Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Selain Makoto Shinkai, Ini Sutradara Anime Naik Daun yang Perlu Kalian Tonton Karyanya

Raynal Payuk oleh Raynal Payuk
29 Desember 2020
A A
sutradara anime mojok

sutradara anime mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Pada akhir 2016, film anime Your Name berhasil menempatkan dirinya sebagai film anime dan film Jepang dengan penjualan tiket terbanyak sepanjang masa di seluruh dunia. Di lain pihak, nama sutradara anime Your Name, Makoto Shinkai berhasil naik ke kancah dunia dan menjadi salah satu nama paling dikenal dari industri anime saat ini. Bahkan beberapa media luar negeri seperti The Guardian sampai memanggilnya Hayao Miyazaki baru. Tidak mengejutkan jika film terbarunya, Weathering with You, sukses secara komersial di 140 negara pada 2019.

Namun, Makoto Shinkai bukan cuma satu-satunya nama yang naik daun dalam industri anime di era modern.  Dalam sepuluh tahun terakhir, ada beberapa nama berhasil masuk ke dalam sorotan pecinta animasi Jepang. Mereka masing-masing punya ciri khas dan latar belakang berbeda satu sama lain. Jika memang ingin tahu, nama mana yang karyanya paling ditunggu oleh otaku seluruh dunia saat ini, simak mereka di bawah ini.

ADVERTISEMENT

Sayo Yamamoto

Menjadi perempuan di industri anime itu sulit. Buktinya, kita bisa melihat jumlah sutradara anime perempuan berbanding terbalik dengan jumlah mangaka perempuan yang karyanya diadaptasi menjadi anime. Maka nama Sayo Yamamoto menjadi anomali karena berhasil menyutradarai bukan cuma satu, tapi tiga serial anime dengan tiga studio berbeda. Namun tidak mengejutkan jika sejak debut pertamanya sebagai sutradara Michiko to Hatchin, butuh waktu empat tahun untuk Yamamoto menjadi sutradara utama lagi di anime Lupin the Third, The Woman Called Fujiko Mine.

Semuanya berubah saat Yamamoto ikut Japan Animator Expo 2015 dibawah sutradara legendaris Hideaki Anno. Lewat animasi pendek tentang ice skating, Endless Night, nama Yamamoto naik daun sebagai salah satu sebagai pendatang muda di industri anime. Setelah empat tahun tidak mendapat kesempatan sebagai sutradara serial TV, kesempatan akhirnya datang setelah proyek personalnya, Yuri On Ice diterima oleh MAPPA . Anime yang  sempat populer di tahun 2016, ternyata adalah mimpi pribadi Yamamoto untuk membuat serial anime tentang ice skating, olahraga favoritnya.

Selain ice skating, salah satu trademark paling unik dari anime karya Yamamoto adalah keberagaman penampilan karakternya. Nggak ada yang namanya karakter dengan pakaian sama atau gaya rambut gak berubah untuk ratusan episode. Bahkan dalam satu episode, satu karakter bisa ganti pakaian beberapa kali. Ini membuktikan bahwa bukan hanya Yamamoto punya kemampuan untuk menyutradarai anime, tapi ciri khas dan passion yang tentu tidak kalah dari rekan-rekan prianya di industri.

Naoko Yamada

Sutradara perempuan di industri anime itu jarang, tapi bukan suatu keanehan di studio panutan semua orang a.k.a Kyoto Animation. Terkenal akan sistem regenerasi animatornya dan memiliki rasio animator perempuan dengan pria yang lebih tinggi dari studio lainnya, tidak mengagetkan jika sutradara anime perempuan paling terkenal, Naoko Yamada, berasal dari studio ini.

Memulai karirnya sebagai sutradara episode di Clannad dan Nichijou, debut pertama Yamada muncul saat dia diberi kepercayaan menyutradarai serial anime K-ON! pada 2010. Selanjutnya Yamada ikut dalam proyek film Tamako Love Story, dan K-On Movie sebelum akhirnya menjadi sutradara dari film A Silent Voice.

Rilis pada 2017, A Silent Voice sukses secara komersial baik di Jepang maupun kancah internasional. Walaupun adaptasi dari manga, Yamada berhasil memberikan sentuhan uniknya tersendiri, yaitu leg shot. Latar belakangnya sebagai anggota klub fotografi saat kuliah membuat sinematografi dari banyak anime Yamada terasa seperti film live action sungguhan.

Baca Juga:

Seandainya Taeko dalam Film Only Yesterday Ghibli Hidup di Indonesia, Dia Pasti Jadi Omongan Tetangga

Anime Genre Isekai Isinya Gitu-gitu Aja, kalau Nggak Ketabrak Truk, ya Isinya Harem

Daripada hanya berfokus kepada close up shot di muka karakternya, Yamada memilih memfokuskan animasinya pada kaki karakter. Menurutnya, jika mata adalah jendela diri seseorang maka kaki adalah jendela lainnya. Kita bisa menilai sifat dan ekspresi karakter dalam anime Yamada hanya dengan melihat cara kaki berjalan, bergerak, berdiri, dan gemetar tanpa perlu melihat wajah mereka. Trademark ini dapat dilihat di banyak karya Yamada lainnya dari episode 16 Clannad After Story hingga episode 24 K-On!!. Apapun yang diadaptasinya, Yamada berhasil memberikan sentuhan unik dalam setiap anime buatannya.

