Pelantikan Anggota DPRD Naik Angkot: Sekalian Saja Tiap Hari Naik Angkot!

Nah, alangkah lebih baik kalau “naik angkot” ini nggak hanya dilakukan ketika momen penting saja, seperti acara pelantikan ini.

Artikel

Avatar

Hari Senin, 26 Agustus 2019, DPRD DKI Jakarta menggelar acara pelantikan anggota DPRD baru periode 2019-2024. Ada satu hal menarik yang terjadi di acara tersebut. Selain hadirnya Pak Ahok dan Pak Djarot dalam acara pelantikan yang cukup menyita perhatian. Hal lain yang menarik adalah beberapa anggota DPRD terpilih dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang datang naik mobil angkutan umum, alias angkot, menuju lokasi acara pelantikan.

Seperti yang dilansir cnnindonesia.com, anggota DPRD terpilih dari PAN ini menggunakan angkot berwarna biru saat hadir di acara pelantikan di gedung DPRD DKI. Dengan berpakaian formal, para anggota DPRD terpilih ini turun dari angkot berwarna biru. Total ada sembilan orang yang akan dilantik menjadi anggota DRPD dari PAN.

Salah satu anggota DPRD terpilih dari PAN yaitu Zita Anjani—yang juga putri dari ketua MPR RI, Zulkifli Hasan—menerangkan bahwa alasan mereka memilih untuk naik angkutan umum adalah sebagai bentuk kampanye peduli lingkungan, terutama dalam rangka mengurangi polusi udara. Zita juga mengatakan bahwa dengan tidak memakai mobil pribadi, dirinya dan anggota DPRD dari PAN lainnya telah membantu mengurangi polusi udara di Jakarta.

Ini cukup menarik jika melihat apa yang dilakukan oleh anggota DPRD terpilih dari PAN ini. Mengingat Jakarta adalah salah satu kota dengan tingkat polusi udara tertinggi di dunia. Nah, dengan tidak menggunakan kendaraan pribadi, setidaknya mereka nggak menambah polusi udara di Jakarta. Bener, kan? Malah niat awalnya, anggota DPRD dari PAN ini malah pingin naik sepeda. Mereka nggak jadi naik sepeda karena ribet. Gimana nggak ribet, udah pakai baju rapi, pakai jas, pakai kebaya, malah ngontel. Sampai gedung ya gobyos, keringetan.

Baca Juga:  Betapa Berat Hubungan Friendzone ala Budi dan Wati, Terus Ditambah Sistem Zonasi Sisan

Nah, alangkah lebih baik kalau “naik angkot” ini nggak hanya dilakukan ketika momen penting saja, seperti acara pelantikan ini. Kalau memang niatnya ingin mengurangi polusi, ya nanti ketika sudah resmi kerja jadi anggota DPRD, kalau bisa ya tiap hari naik angkot, atau transportasi umum lainnya lah. Selain bisa mengurangi polusi udara di Jakarta, bisa juga buat membantu perekonomian supir-supir angkot, atau pekerja transportasi umum lainnya.

Kalau cuma naik angkot pas pelantikan saja, ya percuma, Bos. Nggak mengurangi polusi juga. Maksudnya, kalau memang niat membantu pemerintah DKI buat mengurangi polusi, ya harusnya tiap hari naik angkot, atau transportasi umum lainnya. Nggak usah, lah, pakai kendaraan pribadi. Kalau nggak, sekalian saja kendaraan pribadinya diganti sama sepeda gitu, biar total kalau memang niat mengurangi polusi. Mobil dinas jadi sepeda dinas. Bagus, kan?

Tapi ya tetap saja, yang namanya anggota dewan ya gelagatnya gitu-gitu aja. Menghadiri pelantikan naik angkot, biar dikira peduli sama lingkungan. Coba aja besok kalau sudah masuk kerja, paling ya naik mobil sendiri-sendiri. Berani taruhan saya, minggu depan mereka juga nggak pakai angkot lagi, udah pakai kendaraan sendiri-sendiri. Mereka paling juga sudah lupa apa itu “niat mengurangi polusi di Jakarta.” Mencla-mencle lah kadang-kadang~

Maksudnya gini, lho, kalau memang peduli dengan lingkungan, atau dengan isu-isu yang lain, mbok yang total. Jangan cuma buat pencitraan, atau untuk caper gitu aja. Lha wong urusan ngisi kursi wagub yang kosong mlompong berbulan-bulan saja masih nggak rampung, ini lagi sok ide naik angkot ke pelantikan. Pakai dalih mengurangi polusi pula. Belum lagi urusan pin emas yang anggarannya mahal banget itu. Nggak banyak yang protes tuh.

Baca Juga:  Divisi Konsumsi, Dipuji dan Digunjing

Kalau memang benar wakil rakyat, representasi dari rakyat, ya mbok total sekalian. Kalau memang niatnya mau bantu Pemprov DKI buat mengurangi polusi, ya bisa dimulai dengan nggak pakai kendaraan pribadi ke kantor. Bisa juga sekalian bikin aturan kalau anggota DPRD harus pakai transportasi umum, kayak angkot gitu. Selain bisa mengurangi polusi di Jakarta, aturan ini juga bisa meminimalisir anggaran wakil rakyat yang kadang nggak masuk akal.

Keren juga membayangkan para wakil rakyat ini pagi-pagi naik angkot, panas-panasan, sempit, dan agak bau tentunya. Tapi, mau nggak ya, anggota-anggota DPRD ini naik angkot tiap hari? (*)

 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) yang dibikin untuk mewadahi sobat julid dan (((insan kreatif))) untuk menulis tentang apa pun. Jadi, kalau kamu punya ide yang mengendap di kepala, cerita unik yang ingin disampaikan kepada publik, nyinyiran yang menuntut untuk dighibahkan bersama khalayak, segera kirim naskah tulisanmu pakai cara ini.

---
423 kali dilihat

5

Komentar

Comments are closed.