Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Hati-hati Beli Rumah di Gunungkidul, Banyak Developer Bodong!

Umi Hartati oleh Umi Hartati
9 Mei 2024
A A
Hati-hati Beli Rumah di Gunungkidul, Banyak Developer Bodong!

Hati-hati Beli Rumah di Gunungkidul, Banyak Developer Bodong! (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Tulisan ini berawal dari pengalaman pribadi saya yang apes karena bertemu developer abal-abal saat mencari rumah di Gunungkidul. Bermula dari saya dan suami yang memutuskan untuk mencari rumah karena selama ini masih tinggal dengan orang tua. Saya dan suami merasa tabungan kami sudah cukup untuk DP perumahan dan kekurangannya dibayar secara cash tempo. Kami memang sepakat untuk menghindari KPR.

Singkat cerita, bulan April 2023 lalu, saya membaca seliweran iklan sebuah perumahan di Playen, Gunungkidul, dengan konsep Islami di Facebook. Nggak cuma di Facebook, baliho dan promo marketingnya pun ada di mana-mana. Bahkan dalam brosurnya, perumahan ini mengaku bekerja sama dengan salah satu ormas Islam dan sebuah pondok pesantren yang terkenal di Gunungkidul. Lebih meyakinkannya lagi, di halaman calon perumahan itu pernah ada sebuah acara pengajian akbar yang dihadiri pejabat-pejabat Gunungkidul.

Sebagai orang yang ingin tinggal di lingkungan beragama, tentu ini sangat menarik bagi saya. Lokasi rumah incaran kami pun strategis. Tidak jauh dari rumah orang tua dan mertua, dekat dengan tempat kerja suami, dekat dengan rumah teman-teman SMP saya, dan yang terpenting harganya sangat murah. Bayangkan, rumah dengan kualitas premium ukuran 40/98 meter persegi hanya mereka jual dengan harga 190 juta. Sementara dengan tipe yang sama, rumah lain di Gunungkidul sudah dijual di atas 230 juta.

Akhirnya memutuskan survei rumah di Gunungkidul

Tanpa babibu, akhirnya saya dan suami memutuskan untuk survei ke lokasi perumahan. Sampai di sana, kami sedikit kaget karena masih banyak rumah yang belum ditempati. Kata marketingnya, baru ada 3 rumah yang ditinggali.

Waktu itu saya sempat ragu lantaran konsep perumahan yang ditawarkan seperti di iklan belum terlihat dan sempat berpikir pula kalau itu adalah perumahan mangkrak. Namun, saat itu saya justru bertemu dengan teman saya yang ternyata menjadi salah satu warga dari tiga warga di perumahan tersebut.

Pikiran negatif saya pun seketika hilang. Saya berpikir kalau teman saya saja tinggal di sana, tidak mungkin kalau itu perumahan abal-abal. Apalagi teman saya mengambil KPR di bank yang mana bank pasti akan kroscek dulu sebelum acc.

Akhirnya saya dan suami sepakat untuk booking kavling di sana dengan sistem pembayaran cash tempo. Developer rumah bilang, syarat cash tempo adalah membayar 50 persen dari harga rumah, dan sisanya diangsur selama dua tahun. Kami deal dengan membayar 100 juta di awal dengan kontrak pengerjaan maksmimal 120 hari, dan apabila terjadi wanprestasi seluruh uang yang kami bayarkan akan dikembalikan.

Developer mendadak susah dihubungi setelah DP dibayarkan

Usai kami transfer 100 juta, pondasi rumah mulai dibangun. Waktu itu menjelang Idul Adha. Usai pondasi, tukang-tukangnya libur dengan alasan Idul Adha. Tapi setelah itu tukangnya nggak balik-balik lagi.

Baca Juga:

Tidak Melulu Soal Hantu, Punya Rumah Dekat Kuburan Jadi “Horor” karena Susah Laku

4 Culture Shock yang Saya Rasakan sebagai Orang Demak Saat Pertama Kali Main ke Pantai Gunungkidul

Setiap kali saya tanya ke developer perumahan Gunungkidul tersebut, katanya mau dilanjut tanggal sekian. Lewat tanggal itu janji lagi tanggal sekian, dan seterusnya hingga lewat tiga bulan. Setelah saya desak terus, developer semakin slow respons saat dihubungi.

