Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Tugas, Apa Tidak Bisa Kamu Ngerjain Dirimu Sendiri?

Lestahayu oleh Lestahayu
22 Mei 2020
A A
tugas kuliah
Share on FacebookShare on Twitter

Mungkin nggak hanya saya yang merasa kalau belakangan ini banyak tugas yang menuntut untuk diselesaikan. Mulai dari tugas sehari-hari di rumah, tugas kuliah dari dosen, tugas sekolah dari guru, tugas koreksian dari murid maupun mahasiswa sendiri, tugas dari atasan di kantor, tugas dari pelanggan, serta sederet tugas lainnya. Kalau nggak cepat-cepat diselesaikan, makin numpuk aja tuh tugasnya.

Ya semua itu memang bisa beres secara tepat waktu, sih. Tapi rasanya kayak nggak habis-habis. Satu tugas selesai, masih ada lagi serentetan tugas lain yang setia menunggu di depan mata. Muter-muter gitu terus, yang ada. Jujur, itu bikin bingung, pusing, dan tentunya capek secara lahir maupun batin.

Hal tersebut bikin saya merenung untuk beberapa saat. Umur si Tugas ini berapa sih, kok masih kayak anak-anak gini? Dia itu nggak mau mulai belajar secara mandiri, apa ya? Mbok ya selesailah sendiri, gitu. Nggak usah terlalu manja dengan harus nunggu selesai atas bantuan orang-orang yang lagi bingung gini.

Ya bener, kedatangan si Tugas itu nggak melulu minta diselesaikan, tapi minta dikerjain. Tapi maaf, lho. Saya bukannya nggak mau menuruti permintaan itu. Sama sekali bukannya saya ini ada rasa nggak terlalu suka terhadap tugas, ya. Tapi apa dia itu nggak khawatir dimarahi bapak dan ibunya, kalau sampai tingkah polahnya itu ketahuan? Hadeeeh. Kayaknya dia perlu diajak berunding dari hati ke hati, deh.

Gas, sini saya kasih tahu biar kamu paham.

Duh, gimana mulainya, ya? Ungkapan hati saya ini bakalan nyelekit. Maaf banget, Gas, kamu harus tahu apa yang sebenarnya membebani hati ini biar kamu nggak salah paham lagi. Karena mau nggak mau saya harus ngomong jujur kenapa saya ogah-ogahan ngerjain kamu. Pokoknya, kamu jangan sakit hati, ya. Kita kan best friend-an sejak lama, jauh sebelum si Corona datang. Masa, kamu mau ngambek gara-gara ditegur?

Jadi gini, Gas. Jujur dari hati yang paling dalam, kamu itu baiiik banget. Selalu datang setiap saat, saban waktu, tanpa meminta imbalan atas kesetiaan yang kamu berikan pula. Pokoknya, kamu itu selalu menemani dalam segala keadaan, baik saat suka maupun duka. Kamu jadi sosok yang begitu perhatian, pengertian, dan nggak pernah bikin kesepian. Kamu selalu ada dalam segala cuaca, nggak pernah peduli panas maupun hujan, tanpa peduli sinyal ada atau nggak. Untuk hal-hal tersebut, kamu pantas mendapat hadiah jempol kanan dan kiri dari saya. Kali ini kamu sukses bikin terharu banget.

Terlebih, kamu itu nggak pernah punya salah ke saya. Kamu nggak pernah nakal, nggak pernah ngajak tawuran, apalagi bikin rusuh dengan nge-prank penduduk bumi sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian YouTuber kebelet kondang. Selain itu, kamu nggak pernah mabuk, merokok, judi, apalagi mengonsumsi obat-obatan terlarang, dan satu lagi: kamu itu non-ghibah.

Baca Juga:

Bekerja Menjadi Akademisi di Surabaya Adalah Keputusan Bodoh, Kota Ini Cuma Enak untuk Kuliah

Dosen Muda Memang Asyik, tapi (Maaf) Saya Lebih Percaya Diajar Dosen Tua

Kamu ini termasuk anak baik-baik, Gas. Datangnya pun sopan banget. Lewat dosen, guru, orang tua, atasan, bahkan melalui hati saya sendiri. Yang jelas, sikap kamu itu jauh dari kata brutal. Kamu juga nggak pernah songong dengan bilang, “Apa yang sudah kamu beri dan lakukan untuk negara???” mentang-mentang kamu banyak berjasa bagi kemajuan pikiran dan perilaku orang kayak saya. Kamu tetap mau jadi diri sendiri yang apa adanya dan nggak neko-neko, tapi terasa begitu berarti.

Lantas, setelah mengetahui rekam jejakmu yang begitu tanpa ada cela, apa saya harus tega ngerjain kamu? Nggak. Saya cukup sadar diri, bahwa ngerjain kamu itu sama sekali nggak lucu.

Jangan salah paham dulu, ya, Gas. Saya bilang gini bukannya males dan penginnya rebahan sambil goler-goleran doang. Saya ini cuma nggak mau menambah dosa sekaligus bikin susah diri sendiri dengan ngerjain kamu. Biarpun menyusahkan diri sendiri itu hobi saya, ngerjain kamu itu tetap bisa jadi beban tersendiri. Kadang saya sampai nggak bisa tidur.

Ya emang sih, sesekali saya jadi kesel kalau kamu datangnya nggak bilang-bilang dulu. Kamu nongolnya bawa pasukan yang nggak kalah bikin jengkel, pula. Kalau kelewat dongkol, saya ngerjain kamu habis-habisan. Tanpa rasa menyesal sedikit pun. Masalah capek lahir dan batin, saya kesampingkan dulu, yang penting kamu selesai dan segera enyah dari hadapan.

