Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Jalan Tol Trans Sumatera Bakauheni-Palembang Ampas, Kalah Bagus sama Jalan Depan Rumah Saya

Mohammad Arfan Fauzi oleh Mohammad Arfan Fauzi
17 Juli 2024
A A
Jalan Tol Trans Sumatera Bakauheni-Palembang Ampas, Kalah Bagus sama Jalan Depan Rumah Saya

Jalan Tol Trans Sumatera Bakauheni-Palembang Ampas, Kalah Bagus sama Jalan Depan Rumah Saya (Firzafp via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Lewat tol Trans Sumatera ruas Bakauheni-Palembang boro-boro nyaman dan aman, yang ada bikin pengendara waswas.

Jalan tol seharusnya jadi akses bebas hambatan bagi para pengendara yang melaluinya. Begitulah yang ada di benak saya ketika melewati tol. Seharusnya sudah jadi kewajiban bahwa tanpa hambatan adalah apa yang bisa didapatkan pengendara sebagai pelayanan yang diberikan jalan tol. Kan sebagai pengendara, kita bayar.

Salah satu jalan tol yang paling baru di Indonesia adalah jalan tol Trans Sumatera. Rencananya tol ini akan menghubungkan wilayah Lampung sampai Aceh, walaupun belum tahu kapan bisa jadi seutuhnya tersambung dari selatan sampai utara, ya sudah nggak apa-apa.

Tol Trans Sumatera mempercepat waktu tempuh para pengendara

Dari sekian banyak seksi tol Trans Sumatera yang sudah selesai, ruas paling panjang saat ini di rangkaian tol ini adalah rute Bakauheni di Lampung sampai Palembang di Sumatera Selatan. Walaupun bukan ruas yang paling awal dioperasikan, keberadaannya cukup vital buat para penglaju Pulau Andalas seperti saya.

Bagi yang sering pergi ke daerah Sumatera, terutama bagian selatan, pasti sudah nggak asing lagi dengan tol baru ini. Ya, bagi banyak orang—tak terkecuali saya—kehadiran tol Trans Sumatera ibarat secercah harapan. Ketimbang lewat jalan lintas Sumatera tengah malam yang sempit, lama, dan seram itu, lebih enak lewat tol kan meskipun bayar.

Memang di sisi lain, jalan tol yang mulai dioperasikan bertahap per seksi sekitar tahun 2018 ini membantu mempercepat mobilitas pengendara, terutama dari Pulau Jawa ke Sumatera bagian selatan dan sebaliknya. Jadi, yang biasanya perjalanan dari Bakauheni ke Palembang terasa lama karena menghabiskan waktu semalaman, kini jadi jauh lebih cepat daripada balasan chat gebetan. Cuma butuh waktu 3-4 jam berkendara lewat tol Trans Sumatera, tentu saja tergantung skill mengemudi pengendara.

Okelah, kehadiran tol ini memang banyak plusnya, terutama dari segi waktu tempuh dan minim hambatan seperti yang biasanya kita temui saat lewat jalur lintas Sumatera. Tapi gimana ya, tol Trans Sumatera ruas Bakauheni-Palembang ini masih jauh dari kata nyaman, aman, apalagi tentram. Soalnya kontur jalannya bikin pengendara yang lewat bergoyang.

Jalan tol yang bergelombang dan nggak mulus bikin nggak nyaman

Bukan tanpa alasan saya berkata demikian. Pasalnya, hampir di setiap titik patok kilometer tol Trans Sumatera Bakauheni-Palembang kayaknya nggak ada yang mulus sama sekali. Jalannya sangat dinamis alias bergelombang, Bos. Malah kayaknya juga nggak bakal ada kecelakaan akibat microsleep kalau lewat sini. Jangankan pengemudi, penumpangnya saja bakal susah banget tidur enak kalau lewat sini saking jalannya nggak rata.

Baca Juga:

4 Kuliner Populer Palembang yang Nggak Cocok untuk Semua Lidah

Hal-Hal yang Nggak Saya Sukai dari Gandus Palembang, Bau Pabrik Karet hingga Berasa Dipanggang Matahari

Memang hampir setiap ruas jalan di sini dibangun dengan sistem beton, beda dengan kebanyakan tol yang sudah lama beroperasi yang memakai aspal untuk permukaannya. Tapi, bukan berarti mengurangi kualitas jalan juga, kan?

Tambah lagi bukan cuma kontur jalannya yang nggak rata, di sepanjang tol Trans Sumatera ini sudah pasti tiap beberapa meter sekali ada bagian jalan yang sudah bolong, pecah, bahkan sedikit ambles dan nggak diapa-apain. Waduh. Ini pun belum termasuk sambungan jembatan yang kadang ada saja yang menonjol atau terkelupas. Kendaraan dengan suspensi sebagus apa pun tetap membal-membal kalau lewat sini. Yakin, deh.

