Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Pengalaman Jadi Karyawan Restoran Vegan dan Vegetarian yang Tidak Dirasakan Karyawan Restoran Biasa

Darmawan oleh Darmawan
14 Mei 2024
A A
Pengalaman Karyawan Restoran Vegan dan Vegetarian yang Tidak Dirasakan Karyawan Restoran Biasa

Pengalaman Karyawan Restoran Vegan dan Vegetarian yang Tidak Dirasakan Karyawan Restoran Biasa (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Menjadi seorang karyawan di restoran mungkin adalah pekerjaan umum yang sudah digeluti banyak orang. Namun tidak dengan karyawan di restoran vegan dan vegetarian. Merujuk pada Hypeabis.id, penduduk yang menganut pola hidup vegan dan vegetarian sekitar 1 persen dari total penduduk Indonesia atau sekitar 25 juta orang. Artinya, jumlah restoran dan rumah makan vegan dan vegetarian masih sedikit di Indonesia.

Selain gaya hidup vegan dan vegetarian yang unik, yakni tidak mengonsumsi makanan hewani dan turunannya, hal lain yang tak kalah menarik adalah pengalaman menjadi seorang karyawan restoran vegan dan vegetarian. Setidaknya inilah yang saya rasakan selama menjadi karyawan di sebuah restoran vegan dan vegetarian serta bergaul dengan orang-orang yang menganut pola hidup vegan dan vegetarian.

Berawal dari diajak teman jadi karyawan di restoran vegan dan vegetarian

Bekerja sebagai karyawan di sebuah restoran vegan dan vegetarian berawal dari seorang teman saya di bangku kuliah. Kebetulan teman saya ini menganut agama Buddha dan sudah lama menganut pola hidup vegan.

Sebagai seorang vegan yang baik dan tidak sombong, teman saya kerap mengampanyekan keyakinannya tersebut kepada saya dan teman-teman lain di kelas. Dia menginformasikan kebaikan-kebaikan yang ada di dalam makanan nabati hingga keburukan-keburukan yang ada di makanan hewani. Selain mengabarkan informasi-informasi tersebut, dia juga mengampanyekan kasih sayang terhadap makhluk hidup.

Saya yang terbiasa makan hewani dan tidak segan-segan makan ayam goreng dan rendang sapi buatan ibu tentu mengernyitkan dahi ketika dihadapkan dengan informasi-informasi seperti itu. Pada akhirnya saya pun menyadari apa yang dikatakan oleh teman saya tersebut ada benarnya juga. Saya jadi kerap bertanya dan mengikuti kegiatan teman saya hingga suatu waktu dia mengajak saya bergabung menjadi karyawan di restoran vegan dan vegetarian yang dia dirikan.

Selama bekerja menjadi karyawan di restoran vegan dan vegetarian, setidaknya ada beberapa pengalaman unik yang saya rasakan. Pengalaman-pengalaman ini kemungkinan besar tidak dialami karyawan yang bekerja di restoran biasa. Misalnya saya beberapa hal berikut ini.

Jadi terbiasa makan bahan makanan nabati

Sebagai seorang hamba yang terbiasa memakan makanan hewani, rasanya ada yang kurang jika makan tanpa daging entah itu ikan, ayam, sapi, dan sebagainya. Akan tetapi setelah bekerja di restoran vegan dan vegetarian, LDR-an dengan daging-dagingan jadi hal yang biasa bagi saya.

Saat waktu istirahat makan tiba, karyawan di restoran tempat saya bekerja mendapat makanan dengan lauk olahan nabati seperti tahu, tempe, dan sayuran. Ketika sebelumnya makan dengan lauk nabati saja terasa enek, kini saya jadi terbiasa dan malah ketagihan.

Baca Juga:

Aquascape Hobi Mahal yang Bikin Saya Semangat Cari Uang

Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Kerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak

Selain itu, siapa sangka mengurangi makan makanan hewani juga membuat badan saya terasa sehat dan ringan. Walaupun harus saya akui jadi sedikit kurang bertenaga, kekebalan tubuh saya nyatanya meningkat. Saya jadi jarang terserang penyakit. Ada untungnya juga, bukan.

Ketemu banyak orang-orang keturunan Tionghoa di restoran vegan dan vegetarian

Menjadi vegan dan vegetarian tidak hanya sebatas gaya hidup, tapi juga termasuk dalam keyakinan kawan-kawan kita yang beragama Buddha. Ajaran tersebut dilandaskan pada kasih sayang sesama makhluk hidup, khususnya hewan-hewan di sekitar kita. Saking besarnya kasih sayang mereka yang to the bone, saya pernah mendengar teman saya—yang kemudian menjadi bos saya di restoran vegan dan vegetarian—mengatakan sebaiknya biasakan berkomunikasi kepada hewan-hewan sebelum kita mengusir atau memutuskan untuk membunuh mereka.

