojoyo

Balapulang adalah salah satu kecamatan yang terletak di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Wilayah yang terkenal dengan makanan khas nasi ponggol jati ini berjarak sekitar 13 km di sebelah selatan Slawi, yang merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Tegal.

ADVERTISEMENT

Sebagian besar wilayah Balapulang terdiri dari dataran rendah, sementara bagian tenggara merupakan daerah berbukit. Balapulang juga dilewati oleh beberapa sungai, seperti Kali Gung, Kali Kumisik, Kali Gintung, dan lain-lain. Selain itu, letak wilayah ini sangat strategis, sebab dilalui oleh jalan utama yakni Jalan Raya Tegal-Purwokerto.

Setiap wilayah memiliki cerita asal-usulnya, termasuk Balapulang. Dilihat dari asal katanya, Balapulang terbentuk dari dua kata, yaitu Bala dan Pulang, Bala sendiri berarti pasukan, teman, rombongan, sementara pulang berarti kembali.

Sama seperti daerah lainnya, asal usul Balapulang juga ada berbagai versi. Versi pertama berkaitan dengan Raden Mas Rangsang atau Sultan Agung yang merupakan Sultan Mataram Islam. Kita pasti tahu bahwa Putra dari Panembahan Seda Ing Krapyak ini tercatat dua kali menyerang VOC Vereenigde Oostindische Compagnie di Batavia (sekarang bernama Jakarta).

Serangan pertama terjadi pada 1628 M, bala tentara Mataram Islam dipimpin oleh Bupati Kendal, Tumenggung Bahureksa. Serangan pertama ini gagal, bahkan Tumenggung Bahureksa terluka parah. Dalam perjalanan pulang ia wafat, dan kemudian dimakamkan di daerah yang sekarang bernama Desa Lebaksiu Tegal, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal.

Serangan kedua terjadi pada 1629. Bala tentara Mataram Islam dipimpin oleh Adipati Ukur dan Adipati Juminah. Sama seperti serangan pertama, serangan kedua ini juga mengalami kegagalan.

Lalu apa kaitannya antara penyerbuan ke Batavia dengan asal usul Balapulang?

Baca Juga:

4 stereotip tentang orang Bumijawa Tegal yang sering saya dengar dari orang luar

Pantai Alam Indah tempat wisata Tegal yang tidak spesial, cukup dikunjungi sekali saja

Nasi ponggol untuk pasukan Mataram

Dalam penyerbuan ke Batavia, Sultan Agung melalui penduduk melalui Adipati (Bupati) di daerah yang dilalui oleh pasukan Mataram Islam untuk menyiapkan persediaan logistik. Wilayah Tegal sebagai jalur yang dilewati oleh pasukan Mataram Islam, para penduduknya menyediakan nasi ponggol guna memenuhi logistik dalam hal ini ransum.

Nah, Balapulang merupakan wilayah di Tegal yang dilalui oleh bala tentara Mataram Islam dalam penyerbuan tersebut.

Entah ini terjadi pada serangan pertama atau kedua. Jadi, Tentara Mataram Islam yang menyerang Batavia terdesak, lalu mereka pun meminta bala bantuan. Ketika bala bantuan ini sampai di wilayah yang sekarang bernama Balapulang, mereka mendengar kabar kalau Tentara Mataram Islam yang menyerang Batavia telah luluh lantak. Maka bala bantuan ini pun tidak jadi melanjutkan perjalanan, tetapi kembali lagi ke Mataram Islam. Kemudian wilayah tersebut diberi nama Balapulang.

Baca halaman selanjutnya

Putar balik, Gan

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 26 Februari 2024 oleh

Tags: amangkurat Ibalapulangraden trunojoyosejarahtegal
Malik Ibnu Zaman

Malik Ibnu Zaman

Penulis partikelir yang lahir di Tegal Jawa Tengah. Menulis cerpen, puisi, esai, dan resensi yang tersebar di beberapa media online.

ArtikelTerkait

Senjakala Lapak Buku Bekas di Pasar Alun-alun Tegal: Mati Tak Ingin, Bertahan (Hampir) Tak Mungkin

Senjakala Lapak Buku Bekas di Pasar Alun-alun Tegal: Mati Tak Ingin, Bertahan (Hampir) Tak Mungkin

23 Maret 2024
3 Mitos Terkait Beras di Tegal yang Tidak Ada di Daerah Lain

3 Mitos Terkait Beras di Tegal yang Tidak Ada di Daerah Lain

31 Juli 2024
Keistimewaan Ujungberung, Cikal Bakal Kota Bandung yang Sering Dianggap Wilayah Pinggiran

Keistimewaan Ujungberung, Cikal Bakal Kota Bandung yang Sering Dianggap Wilayah Pinggiran

21 September 2023
karang taruna pentas agustusan bendera merah putih indonesia terminalmojok

Menilik Sejarah Karang Taruna, Organisasi Paling Eksis di Bulan Agustus

5 Agustus 2021
5 Culture Shock Orang Jogja Datang Kondangan di Tegal. Ada Welcome Drink seperti di Hotel-hotel Mojok.co

Culture Shock Orang Jogja Datang Kondangan di Tegal. Ada Welcome Drink seperti di Hotel-hotel

16 Desember 2023
Cerita orang Muhammadiyah di tengah kultur NU Tegal yang kental: awalnya syok, lama-lama bisa ambil hikmahnya Mojok.co

Cerita orang Muhammadiyah di tengah kultur NU Tegal yang kental: awalnya syok, lama-lama bisa ambil hikmahnya

12 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Tegalrejo, kecamatan uderrated di pinggiran Kota Jogja yang ternyata punya banyak cerita Mojok.co

Tegalrejo, kecamatan underrated di pinggiran Kota Jogja yang ternyata punya banyak cerita

20 Agustus 2026
Pengalaman ikut trail run, olahraga yang dahulu saya anggap aneh, tapi akhirnya ketagihan juga Mojok.co

Pengalaman ikut trail run, olahraga yang dahulu saya anggap aneh, tapi akhirnya ketagihan juga

20 Agustus 2026
KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar Mojok.co

KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar

20 Agustus 2026
Daerah Ngagel penuh coffee shop, menunjukkan minimnya ruang publik di Surabaya

Daerah Ngagel penuh coffee shop, menunjukkan minimnya ruang publik di Surabaya

16 Agustus 2026
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyepelekan mahasiswa Administrasi Pemerintahan bukti dia keliru memahami jurusan ini Mojok.co

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyepelekan mahasiswa Administrasi Pemerintahan bukti dia keliru memahami jurusan ini 

22 Agustus 2026
Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura Mojok.co

Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura

20 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.