Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Saya Setuju Usulan Dedi Mulyadi, Teras Cihampelas Lebih Baik Dirobohkan Saja

Acep Saepulloh oleh Acep Saepulloh
4 Juli 2025
A A
Saya Setuju Usulan Dedi Mulyadi, Teras Cihampelas Lebih Baik Dirobohkan Saja

Saya Setuju Usulan Dedi Mulyadi, Teras Cihampelas Lebih Baik Dirobohkan Saja (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ikon Kota Bandung

Setelah diresmikan, Teras Cihampelas begitu dipuja-puji kehadirannya, termasuk oleh presiden saat itu, Joko Widodo. Tempat ini pun menjadi viral di media sosial. Banyak warga Kota Bandung dan luar kota yang datang ke sini.

Pedestrian dengan konsep jembatan layang ini dianggap sebagai ikon wisata baru Bandung. Bahkan tempat ini juga mempopulerkan nama Ridwan Kamil di kancah politik nasional.

Jujur, dulu saya termasuk orang yang FOMO menyambut baik kehadiran Teras Cihampelas ini yang konon vibesnya ala-ala luar negeri. Saya yang dulu berstatus jomblo sempat pergi ke sini untuk berfoto-foto dan menguploadnya di media sosial.

Ada beberapa zona di sana. Ada zona kuliner, suvenir, fashion show, sirkuit remote control, outdoor class, dll. Fasilitasnya pun lengkap karena tersedia musala, toilet umu, hingga panggung acara musik.

Kondisi Teras Cihampelas sekarang

Tak ada yang abadi di dunia ini, termasuk Teras Cihampelas. Dulunya ia pernah berjaya dan menjadi ikon Kota Kembang, tapi sekarang kondisinya jadi sangat memprihatinkan.

Dulu, tempat ini ramai. Seperti yang saya katakan, banyak wisatawan dari luar kota sengaja datang ke sini. Namun kini ia sepi bak kuburan. Kios-kios pedagang di atas jembatan yang pernah berjaya kini kosong melompong dan menjadi sasaran aksi vandalisme.

Fasilitas umum yang dulunya terasa wah dan memudahkan pengunjung, kini sudah tak bisa digunakan. Lift, musala, dan toiletnya terbengkalai. Keadaannya sekarang memprihatinkan karena jorok dan banyak sampah berserakkan. Aroma pesing juga kerap menguar dari tempat ini.

Saya menduga kondisi Teras Cihampelas ini tak lagi diperhatikan karena Ridwan Kamil saat itu sibuk mencalonkan diri menjadi gubernur Jawa Barat dan tak lagi fokus pada peninggalannya. Sementara wali kota pengganti tak menjadikan perawatan tempat ini sebagai prioritas. Bahkan ada wali kota Bandung yang berurusan dengan KPK. Puncaknya, tempat ini semakin tak terawat dan sepi bak kuburan karena pandemi Covid-19.

Baca Juga:

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

Bandung Setelah Lebaran Adalah Surga Wisatawan, tapi Mimpi Buruk bagi Warlok

Ada wacana dirobohkan

Mengutip dari berbagai sumber, Dedi Mulyadi selaku Gubernur Jawa Barat menantang Muhammad Farhan selaku Wali Kota Bandung untuk berani membongkar dan merobohkan Teras Cihampelas. Tempat ini disebut menyalahi tata ruang sehingga keberadaannya harus dievaluasi.

“Pak Wali Kota harus berani merapikan Jalan Cihampelas karena kalau lewat ke situ jalannya menyempit dan bau haseum (asam),” kata Dedi Mulyadi kepada Farhan.

Sebagai orang yang hampir setiap hari melintasi Jalan Cihampelas, saya termasuk orang yang setuju dengan usulan pembongkaran tersebut. Sebab selain menyalahi tata ruang, kondisi Teras Cihampelas tak terurus. Hanya jadi pajangan sehingga makin menguatkan argumen untuk dirobohkan.

Faktor lainnya, tiang penyangga di bawah Teras Cihampelas juga mempersempit Jalan Cihampelas. Jadi alih-alih mengatasi kemacetan, kehadiran tempat ini justru menambah macet karena terjadi penyempitan jalan akibat tiang penyangga.

Sebenarnya wacana pembongkaran ini cukup nyesek, sih. Apalagi mengingat dana proyek yang mencapai puluhan miliar terasa sia-sia karena tempat ini harus dibongkar begitu saja. Namun ini solusi terbaik untuk menata ulang kawasan Jalan Cihampelas agar tak lagi kumuh dan mempercantik kembali kota yang dijuluki Parijs Van Java ini.

Semoga saja kejadian Teras Cihampelas ini menjadi tamparan bagi para pemangku kebijakan. Jangan membuat proyek yang hanya mengedepankan estetika saja, Pak/Bu. Pikirkan juga fungsi ke depannya.

Penulis: Acep Saepulloh
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Teras Cihampelas Bandung: Habiskan Dana Puluhan Miliar untuk Pembangunan, Kini Mati Suri.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 5 Juli 2025 oleh

Tags: BandungTeras CihampelasTeras Cihampelas Bandung
Acep Saepulloh

Acep Saepulloh

Seorang warga sipil Bandung yang ngojol membelah kemacetan kota di atas motor setiap pagi hari, berjibaku dengan debu sebagai petugas kebersihan di siang hari, hingga akhirnya melabuhkan lamunan menjadi sebuah tulisan di malam hari.

ArtikelTerkait

Sisi Gelap di Balik Romantisnya Jalan Ir H Juanda Bandung

Sisi Gelap di Balik Romantisnya Jalan Ir H Juanda Bandung

6 September 2024
3 Dosa dari Inovasi Seblak yang Malah Bikin Resah Orang Sunda (Unsplash)

3 Dosa dari Inovasi Seblak yang Membuat Melenceng Jauh dari Kodratnya, Bikin Resah Saya Sebagai Orang Sunda

22 Juli 2025
Naik Jembatan Penyeberangan di Kota Bandung: Alih-alih Aman, Malah Bisa Celaka

Naik Jembatan Penyeberangan di Kota Bandung: Alih-alih Aman, Malah Bisa Celaka

16 Maret 2023
4 Dosa Pedagang Es Kelapa Muda di Jalanan Kota Bandung (Unsplash)

4 Dosa Pedagang Es Kelapa Muda di Jalanan Kota Bandung yang Membuat Pembeli Jadi Kecewa

16 September 2024
Bandung Kota Kuliner, tapi Orang Asli Bandung Jarang Kulineran braga

Nasib Jalan Braga setelah Pandemi

25 Oktober 2022
Surat Terbuka untuk yang Suka Gowes di Bandung dan Indonesia. (Unsplash.com)

Surat Terbuka untuk yang Suka Gowes di Bandung dan Indonesia

15 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Membuka Kebohongan Purwokerto Lewat Kacamata Warlok (Unsplash)

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

4 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

7 April 2026
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Wajar kalau Masyarakat Nggak Peduli PNS Dipecat atau Gajinya Turun, Sudah Muak sama Oknum PNS yang Korup!

7 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter: Dihina tapi Jadi Motor Tangguh buat Bahagiakan Ortu, Ketimbang Bermotor Mahal Hasil Jadi Beban
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.