Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Gadget

Sulit Romantis dengan Pacar yang Nggak Bisa Baca Google Maps

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
27 Januari 2021
A A
Sulit Romantis dengan Pacar yang Nggak Bisa Baca Google Maps terminal mojok.co

Sulit Romantis dengan Pacar yang Nggak Bisa Baca Google Maps terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Perkara pengin romantis-romantisan sama pacar pas lagi dalam perjalanan bisa gagal hanya karena nggak bisa baca Google Maps, Lur~

Perempuan dan teknologi itu menurut saya pribadi, biasa saja. Sama seperti laki-laki dengan peranti penggerak kebanyakan, alias semua itu sama saja. Walau kadang ada guyonan, jangan biarkan perempuan kirim lokasi via WhatsApp. Biasanya lokasinya bakal mblayang ke mana-mana.

Nah, untuk kasus yang satu ini saya agak percaya dan mengakui keabsahannya karena ibu saya pernah kirim lokasi yang jaraknya berbeda 5 kilometer jauhnya dari titik di mana blio berada. Masyaallah.

Segaptek-gapteknya saya, sebagai homo sapiens, babagan teknologi bukan masalah. Apalagi hanya kirim lokasi. Tinggal cari, tunggu sebentar, titik lokasi sudah benar, baru kirim. Bukan suatu hal yang problematik-problematik amat. Ibu saya mungkin kurang teliti saja. Amat sepele.

Nah, dari sekian banyak narasi menggelikan antara manusia dan teknologi, kok ya bisa-bisanya ada jenis manusia yang nggak bisa baca Google Maps. Ini lho, sebuah zaman yang telah lewat jauh dari masa berburu dan meramu. Di sebuah masa di mana kjokkenmoddinger jadi bahan penelitian yang menarik, kok ya bisa-bisanya ada jenis manusia yang amat problematik dengan Google Maps?

Betapa nahasnya, pacar saya sendiri adalah contoh salah satu manusia yang berkelindan dengan Google Maps. Entah punya sentimen apa, membaca peta adalah pilihan terburuk baginya. Selain nggak paham lor, kidul, wetan, dan kulon, bisa-bisanya blio juga nggak bisa mengartikan dan menerjemahkan peta di dalam Google Maps.

Kalau konteksnya salah membaca peta untuk urusan yang nggak penting sih, ya, bisalah dikatakan menggemaskan. Misalnya nggak tahu tempat A atau B, itu masih wajar. Tapi, ya nek kesalahan membaca peta ini bikin kami jalan berkilo-kilo jauhnya sih ya bukan menggemaskan, tapi mualah nggawe kuesel sikil, Buos. Begini lho ceritanya….

Minggu ini kami memutuskan untuk pergi ke Solo karena dia sedang ada urusan. Urusannya apa, itu bukan perkara penting. Yang terpenting adalah kami menggunakan Prameks paling pagi dan pacar saya ini nggak tahu lokasi tujuan yang akan ia sambangi di Solo. Jangankan Anda, lha wong saya sendiri juga bingung dengan konsep hidupnya bagaimana.

Baca Juga:

Alasan Orang Solo Lebih Hafal Jalan Tikus daripada Jalan Utama

Sulitnya Nyetir di Jakarta: Salah Belok, Salah Jalur, Bisa Fatal!

Sampai di Solo, kami sengaja turun di Stasiun Purwosari, stasiun kedua terakhir dalam rute Prameks dari arah Jogja. Turun di sana, ceritanya, sih, kami mau naik Batik Solo Trans guna menuju Solo Balapan. Yah, namanya juga turis lokal.

Tampak lancar, kan, rencana perjalanan kami? Namun, hal bajingan dimulai kala blio dengan niat tekun mengambil alih navigasi perjalanan kami. Di kota orang lho ini. Kotanya Mas Gibran anaknya Pak Jokowi.

“Cari halte Batik Solo Trans paling dekat, Mas. Halah gampang,” katanya sambil ngubek-ngubek ponsel saya, membuka Google Maps. Ia tak mau batre ponselnya berkurang. Dengan serius ia mengarahkan saya ke lokasi halte terdekat. Di luar Purwosari, kok ya rasanya metropolis sekali. Langsung berhadapan dengan jembatan layang yang gagah dan deru mesin menyapa kami.

Kata pacar saya, setelah keluar dari Stasiun Purwosari, belok kiri. Saya hanya manggut-manggut mengiyakan. Wes, bebas pokoknya dia berekspresi. Setelah keluar dari gerbang stasiun, kok ya bisa-bisanya ini bocah mlipir ke kanan. Saya curiganya nih ya, konsep kanan dan kiri saja kayaknya belum khatam.

“Kok nganan? Katanya ngiri?” tanya saya. Wajahnya yang kadung serius, membuat saya nggak tega mengganggu lebih jauh. Ya sudah, bebas mau ngarahin ke mana.

Kalau Dilan di posisi saya, mungkin sudah gatel pengin ngegombal. Mungkin dengan kata-kata klasik macam ini, “Kamu kalau lagi bingung jadi kayak para pejabat di Senayan sana. Pura-pura mikir padahal nihil,” mungkin begitu.

Coba saja Mas Dilan sekali-kali gombalin pacar saya, jangan Mbak Milea terus yang hobi mesam-mesem. Saya jamin, sejam ngegombalin juga bakalan mumet karena pacar saya ini terus mengarahkan lokasi yang makin menjauh dari titik pencarian dari halte ke halte.

