Stroke: Susahnya Mengatur Pola Makan di Negara Kuliner Terbaik Dunia

Artikel

Avatar

Kakek saya tercinta wafat pada tahun 2010 di usianya yang ke-69. Beliau sudah bertahun-tahun mengidap darah tinggi dan asam urat. Beberapa tahun hingga kewafatannya beliau terkena stroke dan hanya bisa berbaring di atas dipannya.

Rasanya kakek saya tidak sendirian. Kondisi ini mungkin dialami oleh penduduk Indonesia berusia 50 tahun ke atas. Bahkan akhir-akhir ini banyak juga dialami oleh mereka yang berusia 30-an.

Kok bisa ya? Menurut Kementrian Kesehatan RI yang mengambil data dari data Sample Registration System (SRS) pada tahun 2014, stroke menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Di posisi kedua adalah diakibatkan oleh Penyakit Jantung Koroner (PJK). Dari seluruh penyebab kematian 6,7 juta (38,3%) disebabkan oleh stroke. Persentase ini bukan angka yang sedikit. Jika dibandingkan dengan negara lain, angka ini sangat tinggi sekali.

Mari kita bandingkan dengan negara adidaya Amerika Serikat. Menurut data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penyebab kematian teratas penduduk AS adalah penyakit jantung dengan persentase 23,5% (647 ribu). Sedangkan kematian diakibatkan oleh stroke berada di posisi kelima dengan persentase 5,2% (146 ribu).

Berbeda dengan Jepang, angka kematian pertama di sana ternyata disebabkan oleh Alzheimer dengan persentase 57,7%. Sedangkan kematian disebabkan oleh stroke berada di posisi ketujuh dengan 13,1%. Terlebih usia harapan hidup penduduk Jepang terus meningkat. Usia harapan hidup perempuan di Jepang 87 tahun dan laki-laki 81 tahun. Jauh dibandingkan dengan di Indonesia, 71 tahun bagi perempuan dan 69 tahun bagi laki-laki. Meskipun begitu, angka tersebut meningkat dari tahun lalu diakibatkan oleh adanya perbaikan layanan kesehatan di Indonesia.

Kayaknya ada pembaca yang puyeng ya melihat angka-angka. Baiklah, mari kita lanjut ke pembahasan yang sebenarnya ingin saya bahas.

Baca Juga:  Please deh, Permainan Arkade itu Digunakan Bergantian, Bukan Untuk Dikuasai Satu Orang

Intinya adalah dengan maraknya kewafatan yang diakibatkan dari stroke harus jadi perhatian bagi kita-kita yang beranjak ke usia 30-an. Tapi kadang susah juga mengatur pola makan di Indonesia yang saya yakini merupakan negara dengan makanan terenak di dunia.

Pasti susah juga menolak godaan Sop Konro, Sate Maranggi, Emping, dan berbagai makanan bersantan. Setiap daerah pasti memiliki masakan khas berminyak, berlemak tinggi, bersantan dan penyebab darah tinggi dan stroke. Itulah godaan kita semua. Terlebih itu semua mudah didapat. Beda dengan sushi atau makanan sehat lainnya. Kadang kita juga malas dan kurang kenyang kalau cuma makan salad, oat atau roti gandum.

Apapun makanannya yang penting kenyang dan nasinya sebukit. Jelaslah darah tinggi, diabetes menuju stroke menanti kita semua. Tentu semua itu bisa diatasi kalau kita rajin berolahraga. Tentu asupan kalori harus dibakar dengan aktifitas badan yang berarti. Bukan hanya duduk termangu di balik meja dan laptop. Perut buncit banyak dialami pekerja kantoran.

Tapi bukan berarti bekerja di kantor tidak bisa sehat. Adapula yang rutin jogging di pagi hari atau ngegym sepulang kerja. Ada pula yang tanding futsal malam hari. Ini yang harus diperhatikan. Berhati-hatilah jika lelah bekerja lalu memforsir berolahraga di malam hari.

Beralih ke gaya hidup sehat susahnya bukan main. Butuh motivasi setinggi-tingginya. Mungkin kita membutuhkan Mario Teguh memotivasi kita setiap hari dengan kata-katanya yang kada nyelekit nan nikmat. Mengenyahkan kikil, rendang, dan opor ayam dari benak merupakan tantangan hidup yang besar bagi penyuka masakan asli Indonesia. Tapi apa daya, ancaman kematian selalu menanti kita.

Walaupun ada ungkapan “umur mah nggak ada yang tahu”. Saya pun percaya hanya Allah SWT yang menentukan kapan kita hidup dan kapan kita mati. Tapi kalau boleh memilih saya tidak mau mati karena stroke. Hidup harus panjang dan bermanfaat.

Baca Juga:  Lelah dengan Iklan Penggalangan Dana yang 'Menjual' Kesedihan

Masih banyak yang bisa dilakukan walau usia sudah senja. Berolahraga, membaca, menulis, dan bernafas harus nikmat dilaksanakan. Mari kita capai hari muda dan tua yang sehat nan cerah. Mari mulai atur pola hidup sehat dan rutin berolahraga sekarang juga.

Tapi jangan lupa, seruput dulu kuah opornya~ (*)

 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) yang dibikin untuk mewadahi sobat julid dan (((insan kreatif))) untuk menulis tentang apa pun. Jadi, kalau kamu punya ide yang mengendap di kepala, cerita unik yang ingin disampaikan kepada publik, nyinyiran yang menuntut untuk dighibahkan bersama khalayak, segera kirim naskah tulisanmu pakai cara ini.

---
3


Komentar

Comments are closed.