Preman Pensiun Episode 34, Musim 1: Para Preman Resah, Siapa Pengganti Jamal? – Terminal Mojok

Preman Pensiun Episode 34, Musim 1: Para Preman Resah, Siapa Pengganti Jamal?

Artikel

Firdaus Al Faqi

Preman Pensiun episode 34 dibuka dengan adegan Kang Mus lagi sarapan dan Eneng yang izin berangkat sekolah. Tak lama kemudian, Kang Mus mendapatkan telepon dari Amin, sopir Kang Bahar. Katanya, Amin akan mengantarkan Kinanti ke kampus sekaligus mengantar Imas yang akan berbelanja ke pasar. Seperti biasa, setelah Amin mengabarkan bahwa Imas akan pergi ke pasar, Kang Mus langsung menghubungi Komar yang tengah nyantai bersama Joni. Kang Mus menelepon Komar agar Imas mendapatkan pengawalan saat sedang berbelanja.

Imas sudah terlihat di pasar. Karena melihat kedatangannya, Komar langsung menyuruh kedua anak buahnya untuk melaksanakan tugasnya. Saat Imas tengah berbelanja, salah satu anak buah yang disuruh mengawal Imas malah pergi ke tempat Yuyun berjualan. Niatnya mungkin menggoda. Tapi, Joni yang menyadari hal tersebut langsung saja menyeret temannya itu.

Setelah diseret kembali ke tempat Imas berbelanja, ternyata Imas sudah tidak di tempat. Karena kebingungan, akhirnya mereka berdua sepakat untuk mencarinya. Namun, Imas tetap tak ketemu. Ketika sibuk mencari lagi, adegan berganti menyorot Imas yang tertatih-tatih berjalan keluar pasar dan menghampiri Komar yang tengah duduk di tempat biasa. Imas terlihat kesakitan.

Karena agak panik dan mungkin nggak tahu apa yang harus dilakukan, Komar mengabarkan hal tersebut kepada Kang Mus. Komar disuruh membawa Imas ke rumah sakit, puskesmas, atau tempat merawa orang sakit apa pun yang terdekat. Dan berangkatlah mereka berdua. Setelah itu, adegan berganti lagi pada kedua anak buah Komar yang sedang kebingungan mencari Imas. Karena tak kunjung ketemu, akhirnya mereka bersepakat untuk bilang kalau sudah melakukan pengawalan dengan baik dan Imas sudah pulang.

Berlanjut pada Kang Mus yang pergi ke rumah Kang Bahar. Sesampainya di sana, Kang Mus mengabarkan berita penting, yakni keberhasilannya menjebloskan Jamal ke dalam penjara. Kang Mus mengabarkan itu dengan wajah gembira. Tapi tidak dengan Kang Bahar. Dia menanggapi dengan serius. Katanya, ini bukanlah akhir, tapi bisa jadi ini permulaan. Jamal dipenjara hanya sebentar, dan ketika keluar, dia bisa jadi akan balas dendam.

Hal paling menarik di Preman Pensiun episode 34 ini adalah tentang Saep. Dia, yang dikenal sebagai pencopet ulung yang sering beroperasi di angkot, akhirnya bertemu nasib sial. Saep terlihat sedang melakukan pekerjaannya. Ia duduk di samping wanita. Seperti biasa, Saep duduk dengan tas yang ia pangku untuk menghalangi pergerakan tangannya. Karena telah melihat kondisi yang pas, akhirnya tangan Saep mulai beraksi. Tapi sial, aksinya keburu ketahuan oleh wanita yang akan menjadi targetnya ini. Dan akhirnya dia pun turun dari angkot.

Baca Juga:  Memilih Setia sama Motor Tua daripada Selingkuh dengan Motor Baru

Itu nasib sial pertama. Ada juga yang kedua. Saep memulai lagi operasinya. Dimulai dari terminal yang merupakan daerah kekuasaan Gobang. Setelah naik angkot, dia duduk di tengah-tengah. Samping kanan bapak-bapak dan samping kiri ibu-ibu. Saep sepertinya ingin menyasar si ibu-ibu. Dalam operasinya kali ini, dia mengalami nasib sial lagi. Operasinya yang baru akan dimulai, ternyata diketahui oleh penumpang yang ada di depannya.

