Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jalan Bandung Malang Macet Parah Gara-gara Tukang Parkir Liar, Jalan Sekecil Itu Jadi Lahan Parkir, Gila!

Dicky Wicaksono oleh Dicky Wicaksono
26 Mei 2025
A A
Sekolah Elit Parkiran Sulit, Penyebab Jalan Bandung Malang Selalu Macet

Sekolah Elit Parkiran Sulit, Penyebab Jalan Bandung Malang Selalu Macet

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai mahasiswa Universitas Negeri Malang yang rajin melewati Jalan Bandung Malang, saya sudah akrab dengan suatu perkara yang sangat menjengkelkan. Apalagi kalau bukan kemacetan yang sering terjadi, bahkan tidak hanya di jam-jam sibuk.

Di sini, kemacetan sangat merajalela. Banyak parkir liar dan para orang tua siswa yang mengantarkan anaknya ke sekolah lalu berhenti dengan seenak jidat. Posisi parkir di sebelah kiri jalan otomatis bikin kemacetan semakin super, terutama di depan MAN 2 Kota Malang dan MIN 1 Kota Malang.

Kebiasaan kronis parkir liar dan orang tua siswa di Jalan Bandung 

Jadi begini. Di satu sisi, ada orang tua siswa yang mengantarkan anaknya untuk mengenyam pendidikan. Mereka mayoritas menggunakan mobil dan berhenti di depan sekolah yang notabenenya itu jalan raya besar. Tapi di sisi lajur yang lain ada parkir liar yang membabi buta. Bayangkan, dari dua lajur yang seharusnya lancar dalam berlalu lintas, tapi satu lajur yang lainnya malah diokupasi untuk parkir liar.

Saking keosnya keadaan yang seperti ini, saya dan teman-teman dari kampus jadi punya banyak pertanyaan. Apa tidak ada solusi yang dijalankan oleh pihak terkait untuk mengatasinya? Kok rasanya kayak “Yaudah sih Malang kan emang macet, mau digimanain lagi”. Padahal kan langkah sekecil apa pun itu bisa berdampak besar jika dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Kemacetan menurut Dinas Perhubungan Kota Malang 

Akhirnya, saya dan teman-teman, bersepuluh, melakukan sebuah penelitian. Kami mencoba mendatangi Dinas Perhubungan Kota Malang untuk wawancara ke pihak yang bertugas dari bidang lalu lintas dan pengelolaan perparkiran.

Salsabila Alvina Tsaabitah namanya. Biar lebih mudah, kita panggil beliau Bu Salsa saja. Menurut penjelasannya, kemacetan di Jalan Bandung Kota Malang itu disebabkan karena drop-off siswa-siswinya yang di sembarang tempat.

“Sebenarnya kalau masalah kemacetan di Jalan Bandung itu kan ada 4 lajur 2 jalur. 2 lajur dari UB dan 2 lajur dari arah Ijen. Lalu yang membuat macet itu drop-off siswa-siswinya ketika di jam-jam sekolah,” ucap Bu Salsa selaku Penelaah Teknis Kebijakan/Pengawas Keselamatan Darat atau Jalan/Staff MRKL pada Kamis (15/05/2025).

Sedangkan menurut Pak Nasrudin Banaredi selaku Staf Bidang Pengelolaan Perparkiran, kemacetan di Jalan Bandung itu disebabkan karena parkir liar yang dilakukan oleh jukir di sembarang tempat, termasuk masyarakat yang memarkir sepeda motor atau mobilnya di lajurnya sepeda, padahal sudah ada rambu-rambu dilarang parkir.

Baca Juga:

Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau

Merindukan Pasar Wilis Malang, Surga Buku Bekas yang Kini Sepi Menunggu Mati

“Ini juga termasuk mobil atau sepeda motor yang parkir di lajurnya sepeda di Jalan Bandung. Kami memberikan hukumannya berupa pemberiaan stiker maupun digembok,” ucap Pak Redi pada Jumat (16/05/2025).

Tak hanya berhenti wawancara di Dinas Perhubungan Kota Malang, kami melanjutkan penelitian ke beberapa masyarakat seperti satpam, murid, wali murid, dan ojol.

