Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Uang Tidak Bisa Membeli Segalanya, Ini Buktinya!

Erwin Setia oleh Erwin Setia
8 Juni 2019
A A
uang

uang

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu lalu sempat viral di beranda media sosial sebuah tautan. Di situ disebutkan oleh suatu lembaga bernama Boston Private yang mengadakan penelitian ilmiah. Intinya dikatakan ternyata uang bisa membeli kebahagiaan.

Apa lantas saya langsung memercayainya? Eits, tunggu dulu.

Pada zaman ketika kebohongan-kebohongan mudah sekali muncul dari mulutmu, cek dan ricek alias klarifikasi adalah hal yang mutlak harus dilakukan.

Saya tidak begitu saja percaya uang bisa membeli kebahagiaan. Apalagi kalau ada yang berpendapat dengan ini maka bisa membeli segalanya. Itu hal yang terlalu mengada-ada. Bagaimanapun, akhi, ukhti, uang tidak akan bisa membeli surganya Allah. Surga hanya bisa dibeli dengan amal saleh, bukan uang! Eh.

Kalau dengan uang dikatakan bisa membeli mi dan sebutir telur untuk makanan sahur (seperti yang saya alami sendiri dengan sangat mengenaskan menyenangkan), saya percaya. Atau, jika ada yang bilang dengan ini bisa membuat beli kuota internet yang bisa bikin kita eksis dan (kelihatan) pintar, saya setuju.

Tapi, uang bisa membeli segalanya? Oh, no.

Saya punya banyak contoh menggambarkan bahwa uang tidak bisa membeli segalanya. Sebanyak apa pun uang itu. Bagaimana pun, kalau dipikir-pikir, uang hanyalah lembar-lembar kertas atau logam-logam biasa-biasa saja. Bahkan, sekarang uang sudah ada dalam bentuk elektronik alias nggak ada wujud konkretnya. Bila hal semacam itu dikatakan bisa membeli segalanya, tentu kurang masuk di akal.

Kita bisa lihat Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan dan Sheikh Nasser Al-Khelaifi. Bos dua klub sepak bola yang belakangan dikenal begitu jor-joran dalam melakukan pembelian pemain, Manchester City dan Paris Saint Germain (PSG).

Baca Juga:

Sebagai Anak Kos, Saya Muak Lihat Konten TikTok Rp10 Ribu Sehari untuk 3 Kali Makan. Nggak Masuk Akal!

Inilah yang Saya akan Lakukan kalau Punya Duit 1 Miliar

Dua orang itu, dengan kekayaan triliunan, ternyata tetap belum bisa membeli segalanya. Dengan uang, mereka hanya bisa membeli pemain-pemain mahal yang kemudian cuma membuat dua klub itu meraih gelar liga lokal. Sebatas liga lokal. Mereka belum bisa meraih gelar Liga Champions. Padahal, katanya uang bisa membeli segalanya.

Kalau sekadar menjuarai liga lokal, nggak perlulah duit banyak-banyak. Persib Bandung dan Persija Jakarta juga bisa meraihnya.

Lalu ada Harvey Moeis dan Reino Barack. Dua pengusaha muda kaya raya yang tak lain merupakan suami dua selebriti ternama, Sandra Dewi dan Syahrini.

Mereka kaya raya, lho. Tapi, mereka tetap tidak bisa membeli segalanya. Reino Barack—dengan uangnya—hanya bisa mengadakan acara pernikahan di Jepang. Itu kan biasa-biasa saja. Kalau ia bisa menikahi Syahrini di Mars atau Planet Namec, baru luar biasa.

Harvey Moeis juga dikabarkan membelikan jet pribadi untuk buah hatinya bersama Sandra Dewi yang masih berusia 1 tahun. Apakah itu luar biasa? Nggak sama sekali. Sekadar jet pribadi mah Pak Prabowo juga punya. Kalau ia bisa membelikan anaknya pesawat ulang-alik yang mampu mengantarnya pulang-pergi antargalaksi, baru luar biasa.