Usut punya usut, ternyata para customer yang membeli rumah di perumahan Gunungkidul itu juga punya masalah dengan si developer. Tak terkecuali teman saya yang mengambil rumah di sana. Developer janji memberikan cashback karena teman saya mengambil rumah saat harga promo, namun cashback tak kunjung diberikan sementara teman saya sudah mulai mengangsur KPR di bank.

Penghuni satunya lagi malah sudah lunas membayar cash tempo, namun sertifikat rumah tak kunjung diberikan si developer. Ada lagi penghuni yang bekerja di Freeport sengaja beli rumah di Gunungkidul. Dia berharap saat mudik rumahnya sudah bisa ditempati. Namun ternyata saat pulang, kamar mandi dan dapurnya masih blong-blongan alias belum dikerjakan. Padahal dia adalah customer pertama yang ditangani developer rumah Gunungkidul ini.

Singkat cerita, developer rumah semakin ruwet dan susah dihubungi. Hingga akhirnya, di penghujung tahun 2023 lalu, saya mengumpulkan bukti-bukti dan bertekad melaporkan ke polisi kalau uang kami tidak kembali. Begitu kami beri tahu akan dilaporkan polisi, pihak developer rumah langsung beriktikad baik, 20 juta kami dikembalikan.

Akan tetapi setelah itu mereka mulai slow respons kembali, hingga terus kami desak dengan ancaman-ancaman. Alhamdulillah, uang itu masih menjadi rezeki keluarga kami. Menjelang Lebaran kemarin, uang kembali 90 juta. Kami masih terus berusaha mendesak sisanya.

Ternyata korban developer abal-abal bukan hanya saya

Pernah menjadi korban developer abal-abal, tentu membuat saya lebih aware lagi saat mencari rumah. Karena ternyata setelah saya kroscek, masih banyak developer rumah nakal di Gunungkidul.

Beberapa waktu lalu saya bertemu iklan yang lebih nggak masuk akal. Rumah dengan tipe 60 dan luas tanah lebih dari 100 meter persegi di daerah Wonosari hanya dijual seharga 200 juta! Setelah saya kroscek dengan warga kampung sekitar perumahan itu, ternyata dulunya itu calon perumahan elite. Sayangnya pihak developer kabur dan sertifikat tanahnya belum pecah, sehingga penghuni yang sudah membeli di sana belum mempunyai sertifikat.

Ada lagi cerita teman saya yang membeli rumah di daerah Semanu, Gunungkidul. Developernya kabur dan jalan perumahannya belum dibangun. Alhasil jalan menuju perumahan rusak parah, roda kendaraan yang jadi korban. Beruntung tidak berapa lama perumahan teman saya ini diambil alih developer lain, jadi jalanan segera diperbaiki, dan rumah-rumah yang belum laku tidak jadi mangkrak.

Tips membeli perumahan di Gunungkidul agar tidak tertipu developer nakal

Setelah mempelajari beberapa kasus developer rumah nakal, saran saya yang pertama adalah carilah developer lokal. Kalau di Gunungkidul, developer rumah lokal seperti PT Sudibyo Timbul Sukses atau PT Santoso Cipta Sejahtera. Kalau terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan akan lebih mudah dicari. Kalaupun bukan developer lokal, jangan lupa untuk cek dan ricek track record-nya.

Upayakan juga mencari perumahan yang sudah terbentuk kawasan. Perumahan yang sudah terbentuk kawasan menandakan bahwa mereka berada di naungan developer yang amanah. Namun juga tidak keliru untuk menjadi pelopor atau penghuni pertama. Hanya kembali lagi harus melihat track record developer. Salah-salah kita bisa hidup sendirian tanpa tetangga.

Jangan tergiur dengan promo rumah murah! Justru rumah murah dengan spesifikasi yang wah perlu diwaspadai. Apalagi kalau harga rumah di tempat lain selisihnya jauh lebih mahal. Sudah pasti yang menawarkan itu developer abal-abal.

Terakhir, kalau kalian mempunyai prinsip tidak ingin KPR, pastikan uang kalian sudah benar-benar cukup untuk membeli rumah. Lebih baik hindari cash tempo, KPR in house, atau segala sesuatu yang sifatnya mengangsur langsung dengan developer. Karena risikonya kalau pihak developer kabur, kalian akan susah mengurusnya.

