Tips Ajari Pacar Operasikan Google Maps, agar Kencan Tidak Sesat di Jalan – Terminal Mojok

Tips Ajari Pacar Operasikan Google Maps, agar Kencan Tidak Sesat di Jalan

Artikel

Saya selaku laki-laki mengakui bahwa saya nggak gampang hafal jalan ketika keluar. Terutama ketika sedang kencan ke luar kota yang jarak tempuhnya melebihi dua jam, jika menggunakan sepeda motor. Apalagi ketika jalan yang ditempuh hanya pernah saya lewati sekali dua kali.

Alhamdulillah-nya, saya terlahir dan hidup sebagai Homo Technologicus, atau gampangnya makhluk pengguna teknologi, bergantung pada teknologi. Salah satunya yakni Google Maps, yang memandu saya ke mana pun saya pergi ketika nggak tau jalan. Terutama ketika sedang kencan, kebanyakan saya memanfaatkan aplikasi ini untuk bepergian. Pasalnya, kebanyakan kencan saya didominasi bepergian ke luar kota dan membutuhkan panduan aplikasi ini tentunya.

Alhamdulillah-nya lagi, saya memiliki pacar yang cukup mahir mengoperasikan Google Maps, yang mana ini sangat membantu saya ketika berkendara jauh dan ketika tak tau jalan. Apakah saya sombong? Tentu, saya sombong, tapi dikit. Pasalnya, perempuan yang mahir menggunakan Google Maps adalah perempuan yang langka di muka bumi ini. Bukankah begitu? Oleh karena itu, saya sangat bersyukur karena itu.

Kalau pasanganmu belum mahir-mahir amat menggunakan aplikasi ini. Saya akan berbagi informasi bagaimana caranya memberitahu mereka soal hal mendasar dalam menggunakan Google Maps.

#1 Pastikan GPS dan jaringan data menyala

Jika kedua fitur ini nggak menyala, sampai zaman Doraemon diciptakan pun, Google Maps nggak akan dapat berfungsi. Pasalnya, GPS akan mendeteksi lokasi pengguna dan jaringan data sebagai syarat utama untuk online di Google Maps.

Baca Juga:  Serba Serbi Ragam Tipikal Penonton Bioskop

#2 Memastikan lokasi tujuan sudah benar

Sebelum jalan, pastikan terlebih dahulu lokasi tujuan di Google Maps sudah benar dan sesuai keinginan atau belum. Saya sendiri biasa memastikannya dengan membaca deskripsi lokasi seperti alamat dan melihat foto lokasi di Google Maps.

#3 Menentukan jalan

Nah, ini yang sangat penting dan sering menjadi faktor pertikaian sesat di jalan. Jadi, ajarkan pasangan kalian terlebih dahulu untuk menentukan jalan yang benar. Jika memilih menggunakan jalan tol, pastikan menggunakan rute mobil dan biasanya jalur tol berwarna kuning di Google Maps.

Jika menggunakan jalan umum, pastikan menggunakan jalan raya utama. Biasanya jalan raya utama berukuran lebih besar daripada jalan tikus di aplikasi ini. Jangan sampai menggunakan jalan tikus, meskipun mbah Google menjanjikan perjalanan yang singkat. Pasalnya, sepengalaman saya, menggunakan jalan tikus biasanya malah banyak buletnya, dan berpotensi nyasar ke mana-mana nggak karuan.

#4 Lihat, apakah Google Maps berfungsi dengan baik

Ajarkan pasangan Anda untuk dapat memastikan aplikasi ini berfungsi dengan baik. Lihat, apakah tanda panah berwarna biru berjalan mengikuti jalur biru yang ditunjukkan Google Maps atau tidak. Jikalau tanda panah biru malah melawan jalur yang ditunjukkan, berarti Anda berjalan salah arah. Jika tanda panah biru nggak jalan, ada dua kemungkinan: sinyalnya nggak mendukung atau HP-nya minta diisi paket internet.

Baca Juga:  Menjelaskan Peran Milenial kepada Bu Megawati Adalah Hal yang Sia-sia

#5 Memberitahu jika mendekati belokan

Ini juga nggak kalah penting. Ajarkan pasangan Anda agar memberitahu Anda ketika mendekati sebuah belokan. Supaya Anda nggak dadakan ketika berbelok. Dan, perlu diingat juga bahwa memberitahunya itu ketika “mendekati” sebuah belokan, bukan pas ada belokan baru bilang. Itu namanya ngajak tawuran orang sekampung. Aplikasi ini sendiri biasanya memberi peringatan ketika mendekati belokan, kok.

#6 Mendeteksi kemacetan

Mungkin ini nggak begitu penting, tapi cukup bermanfaat bagi pengemudinya, agar dapat mengantisipasi kemacetan. Biasanya sih, kalau rute jalan berwarna merah, menunjukkan macet polll, warna kuning menunjukkan agak macet, dan jika berwarna biru jalanan dalam kondisi lancar jaya.

Jika di Google Maps terdapat jalan alternatif, monggo-monggo saja melewati jalur tersebut. Namun, ketika sudah melewati kemacetan, maka kembalilah ke jalur utama, jangan sampai nyaman di jalur alternatif alias jalur tikus terus (kembali ke poin 3). Namun, jika nggak ada jalur alternatif, bersabarlah dengan lapang dada.

BACA JUGA Sulit Romantis dengan Pacar yang Nggak Bisa Baca Google Maps dan tulisan Mohammad Maulana Iqbal lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.