Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Semua Makanan di Unnes Murah, Jadi Nggak Perlu Ada Rekomendasi

Muhammad Rohman oleh Muhammad Rohman
28 September 2020
A A
4 Bahan Makanan yang Cocok dengan Lidah Orang Jawa

Semua Makanan di Unnes Murah, Jadi Nggak Perlu Ada Rekomendasi terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Belakangan ini di Terminal Mojok, banyak artikel rekomendasi makanan murah di beberapa kampus. Itu artinya, di kampus-kampus tersebut juga banyak makanan mahalnya. Bahkan, bisa jadi makanan mahalnya yang mendominasi? Kalau kamu kuliah di Unnes, nggak perlu ada rekomendasi makanan murah, karena semua makanan di Unnes terbilang murah.

Dulu sebelum saya kuliah, saya sempat mendengar kabar burung bahwa Unnes adalah kampus rakyat. Unnes kampus yang memihak rakyat kecil. Memfasilitasi mereka yang miskin, berprestasi, dan mau melanjutkan studi di perguruan tinggi. Biaya perkuliahannya juga murah. Makanya banyak orang miskin yang mempertaruhkan masa depannya di sana. Setidaknya anggapan itu berlaku sampai tahun 2015. Sependek yang saya tahu, setelahnya Unnes tumbuh dengan wajah yang berbeda.

Meskipun Unnes adalah kampus dengan mahasiswa bidikmisi terbanyak se-Indonesia, mahasiswa tajir melintirnya juga nggak kalah banyak. Apalagi mereka yang dari jalur seleksi mandiri. Bisa dipastikan mereka adalah makhluk dengan privilese yang nggak tahu menahu soal asam garam kehidupan. Kuliah di Unnes membuat mereka layaknya turun dari menara gading lalu berbaur dengan rakyat jelata.

Oleh karena “isu” ini masih sangat baru, hal ini belum begitu disadari oleh para pengusaha di situ. Banyak yang menjual makanan murah dengan maksud menyesuaikan kemampuan kantong mahasiswa. Atau boleh jadi makanan di Unnes murah karena sudah mengakar mekanisme pasarnya, jadi rasanya sulit untuk memulai dengan harga yang agak mahalan. Takut nggak laku. Kalaupun laku bakal sedikit, masih kalah sama mereka yang menjual dengan harga murah. Akhirnya banyak yang memilih berjualan dengan harga murah, tentu dengan kualitas makanan yang juga dibikin kualitas murah.

Nasi Padang misalnya. Dulu waktu saya masih di Tangerang Selatan, masuk warung Padang itu rasanya kayak keren banget. Yang datang kebanyakan orang-orang berseragam. Nah, saya yang orang pinggiran merasa dapat privilese ketika duduk di situ. Misal ada teman yang lewat, langsung saya sapa penuh bangga. Menyapa sekaligus memberitahu kalau saya lagi makan di tempat yang lumayan mewah, meskipun sendirian. Lha iya, wong waktu itu masih jomblo.

Tapi, di kampus Unnes, warung Padang mengalami distorsi kualitas. Jadi nggak ada kebanggaan sama sekali kalau makan di situ. Warung Padang di Unnes bisa diakses siapa saja, harganya murah. 

Pertama mengetahui hal ini rasanya sudah kayak culture shock. Saya bakal berswafoto ria kalau lagi makan di warung Padang yang biasanya, lalu kirim ke gebetan saking bangganya. Tapi, sekarang sudah nggak bisa lagi karena gebetan saya tahu warung Padang di sini hampir sama dengan warung biasa lainnya. Bahkan, ada yang memakai aturan prasmanan dan harga tetap murah. Rp6.000 sudah bisa makan kenyang.

Kalau ngomongin nasi goreng, seperti yang saya bilang di awal. Misal nggak murah semua, minimal ada versi murahnya. Di kampus Unnes, hampir semua jenis nasi goreng ada. Sampai saat ini, masih nasi goreng Brebes yang jadi favorit saya. Harga rata-rata nasi goreng Brebes sekitar Rp8.000-10.000 per porsi. Ada yang lebih mahal, ada juga yang lebih murah. Yang paling murah harganya Rp6.000.

Baca Juga:

Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot

Di Lidah Orang Jawa, Kuliner Madura Enak Kecuali yang dari Sumenep

Lokasi nasi goreng paling murah ini berada di Banaran, dekat banget dengan gerbang utama Unnes. Kalau kamu dari arah Sampangan, kira-kira 50 meter sebelum gerbang utama Unnes. Namanya “Nasi Goreng Bu Tun”. Meskipun murah, porsi dan rasanya nggak terlalu mengecewakan. Rasanya lumayan enak, porsinya besar, lengkap dengan lalapan dan telur ceplok utuh di atasnya. Kalau di tempat lain harganya bisa Rp10.000. Anak-anak kelas proletar yang nggak mau modal biasa kencan di sini. 

Oh, ya, ada ungkapan yang seolah sudah menjadi tradisi lisan, “Kamu belum Unnes, kalau belum pernah makan di Warung Bu Tun.” 

Dua sampel saja saya kira cukup karena jenis makanan di Unnes lainnya pun murah-murah. Di mana-mana ada makanan murah. Jadi, buat kamu mahasiswa baru yang belum sempat pergi ke kampus karena pandemi atau kamu yang berminat kuliah di Unnes, nggak perlu khawatir soal harga makanan. Dibandingkan kampus sebelah, Unnes jauh lebih ramah kantong mahasiswa. Mari kuliah di Unnes! Eh.

BACA JUGA Membahagiakan Ibu dengan Menjadi Anak Manja dan tulisan Muhammad Rohman lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 September 2020 oleh

Tags: KulinerMahasiswa
Muhammad Rohman

Muhammad Rohman

Seorang kakak yang paling bahagia karena diberkahi dua adik lucu. Segera lulus dari Universitas Negeri Semarang. Twitter: @rochman_7610.

ArtikelTerkait

6 Rekomendasi Kuliner Ngetop di Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel Surabaya

23 April 2022
Curahan Hati Mahasiswa Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam yang Digadang-gadang jadi Da'i Mojok.co

Curahan Hati Mahasiswa Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam yang Digadang-gadang jadi Da’i

7 November 2023
Kalau Bikin Kajian Strategis BEM, Tolong Referensinya Jangan Makalah Anak SD kastrat BEM kampus makalah APA style mojok.co

Jurus Ngeles Mahasiswa Biar Nggak Ngumpulin Tugas

26 Juni 2020
Gap Year Dianggap Buang Waktu padahal Tujuannya untuk Mengumpulkan Amunisi mahasiswa gap year

Gap Year Dianggap Buang Waktu padahal Tujuannya untuk Mengumpulkan Amunisi

20 Mei 2024
gap year

Pertimbangkan Gap Year Kalau Masih Bingung Pilih Jurusan

23 Juni 2019
jumatan

Jumatan Tidak Membuatmu Menjadi Lebih Tampan

31 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026
Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

31 Januari 2026
Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026
Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi Mojok.co

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi 

5 Februari 2026
Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.