Siapa pun yang ingin mempunyai rumah semoga dimudahkan, dan dihindarkan dari rayuan-rayuan developer nakal. Semoga juga para developer rumah bodong seperti di Gunungkidul ini segera diberi hidayah agar hidupnya menjadi berkah.

Penulis: Umi Hartati
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Kenapa Gen Z dan Milenial Tak Beli Rumah? Karena Memang Tak Bisa. Gaji Sekecil Itu Berkelahi dengan Bunga KPR, ya Rungkad!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Mei 2024 oleh

Tags: beli rumahdeveloperdeveloper rumahGunungkidulkomplek perumahanperumahanpilihan redaksiRumah
Umi Hartati

Umi Hartati

Menulis adalah jejak hidup.

ArtikelTerkait

Perempatan Informa, Titik Paling Kacau di Cinere Depok. Saking Kacaunya, Saya Pernah Mati Kutu Selama 1 Jam di Sini!

Perempatan Informa, Titik Paling Kacau di Cinere Depok. Saking Kacaunya, Saya Pernah Mati Kutu Selama 1 Jam di Sini!

17 Juni 2024
Desa Kedung Wedus Kabupaten Tegal: Dulu Dikenal sebagai Sarangnya Maling, Menggandeng TNI sebagai Solusi

Desa Kedung Wedus Kabupaten Tegal: Dulu Dikenal sebagai Sarangnya Maling, Menggandeng TNI sebagai Solusi

19 Juni 2024
Tommy Soeharto, Sebenar-benarnya Standar Sukses Usia 22 Pemuda Indonesia Terminal Mojok.co

Tommy Soeharto, Sebenar-benarnya Standar Sukses Usia 22 Pemuda Indonesia

14 April 2022
orang desa, anak kuliahan

Bagi Saya, Masyarakat Desa Adalah Potret Indonesia yang Sebenarnya

16 Mei 2020
Tak Perlu Kaget Keraton Surakarta Memberi Gelar kepada Gus Samsudin

Tak Perlu Kaget Keraton Surakarta Memberi Gelar kepada Gus Samsudin

30 Desember 2022
Sebagai Orang Magelang, Saya Menuntut Adanya Malioboro di Kota Ini Terminal Mojok.co

Sebagai Orang Magelang, Saya Menuntut Adanya Malioboro di Kota Ini

16 Mei 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gaji ke-13 PNS: Tradisi Musiman yang Dirayakan dengan Sepatu Baru dan Kecemasan Baru

4 Tempat Ngutang Favorit PNS untuk Kebutuhan Hidup dan Membuat Diri Mereka Terlihat Kaya

25 April 2026
4 Alasan Samarinda Ideal untuk Bekerja, tapi Tidak untuk Menua

Curahan Mahasiswa Baru Samarinda: Harus Mencicil Motor karena Tak Ada Kendaraan Umum di Samarinda, padahal Bukan Orang Berduit

22 April 2026
Purwokerto Dipertimbangkan Orang Kota untuk Slow Living, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru Mojok.co

Purwokerto Jadi Tempat Slow Living Orang Kota, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru

22 April 2026
Pantai KIW Edge, Pantai Terbaik Semarang yang Sebenarnya Bekas Tambak di Kawasan Pabrik

Pantai KIW Edge, Pantai Terbaik Semarang yang Sebenarnya Bekas Tambak di Kawasan Pabrik

27 April 2026
6 Tanda Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan Mojok.co

6 Ciri Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan

22 April 2026
4 Menu Janji Jiwa yang Perlu Dihindari biar Nggak Rugi, Saya Aja Kapok Pesan Lagi

Kopi Janji Jiwa Mungkin Sudah Bukan di Posisi Teratas Kopi Kekinian, tapi Menyebutnya Air Comberan Jelas Adalah Penghinaan

24 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Merenungi Tragedi KRL Cikarang usai Peristiwa Daycare Jogja, Potret Nyata Perempuan yang Tetap Berjuang di Tengah Stigma
  • YUHU. Rilis Single Baru “Bertemu Di Sini”: Definisi Rindu Itu Bersifat Universal
  • Magang di Jakarta Terkesima Terima Gaji 2 Kali UMR saat Kerja di Jogja, Hidup Bisa Foya-foya dan Tak Menderita
  • Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara
  • Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
  • Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.