Lain halnya kalau hati saya berfungsi dengan baik. Saya malah jadi sungkan setiap kali mau ngerjain kamu dan teman-temanmu. Pasalnya, saya masih bisa mengingat dosa-dosa yang sudah terlalu banyak dan bertumpuk ini. Masa, mau ditambah dengan ngerjain kamu yang nggak ada salah apa-apa? Duh, itu kan namanya nggak ada akhlak. Lalu sebagai gantinya, saya malah mengumpati pihak-pihak yang cuma jadi perantara kedatanganmu. Aneh banget kan, saya ini?

Jadi, saya harap kamu memaklumi alasan kenapa saya sering ogah-ogahan ngerjain kamu. Ya itu tadi. Kamu nggak punya alasan biar saya kerjain, lantaran kamu terlalu baik. Saya pun berharap, dengan begini kamu mulai memikirkan saran saya untuk berubah jadi lebih dewasa dan nggak manja lagi. Ini semua demi kebaikan kamu dan para kawanmu biar kamu nggak ketergantungan terhadap orang-orang.

Saya sangat yakin kamu pasti bisa selesai sendiri, Gas. Dengan begitu kamu ini bakalan jauh lebih puas, jauh lebih lega, lebih bangga, dan nggak dikejar-kejar rasa bersalah karena bikin repot orang-orang yang kamu datangi secara tiba-tiba. Dengan selesai sendiri, seenggaknya kamu juga bisa jadi contoh nyata yang baik bagi Corona biar minggat secara mandiri, sebagaimana yang diharapkan oleh pemerintah dan sebagian rakyat Indonesia yang sampai sekarang masih ngeyelan kelewat nerimo ing pandum tapi di sisi lain maksa-maksa pihak medis untuk terus bertahan.

Kalau belum bisa selesai sendiri, paling nggak ya jangan bikin saya kaget dan bingung. Cukup Pak Jokowi saja yang bikin kaget dan bingung karena kekagetan dan kebingungannya beliau. Kamu dan temanmu jangan ikut-ikutan kayak gitu.

Mohon kerjasamanya ya, Gas!

BACA JUGA Bapak dan Ibu Dosen, Anjuran Kampus Itu Kuliah Online Bukan Ngasih Tugas atau tulisan Lestahayu lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 Mei 2020 oleh

Tags: MahasiswaTugas Kuliah
Lestahayu

Lestahayu

Sebagian orang memanggil saya Hayu, tapi lebih banyak yang memanggil Septi. Pernah pacaran satu kali. Suka menulis cerita fiksi, makanya pengin jadi sahabat PUEBI dan KBBI.

ArtikelTerkait

salah jurusan

Masuk Kuliah: Saatnya Salah Jurusan

2 Agustus 2019
Kantin Kejujuran, Tempat Paling Nikmat bagi Orang Brengsek Beraksi dan Bikin Rugi

Kantin Kejujuran, Tempat Paling Nikmat bagi Orang Brengsek Beraksi dan Bikin Rugi

14 September 2023
laporan ditulis tangan, tulisan tangan jelek penderitaan ciri arti manfaat tanda orang cerdas mojok.co

Emang Ngerjain Tugas dan Laporan Ditulis Tangan itu Masih Relevan, ya?

28 Juni 2020
Dosen Ideal yang Bisa Membantu Mahasiswa Akhir Lulus Segera terminal mojok.co asisten dosen

Pengalaman Saya Nekat Menjadi Asisten Dosen Ilegal: Kena Damprat Petugas Lab hingga Diangkat Jadi Asisten Resmi

22 Februari 2024
4 Perbedaan Kuliah Jenjang D4 dan S1 yang Perlu Dipahami biar Nggak Salah Pilih

4 Perbedaan Kuliah Jenjang D4 dan S1 yang Perlu Dipahami biar Nggak Salah Pilih

16 Agustus 2025
3 Pertanyaan yang Bikin Mahasiswa Jurusan Pertanian Kesal Mojok.co

3 Pertanyaan yang Bikin Mahasiswa Jurusan Pertanian Kesal

29 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar Mojok.co

Bagi-bagi Takjil yang Niatnya Mulia tapi Kadang Bikin Jalanan Jadi Macet dan Ricuh

7 Maret 2026
Yamaha Lexi Tercipta Untuk Orang Malang, Santai tapi Tegas (Wikimedia Commons)

Yamaha Lexi Adalah Motor yang Terlalu Santai tapi Sebenarnya Tegas, Paling Cocok Dipakai oleh Orang Kota Malang

8 Maret 2026
Lebaran Membosankan Adalah Fase Pendewasaan yang Pahit (Unsplash)

Lebaran Membosankan Adalah Fase Pendewasaan yang Lebih Pahit dari Obat Puyer

12 Maret 2026
Yamaha Vega Force: Takhta Tertinggi Motor Entry Level yang Tak Boleh Dilewatkan

Yamaha Vega Force: Takhta Tertinggi Motor Entry Level yang Tak Boleh Dilewatkan

9 Maret 2026
9 Jenis Kucing Pemikat Rezeki Menurut Serat Katuranggan Kucing (Unsplash)

9 Jenis Kucing Terbaik yang akan Mendatangkan Rezeki Menurut Serat Katuranggan Kucing

7 Maret 2026
Blok GM Semarang: Ketika Estetika Anak Skena Menumbalkan Hak Pengguna Jalan

Blok GM Semarang: Ketika Estetika Anak Skena Menumbalkan Hak Pengguna Jalan Semarang

11 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”
  • Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto
  • Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah
  • Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata
  • Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”
  • Rangkaian Penderitaan Naik Travel dari Jogja Menuju Surabaya: Disiksa Selama Perjalanan oleh Sopir Amatiran, Nyawa Penumpang Jadi Taruhannya. Sialan!

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.