Kalah bagus sama jalan depan rumah saya

Kalau mau dibandingkan, jalan tol Trans Sumatera dan jalan depan rumah saya, masih bagusan jalan depan rumah saya, lho. Jalan yang dibangun developer perumahan jauh lebih rata padahal sama-sama pakai beton dan dicor. Masa jalan tol yang notabene kita bayar malah disajikan jalan yang bopeng gitu. Rugi, dong.

Nggak cuma soal kenyamanan, keamanan tol Trans Sumatera dari Bakauheni ke Palembang ini juga harus dipertanyakan. Dengan tipikal jalan kayak gitu, sudah pasti risiko kecelakaan jadi lebih besar. Apalagi di sepanjang jalan tol nggak ada penerangan apa pun kecuali mendekati simpang susun pintu keluar atau dekat rest area. Sisanya? Gelap gulita tanpa ada setitik cahaya kecuali lampu kendaraan yang lewat.

Semoga ke depannya ada perbaikan kualitas, deh. Jangan cuma diperpanjang terus tuh ruas jalannya, tapi coba ruas jalan tol yang sudah ada juga diperhatikan lagi kualitasnya. Padahal tarif tol sudah naik beberapa kali dengan alasan penyesuaian, tapi PR nggak pernah dikerjakan. Jangan sampai ada kecelakaan fatal, nanti yang disalahin malah tumbal penggusuran!

Penulis: Mohammad Arfan Fauzi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Jalan Layang MBZ: Jalan Tol yang Nggak Sekaya Namanya. Boro-boro Nyaman, Keamanannya Saja Diragukan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Juli 2024 oleh

Tags: Bakauhenijalan tolpalembangpilihan redaksitol Trans Sumatera
Mohammad Arfan Fauzi

Mohammad Arfan Fauzi

Seorang pedagang ayam bakar yang juga wartawan media nggak terkenal.

ArtikelTerkait

Sisi Gelap Kerja di Pemerintahan: Enak, sih, kecuali Jadi Ajudan Pimpinan Instansi Daerah

Sisi Gelap Kerja di Pemerintahan: Nggak Enaknya Jadi Ajudan Pimpinan Instansi Daerah

6 April 2023

21 Benda di Twit Meja Kerja Jokowi Ini Harus Dibawa Saat Pandemi

12 Oktober 2021
Kenapa Banyak Kucing Berdatangan setelah Kita Memberi Makan Kucing Liar_ terminal mojok

Kenapa Banyak Kucing Berdatangan setelah Kita Memberi Makan Kucing Liar?

26 September 2021
7 Playlist Lagu yang Selalu Ada dalam Mobil Dinas Pelat Merah Terminal Mojok

7 Playlist Lagu yang Selalu Ada dalam Mobil Dinas Pelat Merah

4 Januari 2022
3 Hal Ini Seharusnya Ada di Bukittinggi, Hidup Pasti Akan Lebih Nyaman Mojok.co

3 Hal Ini Seharusnya Ada di Bukittinggi, Hidup Pasti Akan Lebih Nyaman

6 Januari 2024
Kelok 44, Manifestasi Keindahan Sekaligus Ketakutan yang Menghubungkan Kabupaten Agam dan Bukittinggi

Kelok 44, Manifestasi Keindahan Sekaligus Ketakutan yang Menghubungkan Kabupaten Agam dan Bukittinggi

6 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tasikmalaya, Kota dengan UMK Imut yang Penuh Coffee Shop Baru

Tasikmalaya, Kota dengan UMK Imut yang Penuh Coffee Shop Baru

9 Juli 2026
Ketika arah mata angin jadi masalah buat orang Jogja di Jakarta (Unsplash)

Sulitnya menjelaskan arah mata angin di Jakarta dari perspektif orang Jogja

11 Juli 2026
Orang Madura Serasa “Tamu” di Universitas Trunojoyo Madura, Mahasiswa hingga Dosen Isinya Pendatang Mojok.co

Nasib Alumni Universitas Trunojoyo Madura: Balik ke Rumah Menanggung Ekspektasi Orang Sekampung, Merantau Malah Jadi Insecure

7 Juli 2026
Maganghub Kemnaker, program waras pemerintah yang layak dipertahankan Mojok.co

Maganghub Kemnaker, program waras pemerintah yang layak dipertahankan 

8 Juli 2026
Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar” Mojok.co Surabaya

Berhenti membandingkan Malang dan Surabaya: karakteristiknya beda, kenapa berusaha (terlalu) keras untuk membandingkannya?

10 Juli 2026
Sensus Ekonomi 2026 Hasilkan Sampah, Petugas BPS Dianggap Intel (Unsplash)

Sensus Ekonomi 2026 Cuma Hasilkan Sampah, Petugas BPS Dianggap “Intel Pajak” oleh Warga

5 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.