Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Profesor Snape Adalah Gambaran Nyata Tipikal Bapak-bapak Indonesia

Faris Ahmad Fathoni oleh Faris Ahmad Fathoni
1 November 2020
A A
nama paraban profesor snape kebapakan bapak-bapak indonesia mojok

profesor snape kebapakan bapak-bapak indonesia mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Saya kepikiran menulis tulisan ini setelah di suatu malam seorang teman dekat saya curhat tentang tentang hubungannya dengan sang ayahandanya setelah padu beberapa waktu sebelumnya. Ngomong-omong seputar hubungan anak laki laki dan ayah, sobatku yang budiman apalagi yang kebetulan laki laki masih umur tanggung seperti saya ini pasti relate lah bagaimana “pasang-surutnya” hubungan kalian dengan sosok figur yang pasti kita idolakan di masa kecil.

Tenaaang, saya tau sobat budiman pasti bakal bertanya “lho terus opo hubungannya sama Profesor Snape?’’ Saya sendiri awalnya juga agak terkejut dengan lamunan saya sendiri ketika sepulang dari menemui teman saya di perjalanan pulang. Dengan menaiki beat 110cc keluaran 2009 yang diajak jalan 60km/jam udah ogah-ogahan milik ibu saya, secara resmi saya berkelana menyusuri dinginnya Boyolali pada dini hari dengan tujuan mulia pulang ke rumah dengan selamat sentosa.

Belum ada yang aneh sampai beberapa menit sebelum sampai ke rumah saya, masih melamun di atas motor mak jegagik saya teringat di salah satu scene film Harry Potter and The Goblet of Fire keluaran 2004 di mana Profesor Severus Snape secara heroik mendobrak pintu bersama Dumbledore untuk menyelamatkan Harry yang akan dibunuh Barty Crouch Jr yang nyamar jadi Alastor “Mad-Eye” Moody guru pertahanan terhadap ilmu hitam Hogwarts setelah meminum polyjuice yang dicolong dari Profesor Snape.

Nah ceritanya Si Alastor Moody palsu ini bikin skenario gimana caranya biar Harry memenangkan turnamen Triwizard yang legendaris itu. Sesuai skenario, Harry lolos sampai tantangan terakhir di mana peserta harus bisa menemukan piala yang diletakkan di tengah labirin penuh jebakan yang ternyata sama si Alastor Moody palsu ini pialanya diubah jadi portkey (benda yang digunakan untuk mengangkut penyihir di film tersebut untuk pindah dari satu tempat ke tempat lain pada waktu yang sudah ditentukan, hanya dengan menyentuhnya) yang setelah disentuh si Harry bersama sama si Cedric malah membawa mereka ke Voldemort.

Singkat cerita Harry lolos dari tantangan terakhir yang sebenarnya udah diakalin Alastor Moody palsu. Dalam adegan selanjutnya si Moody palsu nggak terima dong kalo Harry berhasil selamat dan berniat membunuh Harry. Selanjutnya Harry disekap dan di detik-detik terakhir dengan heroiknya seperti adegan film pada umumnya Dumbledore, Prof Minerva, dan Prof Snape mendobrak pintu dan kejadian selanjutnya udah ketebak Harry pasti selamat.

Namun bukan itu yang membuat saya merasa tertampar setelah memendam suudzon berkepanjangan sama si Snape, dalam adegan selanjutnya Snape ditugaskan menahan Si Barty Crouch Jr anak buah “You-Know-Who” Lord Voldemort yang menurut saya lebih mirip psikopat daripada seorang pembunuh bertangan dingin macam Jack The Ripper.

Dalam adegan one-on-one tersebut dengan terkejut saya bisa melihat bagaimana dengan gagah berani diiringi ketulusan yang terpancar Profesor Snape tidak peduli resiko tinggi berhadapan dengan Barty Crouch Jr. yang berbahaya.

Saya sendiri dari awal nonton Harry Potter sempat menaruh curiga kalo jangan – jangan si Snape ini bakal berkhianat atau paling nggak berbuat jahat ke Harry, lah bagaimana nggak curiga coba? Selain doi karena mantan anak buah Voldemort, dari perangainya sendiri kita bisa lihat Profesor Snape ini tak ubahnya dengan pegawai TU SMA yang ribet, nggak mau jelasin prosedur yang berurusan dengan birokrasi sekolahan, ditambah yang sewotnya minta ampyun.

