Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Tidak Ada yang Namanya Liburan untuk Anak Persma

Anisa Dewi Anggriaeni oleh Anisa Dewi Anggriaeni
7 Maret 2020
A A
Tidak Ada yang Namanya Liburan untuk Anak Persma

Tidak Ada yang Namanya Liburan untuk Anak Persma

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi para mahasiswa memasuki semester baru merupakan hal yang ditunggu-tunggu. Selain temu rindu dengan teman, dosen atau kekasih ini menjadi ajang ‘pamer’ pengalaman selama liburan. Lo udah ngapain aja?

Lain hal dengan mahasiswa organisatoris yang masa liburan pun masih mondar-mandir di kampus, bawa buku catatan kecil, pulpen dan kartu pers yang tergantung di leher. Yaaa mereka adalah cah-cah pers mahasiswa yang biasa disingkat Persma. Selamat waktu liburan diisi liputan. Produktif sekali Anda, totalitas dengan ‘penderitaan’ hehee.

Karena mengejar target agar sesuai timeline yang dibuat, maka mau tak mau jatah liburan harus terpotong. Empat tahun saya berada di Persma, izinkan saya membagi ‘penderitaan-penderitaan’ anak Persma yang pulang paling terakhir, datang paling awal.

Bayangkan H+7 selepas liburan harus sudah ada di sekretariat, biasanya rapat budgeting untuk menggarap produk cetak. Untuk ke sana tentu saja harus mengantongi izin orang tua. Mereka selalu bilang, “Ngapain sih kampus juga masih sepi, pada liburan.” Lalu jawaban paling mutakhir “Kan Mamah yang mengajariku tanggung jawab, aku ada tanggung jawab disana Mah” bila dilanjutkan percakapan makin panjang.

Insting orang tua memang sering tepat, setelah kembali, kampus nampak sepi paling-paling mahasiswa semester senja yang sibuk mengejar dosen untuk bimbingan skripsi atau setor hafalan tahfiz. Sisanya hening, sunyi kecuali sekre yang kita tempati.

Belum lagi teman main yang sering nyinyir karena jarang ikut nongkrong. Mungkin kamu bisa ngopi santai sambil makan banana cheese di kafe kenamaan, apalah daya kita yang hanya ngopi di sekre sambil ngoreksi tulisan. Itu pun kopinya, kopi sachet yang kadang segelas bertiga. Pun untuk makan, kita bantingan atau iuran. Tiga ribu pertama, lima ribu pertama, iuran paling sedikit kebagian keluar beli makan. Makin suram.

Sebelum sah disebut anggota baru, prosedur yang mesti ditempuh salah satunya magang. Tiap Persma punya formulasi dan jangka waktunya masing-masing bergantung kultur dan AD ART yang mereka sepakati. Kalau di Suaka, organisasi pers mahasiswa di UIN Bandung, masa magang berlangsung 3 bulan. Yah, kalau dihitung-hitung 2 semester baru bisa jadi anggota, itu pun kalau tidak berguguran di jalan.

Keren. Seru. Asik. Itu kesan pertama, setelah menyeburkan diri ke dalam organisasi semacam ini. Tapi kalimat itu belum selesai, ada lanjutannya; pontang-panting, nggak ada libur, serta rapat dan deadline adalah makanan sehari-hari. Kenapa? Bayangkan tiap Senin ada rapat online, bukan rapat secara online di grup Whatsapp tetapi rapat yang membahas pembagian isu, pemetaan dan deadline berita, atau yang lebih familiar rapat redaksi.

Baca Juga:

Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot

Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya

Hari Selasa ada rapat kondisional yang membicarakan masalah event-event atau peringatan ulang tahun, termasuk rapat budgeting. Rabu sampai Sabtu biasanya digunakan untuk diskusi dan pelatihan.  Pelatihan dirawat supaya skill menulis dari anggota persma itu sendiri tidak pudar.

Biasanya kalau sudah menjadi pengurus ghiroh untuk liputan dan menulis itu menurun. Sangat berbanding terbalik dengan masa magang. Diskusi harus terus dipelihara supaya tidak tertinggal wacana. Kadang, isu-isu yang ada juga didapat dari hasil diskusi jadi semuanya bersinergi dan saling melengkapi.

Rapat budgeting atau rapat perkembangan majalah juga tidak cukup sekali dua kali, mulai dari pembagian isu, progress liputan sampai biaya anggaran untuk cetak majalah. Setelah cetak masih harus evaluasi, kalau ada salah redaksi mesti ralat atau kadang sampai cetak ulang ya namanya juga media pembelajaran. Seusai evaluasi, produk harus disirkulasi atau sederhananya dijual.

Jadwal yang sudah ditentukan belum termasuk liputan. Janjian dengan narasumber, dibolapingpongkan, menanti narasumber yang tak kunjung datang, pembatalan janji secara sepihak yang bikin hati sesak. Transkrip lalu menyusun berita. Waktu mentranskrip pun perlu dipikirkan kadang ada narasumber yang keasikan bicara tau-tau dua jam berlalu, dan kita mesti mendengar rekaman ulang untuk ditulis terutama kalau wawancara ekslusif.

