Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Staycation Ekonomis tapi Aman ala Emak-emak dengan Anak yang Beranjak Dewasa

Rina Purwaningsih oleh Rina Purwaningsih
27 Mei 2021
A A
Staycation Ekonomis tapi Aman ala Emak-emak dengan Anak yang Beranjak Dewasa terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Sejak masa awal pandemi, saya beserta keluarga sangat patuh dengan prokes dari pemerintah. Salah satu yang kami lakukan adalah nggak pulang kampung alias mudik. Walaupun saat itu pengertian mudik dan pulang kampung masih mbulet, tapi ya sudahlah daripada menyesal di kemudian hari. Untuk mengusir kegalauan, kami memilih staycation di hotel tengah kota atau city hotel sebagai alternatif hiburan.

Overall, saya puas dengan segala fasilitas dan kenyamanan yang ditawarkan hotel bintang tiga tempat saya menginap. Harga yang ramah di kantong menjadi pertimbangan utama. Pandemi telah meluluhlantakkan sebagian besar bisnis perhotelan. Hampir semua hotel menawarkan potongan harga menginap sampai lebih dari 50 persen supaya tetap bisa bertahan. Walau terdengar kurang tepat, saya harus akui keadaan seperti ini menguntungkan saya yang butuh hiburan di luar rumah, tanpa harus keluar banyak uang, dan minim resiko penularan virus covid-19.

ADVERTISEMENT

Namun, ada satu hal yang bikin saya sebagai orang tua ketar-ketir. Pasalnya, hampir 80 persen tamu hotel ini didominasi pasangan muda-mudi. Bahkan ada pasangan yang masih terlihat sangat muda—menurut perkiraan saya—sekitar 18 tahunan seusia anak sulung saya! Untungnya anak sulung saya nggak saya ajak menginap karena sedang ada tugas dari sekolah.

Saya pertama mengetahuinya saat check in di resepsionis. Terdapat 2 antrean yang mengular hampir keluar ruangan. Di depan, di belakang antrean saya hanya dua orang yang bermuka “dewasa”, yaitu saya dan seorang bapak yang mengantre sambil menggendong anak balitanya. Tak berbeda dengan saya, antrean satunya lagi malah lebih parah, hampir semua didominasi anak muda. Ada yang mengantre sendiri, ada yang ditemani pasangannya. Dan saya berani haqqul yakin kebanyakan dari pasangan-pasangan itu belum menikah.

Jangan suka suuzan dong, Bund! Lihat Alvin Faiz menikahi Larissa Chou saja waktu nikah dulu masih 17 tahun!

Eits, sebentar. Berapa banyak sih anak muda seberuntung Alvin di negeri ini? Anak ulama terkenal, memiliki yayasan dan bisnis besar yang nggak habis tujuh turunan. Maksud saya, nggak banyak orang tua di negeri ini yang mentolo membiarkan anaknya di masa dewasa awal yang sudah harus menanggung tanggung jawab besar membina sebuah keluarga, apalagi kalau baru mampu bayar city hotel, itu pun dengan diskon maksimal seperti saya. Hahaha.

Kembali ke dominasi anak muda. Ternyata saya menemukan bukti lain atas prasangka saya tadi, yaitu ketika menemani si bungsu berenang. Saat sampai di kolam renang, kolam sudah penuh dengan para tamu hotel. Sebagian adalah anak-anak atau balita beserta kedua orang tuanya sekitar 30 persen, sisanya pasangan muda-mudi. Beberapa dari mereka bahkan nggak risih mempertontonkan kemesraan di muka umum. Beruntung si bungsu fokus dengan seorang bencong yang ngomel-ngomel karena merasa terganggu berkali-kali terkena cipratan air dari anak saya yang bola-bali mainan lompat-nyebur. Makasih yaa, Mas’e, eh, Mbak’e!

Tak hanya di kolam renang, di lift dan di lorong menuju kamar, saat kami menikmati sarapan dan saat check out hotel pun, kok ndilalah saya sering menangkap penampakan pasangan yang-yangan di depan mata saya dan mata-mata yang lain, seolah dunia hanya milik mereka. Benar-benar virus cinta yang nggilani.

Baca Juga:

Pengalaman Menginap di Hotel Kapsul Bandara Soekarno-Hatta, Hotel Alternatif yang Memudahkan Hidup

3 Tipe Orang yang Nggak Cocok Menginap di Bobocabin Pacet, Mending Tidur di Rumah Aja

Khawatir si sulung tertular virus cinta, awal tahun ini saya berinisiatif mengajak si sulung staycation di hotel bintang 5. Saya sengaja memilih hotel yang sedikit lebih mahal, namun tetap ekonomis (pakai harga promo dengan diskon 50 persen), dengan harapan kami nggak menemukan potongan-potongan adegan yang bisa memicu adrenalin rasa penasaran anak sulung saya yang baru saja dewasa.