Baca Juga:

5 Hal yang Mungkin Terjadi Setelah Netflix Resmi Mengakuisisi Warner Bros

5 Pekerjaan yang Bertebaran di Indonesia, tapi Sulit Ditemukan di Turki

Namun, yang jadi tamparan buat saya, setelah memendam rasa suudzon selama bertahun-tahun, dalam scene tersebut saya melihat sebuah ketulusan dan aura kebapakan yang terpancar dari mata Profesor Snape di mana tak sedetik pun ia melepaskan pandangan dari penjahat nomor satu to make sure everything will be fine. Ada perasaan campur aduk setelah saya mengingat-ingat scene tersebut. Ternyata di balik sikap dingin tak bersahabat ia tak ada ubahnya seperti stereotip bapak-bapak Indonesia yang bakalan tega mukul pantat anaknya sampai merah kalau main seharian nggak balik-balik namun dalam seketika bakalan jadi superhero yang siap mati ngebela sang anak misal kalau ada yang nekat mengganggu kenyamanan sang buah hati.

Profesor Snape adalah tipikal bapak-bapak Indonesia yang mencintai anaknya lebih dari apa pun tapi ya emang nggak ekspresif aja alias kurang bisa menunjukkan emotional vocabulary kepada anak-anaknya. Profesor Snape juga gambaran ayah saya yang tega menggampar saya ketika keceplosan misuh , juga Profesor Snape adalah gambaran ayah saya yang tiba-tiba muncul menyelamatkan saya saat hampir dikeroyok di jaman SD dan ketika beliau dengan siap menjadi penengah saat saya terlibat insiden saat SMA.

Kita semua pasti pernah cinta dan benci kepada seseorang yang kita sayangi, yah mau gimana lagi ada masa dimana ego kita selalu berbenturan dengan keinginan orang tua. Ada masa ketika kita tidak saling bicara dengan orang tua karena satu lain hal. Ada masa di saat jalan pikiran kita dan orang tua jauh berbeda yang ujung-ujungnya padu lagi.

Yah daripada saya semakin melantur semoga tulisan ini bisa membuat kita lebih khuznudzon ke Profesor Snape dan membuat saya, teman saya sekaligus sobat budiman yang lain untuk lebih bijak dalam bersikap di masa-masa labil tanpa melukai perasan orang yang kita sayangi.

BACA JUGA Level Sombong Ultimate: Nggak Mau Turun Mobil Pas Beli Roti Bakar

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 30 Oktober 2020 oleh

Tags: bapak-bapakharry potterIndonesiaseverus snape
Faris Ahmad Fathoni

Faris Ahmad Fathoni

Seorang mahasiswa semester 5 yang agak mumet.

ArtikelTerkait

Perlu Ada Balance of Power di Laut Cina Selatan

Perlu Ada Balance of Power di Laut Cina Selatan

8 Januari 2020

Kinerja Wasit Liga 1: Kalau Pengadil Tak Berlaku Adil, kepada Siapa Kita Harus Percaya?

4 Februari 2022
3 Air Terjun di Indonesia yang Tidak Boleh Dikunjungi Calon Pengantin Terminal Mojok

3 Air Terjun di Indonesia yang Tidak Boleh Dikunjungi Calon Pengantin

28 Mei 2022
livi zheng

Mewawancarai Livi Zheng Before It Was Cool

28 Agustus 2019
Kita Harus Menerima Keberadaan Jamet sebagai Subkultur Buruh Lepas Indonesia terminal mojok.co

Kita Harus Menerima Keberadaan Jamet sebagai Subkultur Buruh Lepas Indonesia

16 November 2020
bekerja dengan baik kerja 4 hari dalam seminggu mojok

Kerja 4 Hari dalam Seminggu Adalah Hal yang Nggak Mungkin Terjadi di Indonesia

17 April 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warkop Bulungan: Satu Lagi Tempat Viral di Blok M yang Bikin Kecewa dan Cukup Dikunjungi Sekali Saja

Warkop Bulungan: Satu Lagi Tempat Viral di Blok M yang Bikin Kecewa dan Cukup Dikunjungi Sekali Saja

19 Januari 2026
Meski Bangkalan Madura Mulai Berbenah, Pemandangan Jalan Rayanya Membuktikan kalau Warganya Dipenuhi Masalah

Meski Bangkalan Madura Mulai Berbenah, Pemandangan Jalan Rayanya Membuktikan kalau Warganya Dipenuhi Masalah

17 Januari 2026
Belanja Furnitur Mending di IKEA Atau Informa? Ini Dia Jawabannya

Belanja Furnitur Mending di IKEA Atau Informa? Ini Dia Jawabannya

18 Januari 2026
Jawaban untuk Pertanyaan Kenapa Kutoarjo Punya Alun-alun Sendiri padahal Masuk Purworejo

Jawaban untuk Pertanyaan Kenapa Kutoarjo Punya Alun-alun Sendiri padahal Masuk Purworejo

19 Januari 2026
4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

16 Januari 2026
Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi Mojok.co

Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi

16 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.