Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Hidup di Desa Itu Murah, yang Mahal Adalah Ongkos Sosialnya, dan Ini Rinciannya

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
21 Juni 2026
A A
Hidup di Desa Nggak Seindah Bayangan, Banyak Iuran yang Harus Dibayarkan kalau Nggak Mau Jadi Bahan Omongan

Hidup di Desa Nggak Seindah Bayangan, Banyak Iuran yang Harus Dibayarkan kalau Nggak Mau Jadi Bahan Omongan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Dalam hidup ini, kita pasti punya angan-angan. Misalnya, ingin tinggal di lingkungan yang tenang, ayem, jauh dari polusi udara dan kemacetan. Tujuannya, supaya bisa menjalani hidup yang tidak memburu, tidak pula diburu. Dan jawaban dari semua itu adalah hidup di desa. Biasanya yang sudah pensiun atau punya financial freedom nih yang punya keinginan seperti ini.

Selain bisa menepi dari hiruk pikuk dunia, hidup di desa juga tampak menyenangkan karena biaya hidupnya yang murah. Nggak ada ceritanya tuh nasi goreng seharga 45 ribu ataupun es teh seharga 30 ribu di desa. Itu sebabnya, banyak orang ingin menghabiskan masa pensiun mereka di desa. Referensi desa yang enak buat pensiun ataupun slow living, sudah banyak di-spill di Terminal Mojok. Tinggal pilih mana yang cocok.

Meski demikian, ada satu hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk hidup di desa. Yaitu, soal ongkos sosialnya. Percayalah, ongkos sosial di desa itu pating tritil, alias banyak banget macamnya. Besarannya memang nggak seberapa, tapi, kalau diakumulasikan ternyata lumayan juga.

Daftar iuran wajib di desa

Mari kita breakdown bareng-bareng, apa saja sih yang termasuk dalam ongkos sosial hidup di desa. Tapi, berhubung orang-orang yang saya tanya menyebutkan nominal yang berbeda, saya ambil rata-rata saja.

Kas RT                                    : 5.000

Dansos RT                              : 5.000

Kas dasawisma                       : 5.000

Kas RW                                   : 5.000

Baca Juga:

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

4 Hal yang Bikin Orang Kota seperti Saya Kagok Hidup di Desa

Snack pengajian                     : 7.000

Arisan ibu-ibu                         : 50.000

Arisan bapak-bapak                : 25.000

Sampah                                   : 30.000

Jimpitan                                   : 5.000

Iuran kematian                        : 2.000

Iuran keamanan/ronda           : 2.000/hari (60 ribu/bulan)

Dihitung-hitung, ada pengeluaran sebesar 199.000/bulan. Kalau gajimu UMR Jateng, yang berada di kisaran 2,3 juta rupiah, maka iuran wajib hidup di desa ini sudah menghabiskan sekitar 8,5% dari gaji imutmu.

Kelihatannya sih kecil. Tapi, itu baru iuran wajibnya ya, Bolo. Yang ngeri-ngeri sedap adalah iuran lain yang insidental, katanya tidak wajib, tapi kalau nggak ngasih bisa jadi bahan gibah tetangga.

Ongkos sosial lain yang tidak terduga ketika hidup di desa

Ongkos sosial lain ketika kamu hidup di desa misalnya saat harus tilik tetangga sakit, melahirkan, ataupun meninggal. Memang sih, tiap bulannya warga sudah ditarik iuran dansos dan iuran kematian. Tapi, hal tersebut tidak lantas membuat warga bisa lenggang kangkung. Secara pribadi, mereka tetap harus bawa sesuatu, entah uang atau bingkisan agar elok dipandang.

Belum lagi kalau bicara soal hajat tetangga yang macamnya banyak sekali. Yang kecil-kecilan, ada acara anak ulang tahun dan tilik haji. Yang gedean, ada nyunati hingga pesta pernikahan. Dan kalau kamu tinggal di Jawa, rentetan tradisi komunalnya jauh lebih panjang dan lebih memicu ongkos sosial. Untuk prosesi dari masa kehamilan hingga bayi diberi nama saja, kamu bakal diundang ke acara empat bulanan, tujuh bulanan (mitoni), puputan, hingga tradisi tedhak siten saat anak mulai belajar berjalan.