Berbeda dengan city hotel, saat check in di sini nggak banyak orang yang mengantre. Hanya ada satu lajur antrean dengan saya sebagai pengantre terakhir. Dua pengantre di depan saya keduanya membawa keluarga yang menunggu di lobi beserta suami dan kedua anak saya. Acara sarapan juga berjalan dengan baik-baik saja. Nggak ada satupun gerakan yang mencurigakan dari orang-orang sekitar. Restoran ramai dipenuhi oleh anak-anak kecil dan remaja yang menikmati sarapan beserta orang tua mereka.

Restoran yang berdekatan dengan kolam renang membuat saya juga bisa memantau siapa-siapa saja dan seperti apa tamu-tamu di hotel tempat saya staycation. Kolam renang pun lagi-lagi di penuhi oleh pasangan berkeluarga dan anak-anak mereka. Kalau pun saya temukan satu dua pasangan tanpa anak, masih saya anggap wajar karena semua berusia matang. Aman. Begitu sensor saya menengarai keadaan sekitar.

Fix! Hotel bintang 5 adalah pilihan staycation yang ekonomis, tapi aman di masa pandemi ini, terutama bagi anak-anak saya yang mulai beranjak dewasa.

Ribet banget, sih, jadi emak-emak.

Ya harus! Memangnya kalau anak-anak kena masalah, siapa yang susah? Ya emaknya lah, masa tetangga?!

BACA JUGA Panduan Menginap di Hotel Berbintang untuk Pemula biar Nggak Kelihatan Katrok dan tulisan Rina Purwaningsih lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2022 oleh

Tags: check in di hotelhotelKeuangan Terminalstaycation
Rina Purwaningsih

Rina Purwaningsih

Seorang ibu 2 putri spesial. Pemerhati, penyintas dan caregiver kesehatan mental.

ArtikelTerkait

ha milik tanah klitih tingkat kemiskinan jogja klitih warga jogja lagu tentang jogja sesuatu di jogja yogyakarta kla project nostalgia perusak jogja terminal mojok

Mengungkap Perusak Jogja yang Sebenarnya

11 Oktober 2020
makelar kontrakan jogja bapak kos terminalmojok

Bisnis Makelar Kontrakan: Bisnis Digital Sederhana dengan Keuntungan yang Cukup Menjanjikan

15 Juli 2021
scan barcode juru parkir Pengalaman Berurusan dengan Tukang Parkir yang Nggak Mau Kepanasan terminal mojok.co

Liberalisasi Ekonomi Ditinjau dari Peluit Tukang Parkir

30 Mei 2021

Indonesia Lepas dari Resesi, Emang Bener Gitu, ya?

7 Agustus 2021
reza arap microtransaction warnet gamer apex legend mojok

Ilustrasi Perpajakan atas Donasi yang Diterima Reza Arap

16 Juli 2021
Jangan Samakan Standar Harga 'Mahal-Murah' untuk Semua Orang. Plis Deh. terminal mojok

Menyamakan Standar Harga ‘Mahal-Murah’ untuk Semua Orang Adalah Perbuatan Nggak Menyenangkan. Please Jangan Dilakukan!

27 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Berdagang Selama Kuliah di Unila Lampung, Sering Dikira Anak Kos hingga Seolah Punya Utang Budi kepada Pembeli

Pengalaman Berdagang Selama Kuliah di Unila Lampung, Sering Dikira Anak Kos hingga Seolah Punya Utang Budi kepada Pembeli

27 Juni 2026
Pengelola Kafe Seharusnya Lebih Tegas pada Pengunjung Nggak Peka, Mereka Tak Hanya Mengganggu Pembeli lain, tapi Juga Mengancam Kelangsungan Bisnis Mojok.co

Pengelola Kafe Seharusnya Lebih Tegas pada Pengunjung Nggak Peka, Mereka Tak Hanya Mengganggu Pembeli Lain, tapi Juga Mengancam Kelangsungan Bisnis

23 Juni 2026
4 Alasan yang Membuat Stasiun Purwosari Lebih Unggul daripada Stasiun Solo Balapan di Mata Saya Mojok.co

4 Alasan yang Membuat Stasiun Purwosari Lebih Unggul Dibanding Stasiun Solo Balapan di Mata Saya

22 Juni 2026
Hidup di Desa Nggak Seindah Bayangan, Banyak Iuran yang Harus Dibayarkan kalau Nggak Mau Jadi Bahan Omongan

Hidup di Desa Itu Murah, yang Mahal Adalah Ongkos Sosialnya, dan Ini Rinciannya

21 Juni 2026
Membayangkan Betapa Menderita Jadi Warga Perumahan yang Lingkungannya Dijadikan Pasar Kaget Tiap Pekan Mojok.co

Membayangkan Betapa Menderita Jadi Warga Perumahan yang Lingkungannya Dijadikan Pasar Kaget Tiap Pekan

26 Juni 2026
Saya Lulusan Ilmu Perpustakaan, tapi Saya Nggak Mau Jadi Pustakawan Sekolah, Isinya Cuma Makan Hati! perpusnas

Anggaran Perpustakaan Itu Mahal, tapi Kita Tak Pernah Peduli karena Maunya Terima Jadi

22 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.