Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Setan: Awalnya Menakutkan, Kini Jadi Komoditas yang Menggiurkan

L C Tulus Wijayanto Manalu oleh L C Tulus Wijayanto Manalu
16 Desember 2022
A A
Gara-gara Sinetron 'Di Sini Ada Setan', Lagu ‘Antara Ada dan Tiada’ Berubah Jadi Lagu Horor terminal mojok.co

Gara-gara Sinetron 'Di Sini Ada Setan', Lagu ‘Antara Ada dan Tiada’ Berubah Jadi Lagu Horor terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Setan atau demit, yang hidup di dimensi lain, makin hari justru makin nyata di dimensi kita hidup. Tetapi fungsinya sudah berbeda. Bukan untuk menggoda manusia, tapi menjadi konten. Dunia sudah terbalik, manusia melancarkan serangan balik. Kalau dulu manusia takut oleh hantu, sekarang mereka mengeksploitasi hantu.

Kita bagai hidup dalam dunia Bleach. Kita mengambil alih tugas Shinigami, dan mengacaukan hierarki keseimbangan dunia yang sudah diatur oleh Soul King.

ADVERTISEMENT

Menjadi seorang freelancer di Yogyakarta membuat saya memiliki banyak waktu luang. Dalam beberapa hari terakhir, saya dan teman kontrakan rutin menonton dengan tujuan menambah wawasan dan referensi. Mulai dari film, web series, hingga akhirnya terkerucut ke video di YouTube. YouTube memiliki banyak konten yang menarik, tetapi entah kenapa teman saya memiliki ketertarikan dengan konten yang sifatnya hantu-hantuan.

Genap seminggu kami melakukan penjelajahan konten perhantuan, saya mulai merasa jenuh.

“Kok gini-gini aja ya setan Indonesia, nggak ada yang lain po?”

Setelah saya sadari, bukan setannya yang membosankan, tetapi kontennya saja yang homogen alias mirip-mirip. Ibarat kata, kamu jalan-jalan di kebun binatang, sehari pertama pasti perjalanannya menarik. Hari-hari berikutnya akan terasa bosan karena yang bakal kamu lihat ya itu-itu saja.

Hal yang mengherankan datang dari teman saya, dia sama sekali tidak bosan dengan konten demit-demitan. Bukan hanya di YouTube, di akun media sosialnya yang lain pun algoritmanya juga soal demit. Dia pribadi mengakui bahwa konten demit bisa mengalahkan segalanya. Ada hal menarik yang keluar dari mulutnya, “Kalau setan-setan jadi konten gini, mereka merasa tereksploitasi nggak ya, Fren-frenku?”

Wo lha ini. Mari kita berbicara serius.

Baca Juga:

Di Balik Sekolah Elit yang Eksploitatif dan Manipulatif Ada Guru yang Menderita karena (Terpaksa) Jadi Ojek dan ART untuk Yayasan 

Konten Review Tanaman Bupati Lamongan Adalah Konten Pejabat Paling Membingungkan yang Pernah Saya Tonton, Nggak Paham Prioritas!

Jika kita telusuri kembali, cerita horor memang menjadi pembahasan yang menarik bahkan jauh sebelum media sosial berkembang seperti saat ini. Dulu cerita horor hadir dari mulut ke mulut, tongkrongan ke tongkrongan. Anak-anak menjadi sasaran yang empuk untuk menerima efek luar biasa dari peristiwa ini. Orang tua juga banyak bercerita kepada anaknya tentang hantu dengan tujuan baik seperti “ojo metu surup-surup, mengko digondol kolong wewe”. Ya pokoknya yang gitu-gitulah.

Berbeda dengan saat ini, ada konten di mana setan bisa dipukul pakai panci, diajak guyonan, dan sebagainya. Eksploitasi besar-besaran di tengah maraknya media sosial. Hal ini membuat setan sedikit kehilangan derajatnya, walaupun masih ada kengerian bagi yang sempat menemuinya.

Posisinya sekarang terbalik. Orang memang masih takut akan setan, tapi mereka menikmati konten-konten yang melibatkan makhluk tersebut. Kalau bicara eksploitasi atau bukan, agak membingungkan juga. Tapi kira-kira begini saja agar lebih mudah: apa yang kau rasakan ketika kamu diganggu pas lagi rebahan, dan yang ganggu kamu waktu rebahan dapat cuan dari tindakannya tersebut?