Siklus ini pun masih berlanjut bahkan ketika seseorang sudah tiada. Ada tahlilan 7 hari, peringatan seratus hari (nyatus), hingga haul tahunan (mendak). Jujur, saya sampai bingung ngitung ongkos sosialnya, saking terlalu banyak. Tapi, karena momen-momen tersebut jarang tumplek blek di bulan yang sama, maka, mari kita anggap rata-rata untuk ongkos sosial tak terduga ini sebesar 100 ribu/bulan. Sehingga, totalnya menjadi 299.000/bulan.

Dan itu belum selesai.

Baca halaman selanjutnya

Semua dirayakan

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 23 Juni 2026 oleh

Tags: hidup di desaiuran di desaongkos hidup di desa
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Hidup di Desa Terkadang Tak Lebih Baik ketimbang Hidup di Kota, Bahkan Bisa Jadi Lebih Buruk

Hidup di Desa Terkadang Tak Lebih Baik ketimbang Hidup di Kota, Bahkan Bisa Jadi Lebih Buruk

2 November 2023
4 Ide Usaha yang Cocok Dijalankan di Desa selain Toko Sembako Mojok.co

4 Ide Usaha yang Cocok Dijalankan di Desa selain Toko Sembako

14 November 2024
Sisi Gelap Pernikahan di Desa, Sudah Menggadaikan Sawah Demi Biaya Hajatan, Masih Aja Jadi Omongan Tetangga Mojok.co

Sisi Gelap Pernikahan di Desa, Sudah Gadaikan Sawah Demi Biaya Hajatan, Masih Aja Jadi Omongan Tetangga

24 Juli 2025
4 Hal yang Bikin Orang Kota seperti Saya Kagok Hidup di Desa Mojok.co

4 Hal yang Bikin Orang Kota seperti Saya Kagok Hidup di Desa

7 November 2025
Surat Jawab dari Pemeluk Ajaran Indomie buat Misionaris Mie Sedaap terminal mojok.co

Indomie: ‘Dalemannya’ dan Bukti Kuliner Laris Orang Kota

11 September 2019
5 Drama Korea yang Bikin Orang Kota Pengin Hidup di Desa Mojok.co

5 Drama Korea yang Bikin Orang Kota Pengin Hidup di Desa

4 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Trotoar Jalan Veteran Malang yang tak suantai sayang: trotoar tidak rata, penuh pkl, macetnya minta ampun!

Trotoar Jalan Veteran Malang yang tak suantai sayang: trotoar tidak rata, penuh pkl, macetnya minta ampun!

11 Juli 2026
Ini Dia Alasan Orang Jakarta Timur Malas Diajak Main ke Jakarta Selatan

Jakarta Timur Layak Dimekarkan jadi Jaktim Utara dan Jaktim Selatan, Terlalu Banyak Perbedaan!

8 Juli 2026
Ketika Americano Dianggap Maskulin Lebih dari Es Kopi Susu (Unsplash)

Ketika Americano Dianggap Lebih Maskulin ketimbang Es Kopi Susu

6 Juli 2026
9 Karakter Orang yang Nggak Cocok Kuliah di Politeknik Mojok.co

Mahasiswa Politeknik Nggak Pernah KKN, Bukan Berarti Nggak Berjiwa Sosial, Pengabdian Kami Cuma Beda Gaya Saja

5 Juli 2026
5 Dosa Penjual Ketoprak Jakarta yang Membuat Pembeli Tidak Nafsu Makan Mojok.co cirebon

Jangan Asal Klaim, Ketoprak Itu Warisan Kuliner Betawi Jakarta, Bukan Cirebon

6 Juli 2026
3 alasan yang membuat saya nggak ikhlas kalau Jaklingko harus berbayar, sebaiknya benahi hal-hal ini dahulu Mojok.co

3 alasan yang membuat saya nggak ikhlas kalau JakLingko harus berbayar, sebaiknya benahi hal-hal ini dahulu

11 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.