Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Purwokerto Tidak Butuh Mall Kedua, Setidaknya untuk Sekarang

Wahyu Tri Utami oleh Wahyu Tri Utami
7 April 2026
A A
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau kamu pernah main ke Purwokerto saat libur panjang atau momen Lebaran, ada satu tempat yang hampir pasti kamu temui dalam kondisi penuh sesak: Rita Supermall. Mall satu-satunya yang sering jadi pusat peradaban warga Banyumas dan kabupaten sekitar ini memang punya daya tarik tersendiri. Mau nonton, makan, belanja, atau sekadar ngadem, semuanya numplek di situ.

Akibatnya, di waktu-waktu tertentu, suasana di dalamnya bisa lebih padat daripada ekspektasi masa depan yang belum tentu jelas. Parkiran penuh, antrean mengular, dan eskalator terasa seperti jalur evakuasi darurat.

ADVERTISEMENT

Dari situ, muncul satu ide yang terdengar masuk akal: “Kayaknya Purwokerto butuh satu mall lagi deh.”

Tapi, bagi saya, justru sebaliknya. Purwokerto tidak terlalu butuh mall kedua. Setidaknya, belum sekarang.

Purwokerto itu sudah cukup ramai, bukan sepi hiburan

Kalau argumennya adalah “biar warga punya lebih banyak pilihan,” saya rasa kita perlu duduk sebentar dan menghitung ulang. Soalnya, Purwokerto tidak sesepi itu dalam urusan belanja dan hiburan.

Selain Rita Supermall, kita juga punya Rita Pasaraya Kebondalem, Rita Pasaraya Alun-Alun, sampai Rita Isola. Belum lagi toko grosir seperti Indogrosir Purwokerto dan supermarket modern seperti Superindo Purwokerto.

Kalau mau nonton bioskop, memang ada CGV di dalam Rita Supermall. Tapi jangan lupa, ada Rajawali Cinema yang justru lebih dulu hadir dan punya nilai historis tersendiri. Bahkan bagi sebagian orang, nonton di sana itu bukan sekadar hiburan, tapi juga nostalgia.

Soal tempat makan, apalagi. Sekarang kafe dan tempat nongkrong kekinian sudah bertebaran di berbagai sudut kota. Tidak semuanya harus bernaung di dalam mall. Justru banyak yang lebih hidup karena berdiri mandiri, lebih fleksibel, berani bereksperimen, dan tentu saja tetap Instagramable.

Baca Juga:

Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

7 kuliner Purwokerto yang menurut saya pantas dikenal lebih banyak orang, jangan jajan mendoan melulu

Jadi, kalau alasannya karena “kurang pilihan,” sepertinya Purwokerto sudah cukup punya stok.

BACA JUGA: Purwokerto Adalah Daerah Paling Aneh karena Bukan Kota, Kurang Pas Disebut Kabupaten, Apalagi Menjadi Kecamatan. Maunya Apa, sih?

ADVERTISEMENT

Belajar dari yang sudah sepi, jangan sampai nambah korban

Membangun mall kedua mungkin terdengar seperti langkah maju. Tapi kalau tidak dihitung matang, bisa jadi malah jadi langkah mundur yang mahal. Kita tidak perlu jauh-jauh mencari contoh. Moro Mall Purwokerto pernah jadi salah satu pusat keramaian. Tapi sekarang tinggal cerita. Sepi, tutup, lalu dikenang sebagai “dulu pernah ramai.”

Masalahnya sederhana: daya beli dan jumlah pengunjung itu terbatas. Ketika ada terlalu banyak pilihan dalam satu kategori yang sama, persaingan jadi tidak sehat. Yang kuat mungkin bertahan, tapi yang setengah-setengah akan tergilas pelan-pelan.

Mall bukan sekadar bangunan besar dengan AC dingin, tapi juga butuh arus pengunjung yang stabil. Kalau pasar yang ada dipaksa dibagi dua tanpa pertumbuhan signifikan, hasilnya bukan dua mall yang sama-sama ramai, tapi dua-duanya setengah hidup. Dan kita sudah punya satu contoh nyata bagaimana cerita itu bisa berakhir.

Ada yang lebih mendesak di Purwokerto

Daripada sibuk membayangkan mall kedua, ada baiknya kita menoleh ke masalah yang lebih dekat dan lebih sering bikin emosi: parkir.