Kemacetan dari sudut pandang satpam

Menurut satpam yang bekerja di sekolah tersebut selama kurang lebih 3 tahun, satpam hanya bertugas menyeberangkan siswa-siswi dan karyawan. Sedangkan untuk permasalahan parkir itu sudah ada jukirnya sendiri yang kadang dibantu kepolisian dan Dishub, karena dalam satpam sudah ada SOP-nya sendiri.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa macetnya lebih padat waktu pulang sekolah karena orang tuanya pada parkir semua. Sebaliknya kalau anaknya berangkat sekolah orang tuanya langsung meninggalkan anaknya dari sekolah, lebih mudah diatur daripada ketika pulang.

“Kebanyakan rata-rata makai mobil waktu berangkat sekolah. Sedangkan kalau pulang rata-rata makai sepeda motor. Itulah kenapa macetnya lebih padat ketika pulang sekolah karena banyak orang tua yang berhenti menunggu anaknya,” ucapnya pada Kamis (08/05/2025).

Kemacetan Jalan Bandung Malang dari sudut pandang siswa-siswi, wali murid, dan ojol

Sementara itu, menurut siswa-siswi, wali murid, dan ojol tentang kemacetan di Jalan Bandung Malang ini sangat memengaruhi terlambat atau tidaknya untuk berangkat sekolah. Tetapi meskipun begitu, kemacetan ini juga mengajarkan anaknya untuk disiplin dalam mengelola waktu agar tepat waktu sampai di sekolah.

Seperti yang diungkapkan oleh satpam bahwasanya kemacetan terjadi antara pukul jam setengah tujuh pagi. Bagi salah satu wali murid beberapa waktu ini kemacetan tidak begitu terasa karena siswa-siswi sedang menjalani ujian sehingga pulang lebih awal.

“Pas berangkat atau pulang sering macet, kalau sampai sini jam 6.30 macet, kalau jemput jam setengah 4 jam 4 gitu. Tapi karena sekarang pekan ujian jadi kemacetan enggak begitu terlalu terasa,” ucap salah satu wali murid.

Kalau bagi ojol yang sering mendapatkan orderan ke Jalan Bandung Malang ataupun sekolah tersebut sering mengambil jalan alternatif lain agar tidak begitu merasakan kemacetan. Syukurnya, tidak begitu banyak customer yang komplain terkait keterlambatan dikarenakan permasalahan ini.

Volume kendaraan meningkat menjadi alasan kemacetan 

Untuk saat ini volume kendaraan di Jalan Bandung masih belum di survei oleh Dinas Perhubungan Kota Malang karena setiap tahun tidak ada survei yang dilakukan secara berkelanjutan. Tetapi meskipun begitu, bisa diperkirakan bahwa setiap tahun volume kendaraan akan meningkat sebesar 1%.

Parkir liar menjadi salah satu penyebab kemacetan. Dari pihak Dishub hanya bisa memberikan himbauan berupa SP 1 SP 2 SP 3 sampai pencabutan izin, karena kalau sanksi itu urusan kepolisian. 

Hasil pendapatan parkir liar akan masuk ke kantong jukir itu sendiri. Tetapi untuk parkir yang secara resmi sudah ada izinnya akan masuk ke Pendapatan Resmi Daerah (PRD).

Di Kota Malang, Tempat Jasa Umum (TJU) dan Tempat Khusus Parkir (TKP) ada sebanyak 776 titik, yang di mana kecamatan yang memiliki tempat parkir terbanyak yaitu di Kecamatan Klojen sebanyak 382 titik.

Apa solusi kemacetan di Jalan Bandung Malang yang semakin parah? 

Berbicara tentang solusi, tentu tidak ada yang benar-benar mudah untuk diimplementasikan. Sebagaimana menurut Dinas Perhubungan Kota Malang, untuk mengatasi kemacetan nantinya akan dibuat bus BTS (Buy The Service). Singkatnya, bus BTS ini merupakan angkutan umum yang biaya operasionalnya gratis alias 100% disubsidi oleh pemerintah.

