Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Aquascape Hobi Mahal yang Bikin Saya Semangat Cari Uang

M. Rafikhansa Dzaky Saputra oleh M. Rafikhansa Dzaky Saputra
28 April 2026
A A
Aquascape Hobi Mahal yang Bikin Saya Semangat Cari Uang Mojok.co

Aquascape Hobi Mahal yang Bikin Saya Semangat Cari Uang (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Aquascape hobi yang menenangkan hati, tapi menggetarkan dompet ~

Di era sekarang, susahnya cari kerja seringkali bikin kita putus asa. Tabungan makin tipislah, panggilan wawancara kerja nggak kunjung datang, aduh stres deh pokoknya. Tapi, alasan buat bangkit pun kadang bisa datang dari mana aja. Ada yang termotivasi dari dorongan orang tua atau bahkan demi masa depan bersama pacar tercinta.

Tapi, buat saya, motivasi utama bukanlah gengsi sosial atau nikah muda. Melainkan hidup ekosistem mini di pojok kamar kos. Motivasi cari kerja saya justru lahir dari sebuah akuarium.

Awal memutuskan membuat Aquascape

Semua bermula dari rasa muak saya terhadap target kerja yang makin sulit. Desember tahun lalu, rasanya kepala saya mau pecah karena itu. Akhirnya, saya memutuskan pulang ke kampung halaman. Seperti biasa, pelarian favorit saya adalah membongkar gudang rumah. Saya suka mengutak-atik barang lawas milik bapak dan ibu demi membuang rasa penat.

Saat itulah saya juga menemukan dua akuarium jadul. Saya teringat dulu Bapak sangat telaten memelihara ikan koi dan koki di akuarium ini. Beliau suka duduk santai sambil merokok dan memberi makan ikan-ikannya. Katanya sih bentuk refreshing setelah pusing bekerja.

Singkat cerita ide pun muncul. Saya membawa salah satu akuarium itu ke Solo dengan niat awal memelihara ikan biasa. Namun, setelah berselancar mencari referensi di internet, niat sederhana itu malah berubah ke dunia aquascape. Konsep menciptakan simulasi alam di dalam kaca membuat saya langsung tertarik. Tanpa basa-basi, saya langsung terjun mencoba.

Hobi yang menyiksa dompet

Begitu mulai belanja, saya baru sadar, hobi ini cukup menguras kantong. Baru beli media tanam dan substrat aja, uang Rp200.000 sudah melayang. Padahal itu baru pondasi dasar, belum termasuk printilan seperti lampu, dekorasi, dan filter air. Buat ukuran anak kos dengan gaji UMR Solo, pengeluaran awal ini jujur membuat dompet kena serangan jantung.

Celakanya lagi, sebagai pemula, saya banyak melakukan kesalahan. Saya salah memilih tanaman dan baru menyadari kalau akuarium lama ternyata terlalu kecil. Akhirnya, saya terpaksa beli aquarium baru yang lebih besar dan mengulang semuanya dari nol.

Baca Juga:

Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Kerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja

Jika dihitung, total modal awal tembus sekitar Rp550.000. Saya kaget, ternyata seboncos ini! Angka itu udah kayak harga sewa kos saya selama satu bulan.

Resign dengan gaji terakhir habis untuk merawat aquascape

Masuk awal Februari, saya memutuskan buat resign. Kondisi kantor udah nggak sehat. Awalnya saya kira setelah berhenti kerja saya bisa santai menikmati akuarium sebagai pelipur lara. Nyatanya, aquascape ini malah minta jatah perawatan yang lebih nendang daripada saat pembuatannya.

Banyak tumbuhan mati saat proses adaptasi. Alat ada aja yang rusak. Beli alat lagi buat perawatan seperti pinset, pembersih kaca, dan tetek bengek lainnya. Belum lagi tambahan biaya buat ikan hias agar estetika tetap terjaga. Dampaknya, sisa gaji terakhir yang seharusnya jadi dana darurat malah ludes untuk bayar kos dan modal perawatan akuarium.

Februari kemarin resmi jadi momen paling bokek dalam sejarah hidup saya sebagai perantau. Di minggu terakhir, saya benar-benar tidak pegang uang sepeser pun. Semua gaji udah berubah jadi tanaman hijau dan ekosistem air yang cantik. Saya cuma bisa memandang akuarium dengan bangga, meski perut terpaksa diganjal stok mi instan yang tersisa.

Harus cepat kerja demi hidupi aquascape kesayangan

“Ini demi akuariumku, Buk,” begitu candaan saya tiap kali disuruh istirahat oleh Ibu. Ya, setelah resign, niat awal saya sebenarnya ingin istirahat sebentar. Tapi, sejak ada aquascape di kos, keinginan itu berubah. Saya justru ingin cepat-cepat kerja lagi biar bisa merawat akuarium.