Kenyataannya Reino dan Harvey, dengan kekayaan mereka yang begitu melimpah, nggak bisa melakukan hal-hal di atas. Nggak bisa membeli semuanya.

Kemudian ada Musdalifah dan Jeff Bezos. Yang pertama adalah perempuan pengusaha yang pernah menikah dengan seorang artis. Sementara yang kedua adalah bos Amazon. Keduanya orang tajir, tak diragukan lagi. Tapi apa mereka bisa membeli segalanya? Ternyata tidak.

Dua orang itu, bahkan untuk membeli keharmonisan rumah tangga dan keterjagaan perkawinan saja tidak bisa. Mereka cerai setelah menggelontorkan uang begitu banyak dalam resepsi pernikahan. Masih mending bapak dan ibu saya. Walaupun nggak punya perusahaan apa-apa, tapi alhamdulillah tetap langgeng hubungannya. Sampai punya lima anak dan enam orang cucu.

Masih banyak lagi contoh-contoh yang membuktikan bahwa uang itu tidak bisa membeli segalanya. Kamu bisa melihat orang-orang terdekatmu. Kamu bisa melihat berita-berita yang berseliweran di media sosial. Betapa banyak bukti nyata bahwa uang sama sekali tidak bisa membeli segalanya.

Uang mungkin bisa membuatmu mendapatkan perempuan yang cantik, kendaraan mewah, dan rumah megah. Mungkin juga bisa membuatmu memperoleh kebahagiaan (meskipun saya masih sangsi sama yang satu ini). Tapi untuk membeli segalanya, uang tidak akan sanggup.

Kenapa? Sebab lembar-lembar kertas dan digit-digit angka sama sekali bukan harga yang pantas untuk bisa menebus segalanya. Camkan itu, kawan!

Terakhir diperbarui pada 17 Januari 2022 oleh

Tags: KebahagiaanKritik SosialManusia ModernUang
Erwin Setia

Erwin Setia

Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

ArtikelTerkait

kimcilisme

Di Tempat Saya, IPNU-IPPNU Bukan untuk Menangkal Radikalisme, Melainkan Kimcilisme

3 Juni 2019
Konten TikTok Jadi Standar Hidup: Masa Bahagia Saja Harus Mengekor Orang Lain?

Konten TikTok Jadi Standar Hidup: Masa Bahagia Saja Harus Mengekor Orang Lain?

11 Oktober 2022
mom shaming

Kumpul Keluarga, Waktunya Mom Shaming

16 Juni 2019
rokok itu baik

Bagaimana Jika Ternyata Rokok itu Baik?

11 Agustus 2019
Ikut Organisasi Mahasiswa Itu Sah-sah Saja, asal Siap Keluar Duit Lumayan

Ikut Organisasi Mahasiswa Itu Sah-sah Saja, asal Siap Keluar Duit Lumayan

4 Januari 2024
pelakor

Sudah Saatnya Berhenti Menggunakan Istilah Pelakor dan Pebinor

20 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal mojok.co

Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal

14 Januari 2026
Nasib Warga Dau Malang: Terjepit di Antara Kemacetan Kota Wisata dan Hiruk Pikuk Kota Pelajar

Nasib Warga Dau Malang: Terjepit di Antara Kemacetan Kota Wisata dan Hiruk Pikuk Kota Pelajar

17 Januari 2026
Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama

Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama

14 Januari 2026
Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja Mojok.co

Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja

16 Januari 2026
Angka Pengangguran di Karawang Tinggi dan Menjadi ironi Industri (Unsplash) Malang

Warga Karawang Terlihat Santai dan Makmur karena UMK Sultan, padahal Sedang Berdarah-darah Dihajar Calo Pabrik dan Bank Emok

12 Januari 2026
8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

15 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • 2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup
  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.