Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Stop Menganggap Hidup di Jogja Itu Lebih Murah

Fredika Achmad Fadilla oleh Fredika Achmad Fadilla
29 Desember 2020
A A
kenapa UMP Jogja rendah titik kemacetan di jogja lockdown rekomendasi cilok di Jogja Sebenarnya Tidak Romantis Jika Kamu Cuma Punya Gaji UMR dawuh dalem sabda pandita ratu tugu jogja monarki mojok

Jogja Sebenarnya Tidak Romantis Jika Kamu Cuma Punya Gaji UMR dawuh dalem sabda pandita ratu tugu jogja monarki mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Siapa yang tidak ingin kuliah di Jogja? Dengan julukan Kota Pelajar, sudah sewajarnya seluruh camaba ingin merasakan bagaimana kualitas pembelajaran di kota ini. Selain terkenal dengan banyaknya kampus-kampus berkualitas, Jogja juga terkenal akan biaya hidup yang murah meriah. dua hal tersebut bisa menjadi alasan mengapa kota Jogja selalu diminati oleh para pencari ilmu.

Sebelumnya saya mohon maaf, tulisan ini berdasarkan pendapat saya pribadi, tanpa bermaksud menyinggung siapa pun, dan bisa saja ada perbedaan pendapat antara saya dan teman-teman yang lain.

ADVERTISEMENT

Setelah saya pikir-pikir, ternyata faktanya tidak selalu seperti itu, ada beberapa kesamaan di provinsi ini dengan provinsi lain dalam beberapa bagian, bisa dibilang “sedikit” tidak sesuai ekspektasi karena beberapa hal berikut.

Harga kos-kosan

Berdasar pengalaman saya mencari kos-kosan pria, rata-rata harga per kamar mencapai lima-enam jutaan per tahun dengan kamar mandi di luar. Ada juga yang empat jutaan, tapi sulit untuk menemukan dengan harga segini, dan itupun belum bersih. Dalam artian kita masih membayar uang sampah, air, listrik, yang kalau dihitung-hitung angkanya bisa mencapai lima jutaan juga dan biasanya hanya berupa kamar atau biasa disebut kosongan (hanya dapat ruangan tanpa kasur,lemari, dan lain-lain). Selain itu biasanya karakteristik kosan pria itu terkesan kumuh, padahal pria juga butuh tempat yang nyaman dan bersih. Pria nggak selamanya bisa di lekatkan dengan hal-hal yang kotor dan jorok.

Untuk kos-kosan wanita biasanya berkisar lima sampai delapan juta per tahun, ada yang sudah terisi kamarnya (lemari, kasur) dan ada juga yang kosongan tergantung Anda ambil yang harga berapa. Tapi, paling tidak biasanya kosan wanita lebih enak dipandang, lebih menarik bangunannya, ketimbang untuk pria.

Sebagai kesimpulan, harga kos-kosan di Jogja (rata-rata) setara dengan kosan di daerah lain (kecuali Jakarta) bisa dianggap tidak jauh berbeda, atau bahkan lumayan mahal bila dibandingkan dengan beberapa kota lain di indonesia.

Terus masalahnya di mana? Waittt… Nanti akan saya jelaskan ya.

Biaya makan

Rata-rata uang yang harus saya keluarkan untuk sekali makan berkisar delapan sampai lima belas ribu. Ingat, sekali makan makan, bukan makan sehari, tergantung lauk kita apa. Sebagai contoh, biasanya bila nasi telur harganya tujuh ribu, itu belum termasuk minum gorengan ya. Jatuhnya ya lebih dari harga aslinya.

Baca Juga:

Cerita orang Muhammadiyah di tengah kultur NU Tegal yang kental: awalnya syok, lama-lama bisa ambil hikmahnya

3 kebiasan warga Tegal yang dahulu saya anggap aneh, tapi kini malah saya tiru

Saya tidak mengatakan harga segitu adalah harga yang mahal/ tidak wajar, tetapi selama ini banyak orang luar Jogja yang beranggapan bahwa makan di jogja hanya dengan lima ribu bisa kenyang, faktanya?

Memang betul ada tempat makan yang sangat bersahabat bagi kantong, tetapi tidak banyak karena jumlahnya sedikit akibatnya tidak bisa dikunjungi setiap saat. Terpaksa saya makan di tempat makan dengan harga standar.

Teman saya yang belum tau Jogja, hanya tau berdasarkan televisi dan Instagram, menganggap semua tempat makan di Jogja harganya murah meriah, dan mengatakan bahwa membawa uang lima ribu ke angkringan bisa kenyang banget. Saya dulu berfikir seperti itu juga, tapi setelah saya coba makan di sana, dan saya hitung-hitung harganya tidak jauh berbeda dengan di warung nasi pada umumnya.

Sebagai contoh, harga nasi kucing Rp2000/bungkus, sate Rp1500/tusuk, minum Rp3000, bila saya makan nasi dua bungkus saja, lalu saya pesan dua sate, dan segelas minum, uang yang harus saya keluarkan adalah sepuluh ribu. Harga yang normal bukan? Menurut saya normal, terkesan murah karena dijual secara terpisah.

Ketika teman saya mendengar penjelasan saya, dia langsung kaget dan tidak menyangka bahwa harga makanan di Jogja dan daerah lain sama saja. Ya, harga delapan sampai lima belas ribu memang harga standar dan banyak tempat makan di dekat kampus daerah luar Jogja yang mematok harga segitu.