“Aku yakin ke arah sini, deh,” katanya sembari nggeret saya ke seberang jembatan layang. Saya yang nggak hapal-hapal amat daerah Laweyan, tapi ya saya bisa tahu bahwa kami melangkah sudah amat ngualaaaaaang!

“Tapi kan di Google Maps itu haltenya hanya di depan stasiun, Dek,” kata saya mencoba sabar, padahal hati sudah kemlupuk pengin muntab atas nama bajingaaaan.

“Nggak, Mas. Di seberang jalan, kok,” ia masih kekeuh dengan pendapatnya. Ia memaksa nyebrang jalan. Saya turuti.

Wes to, saya turuti daripada ribet. Satu kilo, dua kilo, tiga kilo, kami malah menelusuri jalan-jalan sempit dan menjauh dari Purwosari. Welha, pitikih, kami malah keluar dari arteri utama Jalan Slamet Riyadi menuju Parang Laris kemudian ke Parang Kusumo. Bahkan para kuli bangunan kebingungan ada manusia lewat teritori mereka yang sedang sepi-sepinya.

Sampai di Jalan Perintis Kemerdekaan akhirnya ia menyerah, saya muntab. Ia malah tertawa ngakak. Sedang keringat mengucur deras dari kening, punggung, bahkan sampai pantat saya. Ponsel saya panas, kami kesasar. Misuh adalah hobi saya dan tugasnya hanya menerima dengan tawa.

“Ada halte paling dekat dari sini, Mas. Namanya Halte Kasih Ibu!” katanya dengan serius dan masih bersemangat.

Ya memang benar sih ada halte di depan RS Kasih Ibu. Tapi kok ya selo banget kami melewati beberapa halte yang jelas-jelas nggak sejauh Halte Kasih Ibu.

Ia jadi serius lagi, menimang-nimang jalan terbaik dari Jalan Perintis Kemerdekaan menuju RS Kasih Ibu yang jaraknya hanya satu plintengan jaran. Sedangkan saya hanya bisa mbatin dan ngelus dada. Wes to, kasih Ibu sepanjang masa, kasih pacar itu hanya sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan!

BACA JUGA Google Maps Ternyata Juga Hobi Ngeprank dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 November 2021 oleh

Tags: google mapsnyasarpacar romantis
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

Google Maps Menyesatkan Adalah Fitnah dari Orang-orang yang Buta Arah terminal mojok

Google Maps Menyesatkan Adalah Fitnah dari Orang-orang yang Nggak Bisa Baca Peta

19 September 2021
Adakalanya Manusia Itu Masih Menjadi Alternatif GPS Terbaik

Adakalanya Manusia Itu Masih Menjadi Alternatif GPS Terbaik

23 Februari 2020
4 Jalan di Jakarta yang Jadi Arena Balap Liar dan Kebut-kebutan. Hati-hati kalau Lewat Sini

Sulitnya Nyetir di Jakarta: Salah Belok, Salah Jalur, Bisa Fatal!

23 September 2024
Google Maps: Aplikasi Rusak yang Makin Rusak Gara-gara Ulah Penggunanya yang Tolol tiktok

Unpopular Opinion: Ulasan di Google Maps Lebih Valid daripada TikTok untuk Rekomendasi Tempat Wisata

16 Agustus 2024
Alasan Orang Solo Lebih Hafal Jalan Tikus daripada Jalan Utama

Alasan Orang Solo Lebih Hafal Jalan Tikus daripada Jalan Utama

30 November 2025
Google Maps Ternyata Juga Hobi Ngeprank

Google Street View: Solusi Masyarakat untuk Jalan-jalan di Tengah Pandemi

12 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Liga Indonesia Saat Ini Seperti Mesin Industri Pragmatis Tanpa Ruh (Unsplash)

Liga Indonesia Saat Ini Adalah Panggung Kuasa Modal: Serupa Mesin Industri Pragmatis Tanpa Ruh

10 Mei 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons) sidoarjo

Hunian di Gresik dan Sidoarjo Memang Murah, Tapi Sulit Wira-wiri: Jauh ke Mana-Mana, Bikin Bosan dan Stres

12 Mei 2026
Dilema Jawa Murtad di Gunungkidul Lidah Sumatra Jadi Petaka (Wikimedia Commons)

Dilema “Jawa Murtad” di Gunungkidul: Ketika Lidah Sumatra Menjadi Petaka

7 Mei 2026
Dosa Besar Menganggap Bakso Aci Sebagai Bakso (Unsplash)

Dosa Besar Menganggap Bakso Aci Sebagai Bakso: Sebuah Tutorial Merusak Mood Pecinta Bakso Daging Sapi

10 Mei 2026
Pengalaman Mendaki Pertama Kalinya dan Nekat Langsung ke Lawu: Sebuah Kesalahan yang Nggak Bikin Saya Menyesal gunung lawu

3 Perilaku Pendaki Gunung Lawu yang Bikin Geleng-geleng, Eksklusif dari Penjaga Basecampnya Langsung

9 Mei 2026
Kritik untuk Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia UNY dan UAD, Terlalu Ndakik-Ndakik hingga Berjarak dari Realitas Terminal

Kritik untuk Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia UNY dan UAD, Terlalu Ndakik-Ndakik hingga Berjarak dari Realitas

8 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.