Masaaki Yuasa

Sutradara anime ini mungkin bisa dibilang salah satu pesaing dari Makoto Shinkai jika melihat dari jumlah penghargaan dan karyanya yang dipuji oleh kritik. Debut film pertamanya, Mind Game gagal secara komersial tetapi banyak dipuji kritik hingga mencapai status legendaris di antara animator. Lebih dari 16 tahun kemudian, Yuasa tetap memilih jalan berbeda dari kebanyakan animator lainnya dari segi animasi ataupun desain karakter.

Dalam wawancaranya pada festival film di Jerman, Yuasa mengaku selalu merasakan tekanan untuk membuat anime yang secara visual punya karakter kawai (manis) seperti kebanyakan anime lainnya. Hampir tidak ada karakter dalam anime Yuasa yang mirip dengan tren saat serial tersebut tayang. Dari Kaiba, Tatami Galaxy, hingga Ping Pong the Animation, semua serial ciptaannya terasa unik dari segi visual satu sama lain.

Walaupun cenderung menolak mengikuti pakem anime saat ini, Yuasa selalu memastikan animasinya berjalan secara mulus. Berbanding terbalik dengan banyak studio yang punya desain karakter cakep dan rumit tetapi cuma berakhir sebagai patung dengan bagian bibir dan kepala yang gerak saja. Dari segi filosofi, nama Yuasa mungkin sudah bakal terkunci sebagai sutradara anime indie yang cuma dikenal beberapa orang saja.

Namun, kesuksesan dua serial TV terakhirnya, Devilman Crybaby dan Keep Your Hand Off Eizouken ternyata membuktikan bahwa ada tempat baginya di dalam pasar anime mainstream. Saat fans anime berusaha mencari angin baru di tengah banyak anime yang latah ikut serial populer sebelumnya, nama Yuasa menjadi pilihan nomor satu.

BACA JUGA 3 Film Korea tentang Kesenjangan Sosial selain Parasite dan tulisan lainnya dari Raynal Arrung Bua.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Desember 2020 oleh

Tags: animekimi no nawamakoto shinkaiweathering with you
Raynal Payuk

Raynal Payuk

Mantan Pers Kampus Dalam Pencarian Jati Diri dan Pekerjaan. Saat ini menjadi seorang pemikir yang sedang berusaha memecahkan paradoks tertua umat manusia

ArtikelTerkait

5 Profesi buat Uzumaki Naruto kalau Pensiun Dini Jadi Hokage terminal mojok.co

Naruto Adalah Tontonan Berguna untuk Memahami Perilaku Pejabat Indonesia

1 Mei 2020
scanlation one piece chapter 1011 attack On Titan Lebih Baik dari 'One Piece'? Mabuk, Bos?

3 Ayah Tokoh Utama Anime yang Bikin Kita Penasaran

4 September 2020
Saya Pria dan Saya Lebih Suka Chibi Maruko Chan Ketimbang 'AoT' Terminal Mojok

Saya Pria dan Saya Lebih Suka ‘Chibi Maruko Chan’ Ketimbang ‘AoT’

7 Maret 2021
anime

Mencari Falsafah Hidup dari Film Anime

23 Agustus 2019
FanFiksi: Sarana Mencurahkan Kehaluan dan Menyulut Pertikaian Para Penggemar Fiksi

Fanfiksi: Sarana Mencurahkan Kehaluan dan Menyulut Pertikaian Para Penggemar Fiksi

1 November 2019

Tokyo Revengers: Crows dengan Cita Rasa Naruto Shippuuden

21 Mei 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi ruang publik yang lebih hidup  Mojok.co

4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi jadi daerah lebih hidup 

17 Juli 2026
Drama pembayaran tunai ojol, uang kembalian jadi menguras waktu dan energi saya Mojok.co

Niat beli makanan lewat layanan pesan antar ojol supaya praktis, eh berujung repot karena driver tak punya kembalian

20 Juli 2026
Pucang Surabaya, kawasan di kota pahlawan yang tak pernah kenal tidur

Pucang Surabaya, kawasan di kota pahlawan yang tak pernah kenal tidur

16 Juli 2026
Pengalaman Tinggal di Ngaglik Sleman Tak Melulu Enak seperti Kata Orang Mojok.co

Sleman semakin mahal, tetapi narasi kota mahasiswa murah tetap dipelihara

15 Juli 2026
Dosa pengusaha kuliner, pakai foto hasil AI untuk jualan hingga pembeli merasa tertipu Mojok.co

Dosa pengusaha kuliner, pakai foto makanan hasil AI hingga pembeli merasa tertipu

20 Juli 2026
Membayangkan Jatinangor Tanpa Unpad, ITB, IPDN, dan Ikopin: Nggak Terkenal, Nggak Berkembang, Pokoknya Menyedihkan sumedang, bandung

Berhentilah menyebut Jatinangor sebagai Bandung coret, tolong hormati Sumedang

15 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.