Contoh kecilnya, ketika bertemu semut di restoran kita harus mengatakan pada semut tersebut, “Wahai semut, tolong pergi dari tempat ini agar kamu mendapatkan tempat yang lebih aman dan nyaman” alih-alih langsung membunuh mereka. Ujaran tersebut bisa kita ucapkan sembari menaruh gula di tempat kosong atau tempat yang diharapkan menjadi tempat pindah semut tersebut. Menurut saya ini keren, sih.

Mendapat relasi orang-orang kaya

Pengalaman unik lainnya selama bekerja di restoran vegan dan vegetarian adalah menjalin relasi dengan orang-orang kaya. Rata-rata orang yang makan di restoran tempat saya bekerja adalah mereka dengan status ekonomi menengah ke atas. Mereka adalah orang-orang yang biasanya sangat peduli dan memperhatikan apa yang mereka konsumsi, khususnya makanan-makanan sehat. Tak heran mereka berani membayar mahal demi kesehatan tersebut. Selain itu mereka juga mampu merogoh kocek dalam, sih, wkwkwk.

Tidak jarang saya diberikan uang tip atau malah kadang ditraktir oleh pelanggan kaya tersebut. Ya tidak banyak, paling tiga sampai empat menu saja. Tapi tentu saja menurut saya itu sudah sangat mahal. Selain itu, traktiran tersebut juga mengurangi pengeluaran saya sebagai mahasiswa yang bekerja sambil kuliah.

Itulah pengalaman saya selama bekerja sebagai karyawan di restoran vegan dan vegetarian yang bisa saya bagikan. Siapa tahu di antara pembaca Terminal Mojok ada yang tertarik untuk bekerja seperti saya, jadi tidak perlu kaget lagi, kan.

Penulis: Darmawan
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 5 Rekomendasi Menu Warteg Populer buat Vegetarian.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Mei 2024 oleh

Tags: Karyawankaryawan restoranpekerjarestoranrestoran vegan dan vegetarianveganvegetarian
Darmawan

Darmawan

Mahasiswa di sebuah kampus swasta di Mataram yang kuliah sembari bekerja sebagai pelayan restoran. Senang mengeksplor dunia kreatif seperti menulis, memotret, konten kreasi, dsb. Yuk berkenalan lebih dekat di IG: @sirkusmimpi

ArtikelTerkait

Panduan Sederhana Membedakan PKWT dan PKWTT bagi Para Calon Karyawan terminal mojok

PKWT dan PKWTT Itu Beda! Sebagai Calon Karyawan, Kamu Jangan Sampai Salah

22 April 2021
3 Rekomendasi Akun TikTok untuk Karyawan Sangar

3 Rekomendasi Akun TikTok yang Bikin Karyawan Pintar

10 Maret 2023
Jadi Pengusaha Bagus, Jadi Karyawan ya Nggak Apa-apa, wong Sama-sama "Dihajar" oleh Keadaan

Jadi Pengusaha Bagus, Jadi Karyawan ya Nggak Apa-apa, wong Sama-sama “Dihajar” oleh Keadaan

19 November 2024
Gen Z di Dunia Kerja: Punya Potensi, tapi Kurang Disukai Rekan Kerja Sendiri

Gen Z di Dunia Kerja: Punya Potensi, tapi Kurang Disukai Rekan Kerja Sendiri

29 Desember 2023
Kartu Nama Apakah Simbol Bangsawan Ini Masih Berguna Terminal Mojok

Kartu Nama: Apakah Simbol Bangsawan Ini Masih Berguna?

9 Desember 2022
4 Ciri Rumah Makan yang Dijauhi Banyak Orang. Nggak Lagi-lagi deh Makan di Sana!

4 Ciri Rumah Makan yang Dijauhi Banyak Orang. Nggak Lagi-lagi deh Makan di Sini!

5 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah Mojok.co

Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah

28 April 2026
Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja (Unsplash)

Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja

27 April 2026
Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir Mojok.co

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir

25 April 2026
Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit Mojok.co

Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit

27 April 2026
4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak (Wikimedia Commons)

4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak, Daya Tarik Penjual juga Nggak Kalah Penting

28 April 2026
Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan Mojok.co

Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan

25 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Dilema Pekerja Perempuan: Upah Murah “Dilegalkan”, Sementara Biaya Daycare Tak Terjangkau
  • Pelatihan SKill Digital IndonesiaNEXT Ubah Mahasiswa Insecure Jadi Skillfull, Bisnis Digital pun Tak Kalah Saing
  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.