Saep digagalkan oleh orang di depannya yang berdehem. Saep diam sebentar, kemudian memulai lagi. Ternyata orang di depannya melihat lagi dan berdehem lagi. Begitu seterusnya, hingga akhirnya Saep menyerah dan turun dari angkot beserta nasib sialnya yang kedua. Tapi bukan hanya dua ini saja, ada yang ketiga. Dia memulai lagi menyetop angkot dan menaikinya. Kali ini targetnya juga ibu-ibu. Tapi sial, ternyata saat akan beroperasi, ada polisi yang memberhentikan angkot dan menaikinya. Karena ketakutan, akhirnya Saep turun tak lama setelah ia menaiki angkot ketiga yang jadi lahan tandusnya dalam bekerja.

Adegan dilanjutkan dengan memperlihatkan beberapa bawahan Jamal yang sedang duduk dan semuanya berwajah serius. Ini adalah akibat dari dipenjaranya Jamal yang juga berarti divisi preman jalanan tengah mengalami vacuum of power. Ujang, Dikdik, Murad, dan Pipit berdiskusi tentang siapa yang akan menjadi pengganti Jamal. Awalnya Ujang bertanya kepada Pipit, tapi Pipit tak mau. Karena ia Pipit dan Murad harus tetap bersama.

Ujang berlanjut bertanya pada Dikdik yang akhirnya memilih menunggu keputusan Kang Mus. Begitu pun Murad, ia sepakat dengan Dikdik. Ujang terlihat kesal dan akhirnya pergi dari diskusi serius itu. Adegan berlanjut pada Ujang dan Jupri yang sedang ngobrol serius. Ujang bilang kepada Jupri, dirinya bosan jadi bawahan. Ia ingin jadi bos ataupun pimpinan. Ujang bertanya pada Jupri, kira-kira siapa yang pantas menggantikan Jamal. Jupri menjawab pengganti yang cocok antara Dikdik dan Ujang.

Baca Juga:  Preman Pensiun Episode 12, Musim 1: Kang Bahar Mesra, Jamal Membara

Tak hanya seluruh bawahan Jamal yang gelisah. Seluruh preman jalanan, terminal, dan juga pasar juga sama gelisahnya. Mereka menanyakan hal yang sama, tentang siapakah yang menggantikan posisi Jamal. Adegan berlanjut pada Gobang yang ditelepon Kang Mus untuk menemuinya di jembatan dekat terminal. Setelah bertemu, Kang Mus dan Gobang akhirnya membicarakan hal itu. Kang Mus, sebagai pemimpin yang baik, meminta saran dari bawahannya tentang siapa yang pantas menggantikan Jamal.

Adegan berganti lagi, pada Saep yang awalnya menelepon Ubed. Untuk konsultasi katanya. Setelah mereka bertemu, Saep yang telah tiga kali gagal mencopet, mengutarakan keinginannya untuk meminjam uang dari Ubed. Setelah meminjam, scene berganti pada Saep yang terlihat sedang memakai tusuk gigi, mungkin habis makan dengan uang pinjaman. Tapi ia berjumpa lagi dengan nasib sialnya yang keempat.

Ketika lagi asyik nyongkel slilit dengan tusuk gigi, dia dicegat oleh dua orang yang sering malakin. Saep ngaku hari ini dia gagal terus. Hapenya digadaikan dan dompetnya kosong. Setelah mengatakannya, bukannya pergi, kedua orang yang malakin ini malah melucuti pakaian, tas, sepatu, dan beberapa atribut yang sedang dipakai oleh Saep. Dan Saep langsung ditinggalkan di samping pohon hanya dengan kolor dan kaos dalamnya. Kasihan Saep.

Dalam penutup Preman Pensiun episode 33, terlihat Ujang sedang bersama Jupri berada di gang. Ujang yang terlihat agak marah memegang tongkat baseball warna merah sambil memeragakan pukulan. Tak lama setelah adegan itu, Dikdik terlihat akan memasuki gang yang tanpa sepengetahuannya, telah ditunggu Ujang dan Jupri. Dikdik yang tidak tahu-menahu duduk perkaranya, langsung diseret oleh Ujang dan dilempar kepada Jupri. Dikdik dipegangi oleh Jupri. Terdengar suara seseorang yang sedang digebuki. Tak lama setelah itu, Jupri terlihat kabur yang kemudian disusul oleh Ujang.

Apa yang baru saja terjadi?

Baca sinopsis semua episode Preman Pensiun musim 1 di sini.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
3


Komentar

Comments are closed.