“Nantinya akan dibuat bus BTS untuk mengatasi kemacetan ini. Kayak BRT dan mirip-mirip Surabaya Bus, Trans Jakarta, dan kayak angkot tapi dalam kapasitas besar. Selain itu juga akan dibuat bus sekolah. Sekarang sedang proses Ranperwal (Rancangan Peraturan Wali Kota),” ucap Bu Salsa.

Kalau untuk mengatasi parkir liar, siapa pun yang melanggar rambu-rambu dilarang parkir akan dikenakan sanksi Rp250 ribu dengan berdasarkan dari Perda yang akan dibuat.

“Rencana atau inovasi yang sedang diimplementasikan dalam jangka panjang yaitu ada di perda tertulis kebijakan parkir resmi. Sehingga Dishub memiliki naungan hukum yang kuat untuk menanggulanginya. Semisal mobil parkir di tempat yang ada rambu-rambu dilarang parkir akan dikasih stiker atau digembok. Dengan adanya perda tersebut akan dikenakan sanksi dengan tarif sebesar Rp250 ribu,” ucap Pak Redi.

Tapi ya, begitulah. Selama masih ada entitas-entitas masyarakat dan jukir yang tidak taat rambu-rambu lalu lintas, ya mau berharap apa? Mau berharap tiba-tiba masalah kemacetan dan parkir liar ini bisa teratasi? Mimpi!

Penulis: Dicky Wicaksono
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Sekolah Elit Parkiran Sulit, Penyebab Jalan Bandung Malang Selalu Macet

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 Mei 2025 oleh

Tags: jalan bandung malangMalangtukang parkir liar
Dicky Wicaksono

Dicky Wicaksono

Calon jurnalis.

ArtikelTerkait

Jangan Harap Bisa Slow Living di Malang kalau 4 Hal Ini Belum Diperbaiki

Jangan Harap Bisa Slow Living di Malang kalau 4 Hal Ini Belum Diperbaiki

24 Desember 2024
Alasan Orang Malang seperti Saya Cukup Sekali Aja Mencicipi Sego Sambel Cak Uut Mojok.co

Alasan Orang Malang seperti Saya Cukup Sekali Aja Mencicipi Sego Sambel Cak Uut

22 Juli 2025
Surat Terbuka untuk Pemerintah Kabupaten Malang: Jalanan di Jalur Ngantang dan Payung Minim Cahaya dan Tambalan Tidak Rata, Gimana Ini?!

Surat Terbuka untuk Pemerintah Kabupaten Malang: Jalanan di Jalur Ngantang dan Payung Minim Cahaya dan Tambalan Tidak Rata, Gimana Ini?!

29 Agustus 2023
4 Makanan Khas Malang yang Jarang Direkomendasikan Warga Lokal kepada Wisatawan

4 Makanan Khas Malang yang Jarang Direkomendasikan Warga Lokal kepada Wisatawan

1 Maret 2024
6 Jalan Bedebah di Malang yang Sebaiknya Dihindari Pengendara Pemula Mojok.co

6 Jalan Bedebah di Malang yang Sebaiknya Dihindari Pengendara Pemula

26 Juni 2024
Malang Masa Kini Berpotensi Tidak Enak Ditinggali seperti Jakarta (Unsplash) hidup di malang

Malang Dulu Ramah untuk Tempat Tinggal tapi Kini Sudah Hampir Mirip Jakarta Berkat Kemacetan dan Parkir Liar yang Menjadi Penyakit

11 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah Mojok.co

Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah

17 Mei 2026
Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan Terminal

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan

15 Mei 2026
Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

15 Mei 2026
Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Bantul Selatan: Surga Tersembunyi buat Pekerja yang Malas Tua di Jalan dan Ogah Akrab sama Lampu Merah

12 Mei 2026
Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Pernah Menyetir Mobil Adalah Red Flag Sesungguhnya di Jalan Raya Mojok.co

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Paham Logika Nyetir Mobil Lebih Red Flag di Jalan Raya

14 Mei 2026
Checklist Mahasiswa Semester Akhir: Siapkan Semua Berkas Ini Kalau Mau Lulus

5 Sifat Mahasiswa Semester Akhir yang Menjengkelkan, Segera Intropeksi Diri Jika Tidak Ingin Dijauhi Teman

12 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.