Biaya kuliah

Setau saya, besaran UKT yang harus dibayar mahasiswa di Jogja setara dengan daerah lain di Indonesia, bahkan bisa dikatakan lebih mahal bila dibanding beberapa daerah yang saya ketahui. Saya rasa wajar bila UKT di Jogja setara atau bahkan dianggap mahal karena beda harga ada pula perbedaan kualitas di dalamnya.

Sebagai contoh, saya pernah bertanya kepada teman saya di PTN daerah lain untuk jurusan dan prodi yang sama dengan perbedaan tingkatan UKT—dia dapat UKT 4 dan saya dapat UKT 3–dan yang mengejutkan bagi dia adalah, UKT saya lebih mahal walaupun saya dapet golongan UKT yang lebih rendah dari dia.

Terus dari ketiga hal di atas apa yang saya permasalahkan?

Saya tidak menyalahkan siapapun, dan saya anggap tiga hal di atas adalah hal yang wajar. Tulisan ini saya buat untuk memberitahu kepada orang yang belum tau Jogja, jangan menganggap remeh hidup di kota ini.

Seringkali teman-teman dan tetangga saya ( yg notabene tidak tau banyak tentang Jogja) mengatakan “kamu enak tinggal di Jogja, apa-apa murah” dan yang paling menjengkelkan tetangga suka bilang ke orang tua saya “ itu anakmu bisa kuliah di Jogja kan lumayan, kos-kosan paling empat juta setahun dan itu udah yang paling mahal, untuk makan 15 ribu sehari, biaya UKT juga sangat murah”.

Perkataan seperti Itu seakan-akan saya yang hidup di jogja sangat sangat dan sangat gampang dalam urusan biaya hidup.

Menurut saya pribadi harga kos-kosan, biaya hidup dan UKT di DIY standar seperti daerah lain, dan itu suatu hal yang wajar. Saya hanya ingin berpesan kepada orang orang yang selalu menganggap bahwa semua hal di Jogja harganya murah meriah dibanding daerah lain, itu semua belum tentu benar.

BACA JUGA Mari Sambut dengan Tawa Wacana Menkes Terawan Soal Wisata Kebugaran, Jamu, dan Kerokan. 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Desember 2020 oleh

Tags: biaya hidupJogjaKuliahUKT
Fredika Achmad Fadilla

Fredika Achmad Fadilla

Saya berkuliah di salah satu PTN yang ada di Yogyakarta. Mahasiswa semester 5, sibuk bertahan hidup sebagai anak kos.

ArtikelTerkait

Rawon Jogja Sangat Mengecewakan dan Menyalahi Kodrat Kuliner (Pexels)

4 Hal yang Membuat Saya Sangat Kecewa dengan Rawon Jogja karena Menyalahi Kodratnya Sebagai Kuliner Jawa Timur

12 Maret 2025
pakaian gombor tren hip hop hardcore jogja 2013-2016 mojok.co

Remaja Jogja 2013-2016 Pernah Mengidolakan Gaya Pakaian Gombor-gombor

12 Juni 2020
Bus Ekonomi Mustika, Penguasa Jalanan Semarang-Jogja: Dulu Jadi Andalan, Sekarang Berkawan Sepi

Bus Ekonomi Mustika, Penguasa Jalanan Semarang-Jogja: Dulu Jadi Andalan, Sekarang Berkawan Sepi

29 September 2023
Kemacetan Jalan Pintas Monjali ke Jalan Palagan Sleman, Bukti Nyata Jogja Salah Urus

Kemacetan Jalan Pintas Monjali ke Jalan Palagan Sleman, Bukti Nyata Jogja Salah Urus

28 Februari 2024
Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja (Unsplash)

Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja karena Semua Menjadi Budak Validasi, Bikin Saya Rindu Mudik ke Lamongan

24 Februari 2026
Jogja Istimewa: Realitas atau Ilusi? kill the DJ

3 Hal Keliru tentang Jogja yang Telanjur Diyakini oleh Banyak Orang

19 Juni 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua Mojok.co

Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua

7 Agustus 2026
Dibanding sound horeg, voli tarkam jauh lebih masuk akal buat event Agustusan  

Dibanding sound horeg, voli tarkam jauh lebih masuk akal buat event Agustusan  

12 Agustus 2026
Pengalaman berkendara di Jombang membuat saya merasa kalau jalan di Lamongan tidak buruk-buruk amat

Pengalaman berkendara di Jombang membuat saya merasa kalau jalan di Lamongan tidak buruk-buruk amat

12 Agustus 2026
Nalar Cacat Kepala Sekolah yang Menganggap Enteng Bullying pada Siswa

Penyelesaian bullying di sekolah hanya dengan permintaan maaf adalah bukti bahwa hal ini nggak pernah dianggap serius

8 Agustus 2026
Orang dengan upah minimum seperti saya juga berhak self reward kecil-kecilan tanpa merasa bersalah, semua demi menjaga kewarasan Mojok.co

Pekerja dengan upah minimum seperti saya juga berhak self reward kecil-kecilan tanpa merasa bersalah, semua demi menjaga kewarasan 

10 Agustus 2026
Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

9 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.