Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Sapa Mantan

Parenting Hanya untuk Orang Kaya? Ngawur!

Annisa R oleh Annisa R
25 Juli 2022
A A
Ilmu Parenting Hanya untuk Orang Kaya? Ngawur! anwar zahid

Parenting Hanya untuk Orang Kaya? Ngawur! (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebuah video cuplikan stand up yang sempat viral memaparkan set-up bahwa “parenting hanya untuk orang kaya” dan “parenting mudah hanya untuk orang kaya”. Meskipun video itu punchline-nya lumayan bikin saya kemekel karena jadi nostalgia sedikit, tetapi bagi saya, parenting yang mudah itu tidak hanya milik orang kaya. Justru saking mudahnya, bisa dilakukan semua orang tua berbagai latar belakang. Yang memang niat jadi orang tua maupun tidak sengaja, seperti kakak yang sering di rumah bareng adik balitanya ketika orang tua bekerja.

Ada beberapa hal yang saya kurang sepakat dengan sang komika, Guzman Sige. Pertama, mengatakan “parenting hanya untuk orang kaya” itu seperti mengatakan “diet hanya untuk orang yang mau mengurangi berat badan”.

Eh, massa badan, ding.

Nyatanya, diet tidak terbatas untuk mengurangi angka timbangan atau membentuk otot tubuh. Memang, KBBI sejauh ini hanya memberikan satu arti dari diet, yaitu aturan makanan khusus untuk kesehatan dan sebagainya. Akan tetapi ketika bergeser ke bahasa asal serapannya, bahasa Inggris, makna senada baru muncul sebagai urutan kedua.

Pada urutan pertama, diet oleh kamus Oxford dimaknai sebagai jenis makanan yang biasa dimakan oleh seseorang, hewan, atau komunitas. Bahkan jika ditengok lebih jauh, kata diet secara etimologi berasal dari bahasa Yunani, diaita, yang berarti jalan untuk hidup; gaya hidup.

Artinya, terlepas dari keinginan mengecilkan lingkar perut atau sekadar bertahan hidup, seseorang selalu menjalankan diet. Setiap hari makan sayur dan buah saja? Diet. Setiap malam makan mi instan pake telur? Diet juga. Ideal atau tidak, itu diet ketika telah menjadi kebiasaan.

Maka begitulah bagi saya kedengarannya, ketika ada yang bilang “parenting hanya untuk orang kaya”. Parenting, lagi-lagi menurut kamus Oxford, adalah kegiatan membesarkan anak sebagai orang tua. Ini selaras dengan padanannya dalam bahasa Indonesia, pengasuhan, yang berarti proses, cara, dan perbuatan mengasuh.

Sehingga, sebagai orang tua de facto ataupun de jure, selama terjadi kegiatan membesarkan anak, itulah parenting. Kejadian tokoh ibu yang melerai kakak-adik yang bertengkar dengan diberi pengertian pelan-pelan yang sempat ramai juga di lini masa? Parenting. Menempeleng anak bandel? Parenting. Sosok bapak yang mengancam menjual anaknya agar berhenti berkata kasar? Parenting juga.

Baca Juga:

Mohon Maaf, Didikan VOC di Rumah Bukan Membentuk Mental Baja, tapi Menambah Antrean di Psikiater

5 Alasan Orang Kaya Ingin Terlihat Miskin, Menghindari Pajak Bukan Satu-satunya!

Barangkali parenting mulai mengalami gejala penyempitan makna. Mungkin di kepala sebagian orang, parenting sebatas pada “gaya pengasuhan yang baik dan benar” dan dianggap berbeda dengan kata pengasuhan.

Tetapi tidak. Ideal atau menjelma bibit trauma, itu semua parenting.

Kedua, tentang mudah tidaknya parenting. Jika melihat konteks dari video secara keseluruhan dan mayoritas balasan-balasan di utasnya, “model pengasuhan yang ideal” disebut mudah bagi “orang kaya” karena banyak waktu luang dan emosi yang tidak habis duluan saat bekerja. Begitu kurang lebih yang saya dapatkan.

Memang tidak menampik bahwa orang yang berkecukupan, akan memiliki segala sumber daya yang lebih baik, sehingga lebih terpapar akses informasi gaya pengasuhan bagaimana yang tidak berpotensi jadi bahan cerita si anak ke psikolog dua puluh tahunan mendatang. Akan tetapi buat saya, parenting yang mudah justru tidak hanya untuk orang kaya tetapi setiap orang yang berperan menjadi orang tua. Lah, kok bisa?

Mudah itu bagaimana, sih? Bagi saya, mudah itu ketika sesuatu dikerjakan tidak memerlukan banyak waktu, tenaga, dan pikiran. Hampir mirip dengan makna di KBBI. Sehingga parenting mudah itu justru parenting yang sudah sehari-hari dilakukan orang tua dari kalangan ekonomi manapun. Dari kalangan dengan kesibukan apa pun.

Saya ada kisah nyata tentang bagaimana waktu luang yang melimpah tidak serta merta membuat anak menjadi pusat pikiran orang tua.

Seorang kenalan saya memiliki ibu yang sewaktu ia kecil, berstatus ibu rumah tangga. Secara teori, meskipun ayahnya baru pulang cukup sore, tetapi ibunya 24/7 bisa mencurahkan konsentrasi pada pertumbuhan kenalan saya, bukan? Nyatanya ya tidak juga. Kenalan saya sering kalah dibandingkan urusan dapur dan rumah, hingga kalah oleh gim PS1. Sampai-sampai calistung harus ia pelajari sendiri.