***

Jika ditelusuri kembali, konten horor dimulai di berbagai program televisi mulai dari 2008 hingga saat ini. Seiring maraknya media sosial, konten tersebut merambah ke berbagai platform seperti YouTube, TikTok, Instagram, Twitter, dan lainnya. Mereka membuat channel khusus untuk membahas cerita horor, sehingga setan menjadi komoditi yang menggiurkan untuk menghasilkan uang. Bukan melalui dukun, klenik, dan sejenisnya, tetapi melalui konten yang lebih ramah tanpa risiko yang tinggi atau yang biasa disebut dengan tumbal.

Pada dasarnya ini memang menjadi suatu budaya di Indonesia. Bukan setannya, tetapi tentang bagaimana suatu konten media sosial berkembang hingga banyak pengikutnya. Pengikut dalam hal ini adalah peniru. Bukan menjadi masalah, karena setiap konten pasti memiliki ciri khasnya tersendiri walaupun konteks pembahasannya hampir sama. Menarik untuk menunggu konten yang berbeda muncul kembali di platform media sosial Indonesia. Hingga akhirnya kembali ditiru dan menjadi budaya yang baru lagi.

Pesan terakhir saya, jangan lupa royalti untuk para demit di luar sana yang sering masuk konten dan menjadi tontonan publik. Tentunya bukan royalti uang yang diharapkan, tetapi melalui doa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Tidak bisa dibayangkan bila para demit menghilang karena tidak ada timbal balik yang mereka terima, lalu konten apa yang akan dibawakan oleh content creator di media sosial? Bukankah dampaknya akan sangat besar?

Penulis: L C Tulus Wijayanto Manalu
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kok Bisa Sih Takut Sama Pocong? Dia Kan Cuma Hantu yang Pengin Dibukain Talinya Doang

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 16 Desember 2022 oleh

Tags: eksploitasikontensetan
L C Tulus Wijayanto Manalu

L C Tulus Wijayanto Manalu

Freelancer videographer dan location manager di beberapa shoting iklan serta film. Cita-citanya pengen jadi penulis dan director film.

ArtikelTerkait

musik metal

Susahnya Menjelaskan Musik Metal ke Orang Tua

20 Agustus 2019
ngelawan setan, keseharian setan

Liputan Keseharian Setan di Neraka Selama WFH Karena Bulan Puasa

7 Mei 2020
ngelawan setan, keseharian setan

Cara Anak Pesantren Ngelawan Setan yang Bisa Niruin Baca Alquran

2 April 2020
Kebodohan Acara Televisi Indonesia Memang Sudah Semestinya Dirayakan terminal mojok.co

Hanya Stasiun TV yang Pede Bikin Konten Edukasi tapi Dipatahin Sendiri

30 September 2021
Bahaya Influencer Nakal: Tarif Endorse Jutaan, Insight Konten Penuh Kepalsuan!

Bahaya Influencer Nakal: Tarif Endorse Jutaan, Insight Konten Penuh Kepalsuan!

18 Oktober 2023
Konten “5 Ribu di Tangan Istri yang Tepat” Adalah Bentuk Pembodohan

Konten “5 Ribu di Tangan Istri yang Tepat” Adalah Bentuk Pembodohan

29 September 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co lamongan

Sudah tahu jalan di Lamongan jelek, kok malah beli Honda Scoopy, aneh!

21 Agustus 2026
Hal-hal yang bisa dilakukan di Kopdes Merah Putih selain belanja Mojok.co

Hal-hal yang bisa dilakukan di Kopdes Merah Putih selain belanja

23 Agustus 2026
Selain rumah makan Padang, usaha fotokopi juga identik dengan orang Minang Mojok.co

Selain rumah makan Padang, usaha fotokopi juga identik dengan orang Minang

23 Agustus 2026
Seminar perencanaan keuangan nggak guna selama nggak punya duitnya Mojok.co

Seminar perencanaan keuangan nggak guna selama nggak punya duitnya

24 Agustus 2026
Kuliah di kampus nggak terkenal Universitas Siliwangi Tasikmalaya ternyata nggak buruk-buruk amat Mojok.co

Kuliah di kampus nggak terkenal Universitas Siliwangi Tasikmalaya ternyata nggak buruk-buruk amat

27 Agustus 2026
Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya Mojok.co

Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya

21 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.