Ya, parkir di Purwokerto itu seperti sinetron panjang tanpa episode terakhir. Sudah sering dibahas, sering dikeluhkan, tapi entah kenapa selalu kembali lagi dengan plot yang sama. Pengelolaannya juga kadang bikin bingung, ini resmi atau sekadar inisiatif warga yang terlalu kreatif?

Masalah ini jelas lebih urgent daripada menambah mall baru. Karena bahkan dengan satu mall saja, urusan parkir sudah bisa bikin pening. Bayangkan kalau nanti ada dua mall. Bisa jadi, kita bukan lagi pusing soal belanja, tapi soal di mana harus menaruh kendaraan tanpa merasa dirugikan.

Tidak semua kota harus punya dua mall

Ada semacam anggapan tidak tertulis bahwa kota yang “maju” itu harus punya lebih dari satu mall. Padahal, tidak semua kota perlu mengikuti template yang sama. Purwokerto punya ritmenya sendiri. Tidak terlalu cepat, tapi juga tidak tertinggal. Kehidupan kotanya tumbuh dengan cara yang unik, tidak selalu harus seragam dengan kota besar lain.

Menambah mall kedua mungkin terlihat seperti simbol kemajuan. Tapi kalau fondasinya belum siap, justru bisa jadi beban baru.

ADVERTISEMENT

Jadi, untuk sekarang, biarlah Rita Supermall tetap jadi pusat keramaian yang kita keluhkan sekaligus kita tuju. Sambil berharap, suatu hari nanti, yang dibenahi bukan jumlah mallnya, tapi kualitas kotanya secara keseluruhan.

Penulis: Wahyu Tri Utami
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Purwokerto Nyaman, tapi Salatiga yang lebih Menjanjikan Jika Kamu Ingin Menetap di Hari Tua

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 April 2026 oleh

Tags: banyumasmall di purwokertomoro mall purwokertopurwokertorita mall purwokerto
Wahyu Tri Utami

Wahyu Tri Utami

Pembaca buku, penonton film, penulis konten. Sesekali jadi penyelam andal (di internet, bukan di air).

ArtikelTerkait

3 Alasan Saya Lebih Senang Nonton Film di Bioskop Jadul Rajawali Purwokerto daripada Bioskop Modern di Mall Mojok.co

3 Alasan Saya Lebih Senang Nonton Film di Bioskop Jadul Rajawali Purwokerto daripada Bioskop Modern di Mall

5 Desember 2025
4 Toko Baju Andalan para Mahasiswi Unsoed Purwokerto Terminal Mojok

4 Toko Baju Andalan para Mahasiswi Unsoed Purwokerto

22 November 2022
Karangjambu, Daerah Padat Penduduk di Purwokerto yang Dipenuhi Masalah

Karangjambu, Daerah Padat Penduduk di Purwokerto yang Dipenuhi Masalah

26 Juni 2024
Purwokerto Adalah Daerah yang Paling Susah Didefinisikan (Pexels)

Purwokerto Adalah Daerah Paling Aneh karena Bukan Kota, Kurang Pas Disebut Kabupaten, Apalagi Menjadi Kecamatan. Maunya Apa, sih?

15 Januari 2025
Menyebut Tempe Goreng Tepung sebagai Tempe Mendoan, Seburuk-buruknya Penghinaan! terminal mojok.co

Mendoan Itu Harus Lemes, Bukan Garing!

15 Agustus 2021
Es Brasil Asli Purwokerto (Unsplash)

Es Brasil Asli Purwokerto, Es Krim Masa Kecil yang Penuh Kenangan

24 Desember 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Selain rumah makan Padang, usaha fotokopi juga identik dengan orang Minang Mojok.co

Selain rumah makan Padang, usaha fotokopi juga identik dengan orang Minang

23 Agustus 2026
Saya gagal kerja di Bandung dan Jakarta karena terhalang restu orang tua, kadang sedih, tapi sudah bisa menerima takdir

Saya gagal kerja di Bandung dan Jakarta karena terhalang restu orang tua, kadang sedih, tapi sudah bisa menerima takdir

26 Agustus 2026
Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

Saya pernah miskin, saya begitu benci dengan keadaan itu, dan tak pernah ingin jadi miskin lagi

23 Agustus 2026
Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar Terminal

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

21 Agustus 2026
Klaten yang dahulu bukanlah yang sekarang, kini semakin hidup dan berkembang Mojok.co

Klaten yang dahulu bukanlah yang sekarang, kini semakin hidup dan berkembang

24 Agustus 2026
Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

20 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.