Tulisan dikembalikan oleh redaktur bukan hal baru. Anak Persma sudah biasa ditolak, dighosting, ditinggal gituh aja karena narsum yang buru-buru mau pergi, dimarahin kalau tidak sesuai janji, telat datang rapat dimaki-maki, tidak nulis berita bakal disindir pengurus atau senior “Duhh, kangen tulisan kamu majang di portal nih, kok pengen baca tulisan kamu di portal kita yah.”

Sebagaimana media arus utama yang dituntut harus mengirim berita dan memenuhi portal berita, belum lagi produk cetak yang membutuhkan waktu yang tidak akan cukup hanya seminggu-dua Minggu membuat tensi jadi tinggi dan saling misuh-memisuhi. Mengaruskan menginap berhari-hari di sekre demi lahirnya anak kesayangan; tabloid atau majalah. Persmapun melakukan hal yang sama. Tanpa fee, tanpa gaji, semua dilakukan suka rela.

Walau anggaran mengucur dari kampus, Persma juga kerap ditegur lantaran mengangkat sisi negatifnya. Selain Persma bukan Humas kampus niat yang sesungguhnya adalah menyampaikan informasi kepada publik sebenar-benarnya. Biar ada pembenahan-pembenahan agar kampus lebih baik.

Selain persoalan yang pelik, permasalahan yang tiada habis bukan justru merenggangkan sesama anggota, justru teramat merekatkan. Bagaimana tidak? Keintiman tercipta dari rasa perih dan susah saat dilalui bersama. Percayalah bahwa yang fana adalah liburan deadline itu abadi, bukan?

Yuuk nyanyi dulu
Wahai Persma Indonesia
Berjuanglah dengan Pena
Wahai Persma Indonesia
Berjuanglah dengan karya
Kita berjuang, lawan ketidakadilan
Bicara kebenaran
Lawan,lawan penindasan

BACA JUGA Dilema Liburan dan Keinginan Tetap Produktif atau tulisan Anisa Dewi Anggriaeni lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 Maret 2020 oleh

Tags: anak persmaMahasiswapers mahasiswa
Anisa Dewi Anggriaeni

Anisa Dewi Anggriaeni

Makan bubur tanpa diaduk, makan soto dengan nasi terpisah.

ArtikelTerkait

pesan WhatsApp

Kiat Berbahagia Ketika Pesan WhatsApp Hanya Dibaca Oleh Dosen Pembimbing

28 Agustus 2019
Anak TK dan SD Lebih Perlu PTM ketimbang Mahasiswa yang Udah Divaksin terminal mojok.co

Anak TK dan SD Lebih Perlu PTM ketimbang Mahasiswa yang Udah Divaksin

29 September 2021
introvert ingin berteman

Percayalah, Kami Para Introvert Juga Ingin Berteman

20 Mei 2019
4 Salah Kaprah tentang Jurusan Ilmu Politik yang Sudah Terlanjur Dipercaya Mojok.co

4 Salah Kaprah tentang Jurusan Ilmu Politik yang Sudah Terlanjur Dipercaya

13 November 2025
Dosen Pembimbing Nggak Minta Draft Skripsi Kertas ke Mahasiswa Layak Masuk Surga kaprodi

Dosen Pembimbing yang Nggak Minta Draft Skripsi Kertas ke Mahasiswa Layak Masuk Surga

11 Januari 2024
UIN MALANG, #uinmalangsadar

UIN Malang, Kampus Buat Santri dan yang Pengin Jadi Santri

10 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

UT, Kampus yang Paling Mengerti Mahasiswa. Nggak Perlu Panggung untuk Bisa Berprestasi

UT, Kampus yang Paling Mengerti Mahasiswa. Nggak Perlu Panggung untuk Bisa Berprestasi

27 Januari 2026
4 Cara Mudah Menikmati Mie Ayam untuk Sarapan ala Warga Lokal Jakarta Mojok.co

Mie Ayam Tengah Malam, Kuliner yang Akan Membuatmu Kecewa Setengah Mati, Berkali-kali

28 Januari 2026
Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib Mojok.co

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib

1 Februari 2026
4 Tips Berburu Diskon Pakai ShopeeFood Deals biar Tetap Kenyang Tanpa Merasa Ditipu

4 Tips Berburu Diskon Pakai ShopeeFood Deals biar Tetap Kenyang Tanpa Merasa Ditipu

27 Januari 2026
Pandawa Water World Sempat Jadi Destinasi Wisata Primadona Solo Baru Sebelum Mangkrak seperti Sekarang Mojok.co

Pandawa Water World Sempat Jadi Destinasi Wisata Primadona Sukoharjo sebelum Mangkrak seperti Sekarang

30 Januari 2026
TVS Callisto 125 Itu Enak, tapi Tidak Semua Orang Siap Memilikinya

TVS Callisto 125 Itu Enak, tapi Tidak Semua Orang Siap Memilikinya

28 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.