Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Permendikbudristek Nomor 44 Tahun 2024: Angin Segar Atau Sekadar Janji untuk Dosen?

Fuadi Afif oleh Fuadi Afif
15 Oktober 2024
A A
Permendikbudristek Nomor 44 Tahun 2024: Angin Segar Atau Sekadar Janji untuk Dosen?

Permendikbudristek Nomor 44 Tahun 2024: Angin Segar Atau Sekadar Janji untuk Dosen? (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ketika mendengar kata “peraturan baru”, banyak orang, terutama para dosen, mungkin langsung menghela napas. Ya, peraturan lagi, administrasi lagi. Namun, bagaimana jika kali ini kita bicara soal harapan? Permendikbudristek Nomor 44 Tahun 2024 disebut-sebut menjadi angin segar bagi dosen yang selama ini terjerat dalam rumitnya administrasi dan stagnasi karier. Apakah benar demikian? Mari kita bedah lebih dalam.

Dengan Permendikbudristek Nomor 44 Tahun 2024, benarkah administrasi akan lebih ringan?

Selama bertahun-tahun, salah satu momok terbesar bagi dosen adalah administratif yang memakan waktu. Proses pelaporan kegiatan akademik, pengisian borang, dan seabrek tugas non-akademik sering kali terasa lebih memakan waktu daripada pengajaran itu sendiri. Banyak dosen yang harus mengorbankan waktu riset demi memenuhi tuntutan administrasi. Masalah ini diakui dalam paparan Permendikbudristek Nomor 44 Tahun 2024, di mana beban administrasi yang tinggi menjadi salah satu sorotan utama.

Permendikbudristek Nomor 44 berjanji untuk menyederhanakan peraturan, terutama terkait pengangkatan, pemindahan, dan sertifikasi dosen. Dengan adanya platform SISTER (Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi), diharapkan pengelolaan administrasi dosen menjadi lebih terpusat dan tidak lagi tersebar dalam berbagai aplikasi dan website. Dosen tidak perlu lagi direpotkan oleh pelaporan yang memakan waktu.

Namun, satu hal yang perlu diwaspadai, apakah SISTER benar-benar bisa mengintegrasikan semua kebutuhan pelaporan dengan baik, atau justru menambah satu lagi aplikasi baru yang menambah pekerjaan administratif dosen?

SISTER: akhir dari administrasi yang berbelit atau tambahan beban?

Permendikbudristek Nomor 44 memperkenalkan SISTER sebagai solusi untuk mengintegrasikan semua pelaporan administrasi dosen. Aplikasi ini diharapkan menjadi “one-stop solution” yang memudahkan dosen dalam melaporkan beban kerja, sertifikasi, hingga pengelolaan karier. Namun, tantangannya adalah apakah SISTER bisa berjalan sesuai harapan?

Jika dilihat dari pengalaman sebelumnya, pengintegrasian sistem sering kali dihadapkan pada masalah teknis dan operasional. Belum lagi kebutuhan untuk melatih dosen agar terbiasa dengan aplikasi baru ini. Jika SISTER dapat berjalan dengan mulus, tentu ini akan menjadi angin segar yang sangat dinanti-nantikan. Namun, jika tidak, jangan-jangan ini hanya menjadi aplikasi lain yang memperpanjang daftar laporan dosen.

Peluang dosen pindah kampus dengan lebih mudah: lepas dari jerat yang menyekat karier

Sebelumnya, proses perpindahan dosen dari satu kampus ke kampus lain sering kali terhalang oleh peraturan yang rumit. Prosedur “lolos butuh” menjadi batu sandungan, terutama bagi dosen yang ingin berpindah ke kampus yang lebih menghargai kinerjanya. Permendikbudristek Nomor 44 Tahun 2024 memberikan harapan bahwa perpindahan dosen kini bisa dilakukan dengan lebih mudah.

Regulasi baru ini menyederhanakan proses pemindahan dosen, baik ASN maupun non-ASN, sehingga tidak lagi membutuhkan pernyataan lolos butuh dari perguruan tinggi asal. Perpindahan dosen kini hanya membutuhkan pemenuhan kualifikasi yang sesuai tanpa prosedur tambahan yang berbelit. Ini jelas memberikan lebih banyak kebebasan bagi dosen untuk mengejar kesempatan di kampus yang lebih prospektif, tanpa terjebak di institusi yang tidak menghargai kontribusi mereka.

Baca Juga:

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

Bekerja Menjadi Akademisi di Surabaya Adalah Keputusan Bodoh, Kota Ini Cuma Enak untuk Kuliah

Jenjang karier lebih jelas: tidak ada lagi karier yang tertahan

Selama ini, jenjang karier dosen sering kali tidak jelas, dengan banyak dosen yang merasa terjebak pada posisi yang sama bertahun-tahun. Proses kenaikan pangkat bisa memakan waktu yang lama dan berbelit, terutama bagi mereka yang ingin mencapai jabatan akademik tinggi seperti Lektor Kepala atau Profesor.

Permendikbudristek Nomor 44 Tahun 2024 memberikan perubahan signifikan dalam hal ini. Peraturan ini menjelaskan kriteria yang harus dipenuhi oleh dosen untuk naik ke jenjang akademik berikutnya.

Tidak hanya itu, perguruan tinggi juga diberi lebih banyak otonomi untuk mempromosikan dosen ke jenjang yang lebih tinggi, tanpa harus menunggu antrian panjang di kementerian. Dengan promosi yang dilakukan langsung oleh perguruan tinggi, diharapkan dosen dapat lebih cepat mencapai jenjang karier yang diinginkan.