Baik, barangkali salah satu kisah kenalan saya adalah sampel yang tidak mewakili populasi, apalagi sudah terjadi beberapa belas hingga puluh tahun yang lalu. Tentu tidak ada parenting yang benar-benar sempurna di dunia ini, tetapi sekitar tahun itu keluarga punya PS pribadi menandakan sudah lumayan berprivilese, kan? Makanya, bagi saya tetap: Parenting mudah itu berlaku untuk setiap yang berperan menjadi orang tua, terlepas status ekonominya.

Sekarang coba bandingkan: Lebih mudah mana secara telaten membimbing anak mengerjakan PR, atau membiarkan dan memintanya belajar sendiri? Opsi pertama berpotensi bikin orang tua senewen kalau anak tidak kunjung paham materi yang masih sederhana, sementara opsi kedua membuat orang tua tetap bisa bekerja atau melakukan ragam hobinya.

Lebih mudah mana: Berpikir atau mencari tahu apa yang sebaik-baiknya dilakukan jika anak menangis di publik, atau menimpakan kesalahan pada meja atau benda mati lainnya? Jika tujuannya adalah agar tangis cepat selesai, tentu yang kedua, dong. Lebih cepat lagi pukul saja mulutnya sambil diberi diancam tidak boleh makan makanan favoritnya lagi.

Lebih mudah mana: Memberi pengertian kepada anak tentang kenapa sebaiknya ia tidak melakukan tindakan tertentu yang keliru–dengan risiko menguras tenaga, atau; mendiamkannya beberapa jam hingga hari sampai anak minta maaf duluan–dengan harapan merefleksikan diri dan memahami kesalahannya sendiri? Iya, yang terakhir, modern ini lebih dikenal dengan nama silent treatment itu, lo.

Parenting mudah itu justru bisa dilakukan oleh orang tua dengan latar belakang apa pun, bukan? Parenting mudah itu murah, ia tidak mengharuskan orang tua untuk mengalokasikan waktu sekadar untuk belajar tentang parenting yang baik. Waktu adalah uang!

Tetapi, parenting yang baik, itu beda cerita. Dan beberapa yang saya sebutkan, jelas bukan masuk jenis yang baik. Tentu saja kita tidak boleh menirunya. Kepikiran pun jangan.

Yang jelas, saya tidak sepakat kata parenting itu hanya cocok untuk orang kaya. Saya tahu itu jokes, tapi, rasa-rasanya harus diluruskan.

Yang benar, mungkin, parenting yang baik biasanya dilakukan oleh orang kaya. Namun, kalau kita masih mengamininya sekarang, rasa-rasanya ya keliru. Kita sudah terpapar informasi, maka apa pun keadaan ekonomi kita, harusnya kita tidak menyerah untuk jadi orang tua yang baik.

Lagi pula, apa ya kita mau meneruskan tradisi buruk ke anak kita nanti?

Penulis: Annisa Rakhmadini
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Sebenarnya, Seberapa Penting Rewarding dalam Parenting Itu?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 24 Juli 2022 oleh

Tags: orang kayaParentingpola mengasuh anak
Annisa R

Annisa R

Belajar geografi lingkungan. Penduduk, pejalan kaki, dan pengguna transportasi umum.

ArtikelTerkait

main bareng anak

Main Bareng Anak, Serasa Jadi Orang Tua Kurang Kerjaan

18 Juni 2019
dibully

Apa yang Harusnya Orang Tua Lakukan kalau Anaknya Dibully?

20 September 2019
Mindfulness Parenting (Buku Mojok)

Mindfulness Parenting Mengajari Saya untuk Tidak Menurunkan Trauma kepada Anak Masa Depan Saya

30 Juli 2025
Larangan Menimbun Properti, Jalan Paling Masuk Akal Mengatasi Masalah Hunian

Larangan Menimbun Properti, Jalan Paling Masuk Akal Mengatasi Masalah Hunian

21 Februari 2022
anak pancingan new normal mojok

Istilah Anak Pancingan Sebaiknya Nggak Perlu Digunakan Lagi

16 Juli 2021
Capek Mom Shaming Melulu, 5 Jenis Postingan Parenting Ini Selalu Saya Hindari terminal mojok.co

Capek Mom Shaming Melulu, 5 Jenis Postingan Parenting Ini Selalu Saya Hindari

10 Maret 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kembaran Bukan Purwokerto, Jangan Disamakan

Iya Saya Tahu Purwokerto Itu Kecamatan Bukan Kota, tapi Boleh Nggak Kita Santai Saja?

28 Maret 2026
ASN Rajin Adalah Tempat Sampah Buat Atasan (Shutterstock)

Kalau Kalian Masih Ingin Jadi ASN di Era Ini, Sebaiknya Pikir 2 Kali. Tidak, 3, 4, bahkan 100 Kali kalau Perlu

28 Maret 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
Kulon Progo Terkesan Santai karena Warlok Tidak Banyak Pilihan Hidup, Bukan karena Menganut Slow Living Mojok.co

Kulon Progo Terkesan Santai karena Warlok Tidak Punya Banyak Pilihan Hidup, Bukan karena Menganut Slow Living

27 Maret 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Nyaman, tapi Salatiga yang lebih Menjanjikan Jika Kamu Ingin Menetap di Hari Tua

1 April 2026
Trauma Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Menderita Mojok.co

Kapok Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Trauma dan Menderita

31 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut
  • Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia
  • Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja
  • Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan
  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman
  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.