Puncaknya adalah saat minggu lalu lampu akuarium saya rusak. Karena nggak ada uang untuk mengganti, saya diamkan aja selama satu minggu. Hasilnya? Semua tanaman mati. Akhirnya, saya mengambil freelance demi bisa menghidupkan kembali ekosistem kesayangan saya. Di sisi lain, saya nggak mau menggotong aquascape itu ke Salatiga. Selain karena melelahkan, perjalanan jauh dan perbedaan suhu antara Solo dan Salatiga beresiko merusak ekosistem di dalamnya. Maka dari itu, salah satu motivasi saya mencari kerja juga untuk bisa tetap bayar kos demi aquascape saya bisa tetap disitu.

Sekarang, kalau merasa lelah karena susahnya cari kerja, saya tinggal nengok ke pojok kamar kos. Kalau orang lain cari kerja buat cicilan motor, saya cari kerja demi kelangsungan hidup aquascape. Bener sih hobi itu menjaga kewarasan, tapi tetap harus butuh kestabilan finansial. Saya harus segera kembali bekerja, agar ikan-ikan saya tetap kenyang dan tanaman di kamar kos tetap hijau royo-royo. 

Penulis: M. Rafikhansa Dzaky Saputra
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Journaling, Hobi Mahal yang Dianggap Remeh.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 April 2026 oleh

Tags: aquariumaquascapehobihobil mahalkerjapekerja
M. Rafikhansa Dzaky Saputra

M. Rafikhansa Dzaky Saputra

Nama saya M. Rafikhansa Dzaky Saputra lahir di Salatiga, 12 Maret 2003. Saya adalah seorang conten creator. Berbekal latar belakang tersebut, saya memiliki keahlian dalam pengelolaan konten, dokumentasi visual, desain dan lain-lain. Juga seroang Alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta yang pernah berkeliaran di LPM Pabelan dan akrab dengan nasihat bahwa "sukses itu harus jadi PNS"

ArtikelTerkait

Penyesalan Jadi Master of None: Punya Banyak Hobi tapi Nggak Ada yang Ahli terminal mojok.co

Penyesalan Jadi Master of None: Punya Banyak Hobi tapi Nggak Ada yang Ahli

25 September 2020
Mempertanyakan Orang-orang yang Punya Hobi Memancing Mojok.co

Mempertanyakan Orang-orang yang Punya Hobi Memancing

18 November 2024
Jadi PNS Nggak Pernah Gratis, tetap Butuh Duit  Mojok.co

Jadi PNS Nggak Benar-benar Gratis, tetap Butuh Duit 

8 November 2024
kerja negosiasi gaji gaji sule di awas ada sule mojok

Nyatanya, Banyak yang Mau Kerja 10 Juta, Gaji 3 Juta. Terpaksa, Bos!

18 September 2021
15 Istilah yang Sering Digunakan dalam Kegiatan Instansi Pemerintah PNS

Kita Sebaiknya Nggak Perlu Nyinyir PNS yang Menuntut Upah Layak

23 Mei 2022
kerja keras cara mendapatkan uang dari internet uang pulsa 50 ribu dari kampus UNS, gaji umr tabungan penghasilan milenial uang pekerja boros mojok.co

Kenapa Gaji di Atas UMR tapi Masih Merasa Miskin?

7 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Hal Sederhana yang Membuat Kami Cleaning Service Bahagia (Unsplash)

3 Hal Sederhana yang Membuat Kami Cleaning Service Bahagia

25 April 2026
Pemkab Bangkalan Madura Hanya Omong Kosong Mau Bikin Kabupaten Ini Layak Anak, Nggak Layak Sama Sekali! sumenep, pamekasan

Menerka Alasan Bangkalan akan Terus Berada di Bawah Sumenep dan Pamekasan, padahal Kawasannya Masuk Kota Metropolitan

28 April 2026
Pantai KIW Edge, Pantai Terbaik Semarang yang Sebenarnya Bekas Tambak di Kawasan Pabrik

Pantai KIW Edge, Pantai Terbaik Semarang yang Sebenarnya Bekas Tambak di Kawasan Pabrik

27 April 2026
Kuliah S2 Itu Wajib Caper kalau Tidak, Kalian Cuma Buang-buang Uang dan Melewatkan Banyak Kesempatan Mojok.co

Kuliah S2 Itu Ternyata Mahal: SPP-nya Bisa Jadi Murah, tapi Akan Ada Biaya Tambahan yang Menghantam!

23 April 2026
3 Kebiasaan yang Harus Kamu Lakukan kalau Mau Selamat Kuliah di Jurusan Ilmu Politik

Penghapusan Jurusan Kuliah yang Tak Relevan dengan Industri Itu Konyol, kayak Nggak Ada Solusi Lain Aja

26 April 2026
4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak (Wikimedia Commons)

4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak, Daya Tarik Penjual juga Nggak Kalah Penting

28 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Magang di Jakarta Terkesima Terima Gaji 2 Kali UMR saat Kerja di Jogja, Hidup Bisa Foya-foya dan Tak Menderita
  • Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara
  • Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
  • Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka
  • Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau
  • Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.