Apakah ini solusi yang ditunggu-tunggu? Dengan aturan yang lebih jelas dan transparan, jenjang karier yang selama ini menjadi masalah besar bagi dosen diharapkan bisa teratasi.

Kesejahteraan dosen akan meningkat: mimpi yang menjadi kenyataan?

Salah satu janji besar dalam Permendikbudristek Nomor 44 Tahun 2024 adalah peningkatan kesejahteraan dosen. Selama ini, banyak dosen, terutama di kampus swasta, yang mendapatkan penghasilan di bawah upah minimum atau tidak sebanding dengan beban kerja yang mereka tanggung.

Regulasi ini menjamin bahwa dosen akan mendapatkan penghasilan yang sesuai dengan kontribusi mereka. Gaji dosen non-ASN misalnya, akan disesuaikan dengan aturan ketenagakerjaan, sementara dosen ASN akan mengikuti peraturan ASN. Selain itu, dosen juga berhak atas tunjangan profesi, tunjangan fungsional, dan tunjangan kehormatan yang lebih jelas.

Namun, seperti halnya janji besar lainnya, realisasi di lapangan adalah hal yang patut dipertanyakan. Apakah semua kampus, terutama kampus swasta, mampu memenuhi kewajiban finansial ini? Kesejahteraan dosen memang dijanjikan akan meningkat, tetapi implementasinya tentu tidak lepas dari tantangan.

Permendikbudristek Nomor 44 Tahun 2024: harapan atau janji semata?

Permendikbudristek Nomor 44 Tahun 2024 menjanjikan perubahan yang signifikan bagi dosen, mulai dari pengurangan beban administrasi hingga peningkatan kesejahteraan. Di atas kertas, ini adalah angin segar yang sangat dinantikan. Namun, seperti biasa, tantangan terletak pada pelaksanaannya di lapangan.

Apakah SISTER akan benar-benar memudahkan administrasi, dan apakah kampus-kampus siap meningkatkan kesejahteraan dosen? Waktu yang akan membuktikan. Harapannya, peraturan ini bukan hanya janji, tapi benar-benar membawa perubahan nyata bagi dunia pendidikan tinggi, karena sektor ini memegang peranan penting untuk menuju Indonesia Emas 2045.

Penulis: Fuadi Afif
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Dosen yang Jadi Pejabat Kampus Itu Harusnya Tidak Wajib Mengajar, Kasihan Mahasiswanya Terlantar karena Kesibukan Birokratis.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 Oktober 2024 oleh

Tags: DosenPermendikbudristek Nomor 44
Fuadi Afif

Fuadi Afif

Praktisi fotografi dan pengkaji pariwisata.

ArtikelTerkait

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
Dosen yang Mewajibkan Mahasiswa Beli Bukunya Sendiri Itu Kenapa, Sih?

Dosen yang Mewajibkan Mahasiswa Beli Bukunya Sendiri Itu Kenapa, Sih?

7 Desember 2025
Dosen Bukan Dewa, tapi Cuma di Indonesia Mereka Disembah

Ketahuilah Wahai Mahasiswa, Kelas yang Sunyi Bikin Kami para Dosen Sakit Hati

11 November 2025
dosen

Sok Lucunya Dosen yang Nggak Lucu

4 Oktober 2019
Nggak Ada Gunanya Dosen Ngasih Tugas Artikel Akademik dan Wajib Terbit, Cuma Bikin Mahasiswa Stres!

Nggak Ada Gunanya Dosen Ngasih Tugas Artikel Ilmiah dan Wajib Terbit, Cuma Bikin Mahasiswa Stres!

17 November 2025
Dosen-dosen ‘Law School’ Adalah Tipikal Dosen yang Dihindari Mahasiswa Saat KRS-an

Dosen-dosen ‘Law School’ Adalah Tipikal Dosen yang Dihindari Mahasiswa Saat KRS-an

31 Mei 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung, Iri kepada Kota Bandung Mojok.co

3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung Iri pada Kota Bandung

27 April 2026
Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja (Unsplash)

Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja

27 April 2026
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co pasar rebo

Derita Orang Pasar Rebo, Jauh dari Jakarta Bagian Mana pun, Malah Lebih Dekat ke Depok!

22 April 2026
4 Alasan Samarinda Ideal untuk Bekerja, tapi Tidak untuk Menua

Curahan Mahasiswa Baru Samarinda: Harus Mencicil Motor karena Tak Ada Kendaraan Umum di Samarinda, padahal Bukan Orang Berduit

22 April 2026
Purwokerto Dipertimbangkan Orang Kota untuk Slow Living, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru Mojok.co

Purwokerto Jadi Tempat Slow Living Orang Kota, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru

22 April 2026
Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir Mojok.co

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir

25 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Merenungi Tragedi KRL Cikarang usai Peristiwa Daycare Jogja, Potret Nyata Perempuan yang Tetap Berjuang di Tengah Stigma
  • YUHU. Rilis Single Baru “Bertemu Di Sini”: Definisi Rindu Itu Bersifat Universal
  • Magang di Jakarta Terkesima Terima Gaji 2 Kali UMR saat Kerja di Jogja, Hidup Bisa Foya-foya dan Tak Menderita
  • Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara
  • Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
  • Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.