Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Personality

Main Bareng Anak, Serasa Jadi Orang Tua Kurang Kerjaan

Rusmanto oleh Rusmanto
18 Juni 2019
A A
main bareng anak

main bareng anak

Share on FacebookShare on Twitter

Salah satu tugas penting orangtua zaman sekarang adalah nemenin anak main. Sepertinya, emang kurang kerjaan banget orangtua zaman ini.

Biar sesibuk apapun orangtua mereka, akan disempat-sempatin (meski sebentar) untuk bermain bersama anaknya (gitu nggak ya?). Cukup berbeda dibanding waktu saya kecil dulu.

ADVERTISEMENT

Meski orangtua kerjanya dirumah, anak zaman dulu biasa main sendiri. Paling banter main sama anak tetangga. Sangat jarang orangtua saya nemenin main. Selalu ada sesuatu yang mereka kerjakan.

Saya sendiri suka kalau nemenin anak main. Dengan melakukan hal itu, saya bisa terbebas dari pekerjaan rumah lainnya seperti nyapu, ngepel, nyuci piring, dan njemurin baju. Karena “pekerjaan” nemenin anak main, memiliki skor tertinggi di rumah saya.

Hal itu mungkin karena anak saya tergolong aktif dan mintanya main yang aneh-aneh. Jadi terkadang ibunya terlalu berat untuk menandingi semangat anak-anak.

Anak saya suka main panjat-panjatan, dan yang di panjat adalah orangtua mereka. Dibanding waktu saya kecil, lingkungan memang sudah beda jauh. Dulu saya biasa manjat banyak pohon di sekitar rumah dan tetangga.

Mulai dari pohon jambu biji, rambutan, mangga, hingga pohon nangka. Zaman ini sudah beda, adanya tiang listrik sama tiang telepon, mau saya suruh manjat itu, kok ya rasanya nggak tega. Akhirnya ya manjat seadanya saja.

Menjadi orangtua yang menemani anak main, kadang-kadang dituntut harus serba bisa. Orang yang tadinya tidak pernah nyanyi, akhirnya jadi suka nembang (bernyanyi). Yang tadinya nggak bisa nggambar, tiba-tiba jadi pelukis.

Baca Juga:

GTM pada anak, drama paling menguji kesabaran dan kreativitas orang tua

Mohon Maaf, Didikan VOC di Rumah Bukan Membentuk Mental Baja, tapi Menambah Antrean di Psikiater

Yang paling tenang itu kalau anak cuma minta nonton film kartun. Yes !! Bisa disambil ngantuk, terus ketiduran deh. Akhirnya anak-anak nonton sendiri.

Tapi ternyata tidak semudah itu, apalagi filmnya baru. Anak saya, kalau lagi nonton, sama seperti ibunya. Meskipun nonton bareng, film yang sama. Tapi brisiknya minta ampun, selalu tanya dan komentar.

ADVERTISEMENT

Makanya, dari pacaran sampai punya anak, saya nggak mau ngajakin istri saya nonton bioskop. Meskipun begitu, saya pernah kok ngajakin istri nonton kuda lumping, dan aman-terkendali! Biarpun brisik, nggak bakal kedengeran kalau ngomong apapun juga. Hehehe.

Karena terlalu sering nemenin anak main, saya jadi tahu, kalau anak zaman sekarang punya banyak tontonan. Beda banget sama anak jaman jebot (dulu), yang tontonnya jarang, terbatas, dan itu-itu saja.

Terlebih lagi kalau nonton film seri harus nunggu semingu biar dapat lanjutannya. Udah ditunggu, eh ternyata ada Liputan Khusus : acara Bapak Presiden Soeharto lagi mancing, rasanya sedih banget anak zaman dulu.

Tontonan yang paling disukai adalah Pink Fong yang biasanya isinya nanyi-nyanyi. Lagu paling sering diputar untuk adalah Baby Shark. Meskipun saluran lain juga punya lagu yang sama, tapi yang dari Pink Fong tetap terbaik.

Anak-anak bisa memilih berbagai genre Baby Shark dari disko sampai musik oriental bergaya Jepang. Sungguh, pemilik saluran sangat kreatif dan mengerti kesukaan anak-anak.

Melihat gerakan Fink Fong dan teman-tamannya mengikuti lagu, saya jadi teringat ibu-ibu yang suka senam aerobik di sebelah rumah setiap hari Sabtu. Coba pakai lagu-lagunya Pink Fong, pasti senamnya bakal lebih seru.

Abis itu, anak-anaknya malah mau ikutan senam. Terus acara senam rutin bakal berubah jadi acara momong anak bareng-bareng.

Nggak mau ketinggalan, bakul jajan dan mainan anak akan segera mengepung mereka. Dan akhirnya, bakul jilbab, perabot, dan pakaian dalam ikut-ikutan. Acara senam rutin akan berubah jadi pasar tiban (dadakan) dalam sekejap.

ADVERTISEMENT

Tontonan anak yang nggak kalah seru adalah Rainbow Ruby. Dan ini adalah salah satu acara yang paling disukai anak laki-laki saya dibandingkan dengan yang perempuan.

Film seri ini menceritaka anak perempuan bernama Ruby yang memiliki imajinasi super hebat. Dengan imajinasinya ia bisa menciptakan sebuah desa yang berasal dari mainan di dalam kamarnya. Namanya Desa Pelangi.

Tapi kalau dipikir lagi, Ruby tidak punya teman sebaya manusia satupun. Setelah saya nonton banyak episode, ternyata dia hanya cuma berkawan dengan teman imajiner dari Desa Pelangi. Sungguh kasihan Ruby ternyata.

Pantas saja anak saya bisa klop sama film ini. Karena anak laki-laki saya sangat ramah pada semua hal. Dari sapi, kambing, kucing, sampai pohon kadang dia ajak ngobrol.

Tidak hanya itu, beberapa kali saya perhatikan anak saya berbicara pada sesuatu yang nggak bisa saya lihat. Itu membuktikan kalau imajinasinya luar biasa. Mungkin inilah yang membuat anak laki-laki saya cocok dengan Ruby.

Film anak lain yang jadi unggulan adalah Peppa Pig. Kalau film ini, kegemaran anak perempuan saya. Film ini mengulas tentang keseharian keluarga Peppa yang punya adik bernama George, ayahnya Deddy Pig, dan ibunya Mommy Pig.

Yang paling seru adalah, meskipun berada di dunia hewan, tapi tetap ada hewan yang jadi binatang peliharaan. Peliharaan yang paling sering masuk dalam film ini adalah Niddle si kura-kura yang hobinya manjat pohon, dan ducks para bebek yang suka berenang di kolam.

Keluarga Peppa memiliki satu hobi yang sama, yaitu jumping in the muddy paddle (berkubang di lumpur). Mungkin ini bakal susah ditiru orangtua zaman ini. Ngliat anak-anak pegang rumput aja biasanya udah langsung disuruh berdiri terus di lap sama tissue basah.

Selain bercerita mengenai keluarga Peppa, film ini juga masih bisa menonjolkan karakter lainnya. Salah satunya adalah Miss Rabbit sosok independent women yang single, very happy and very bussy.

Pekerjaan yang dimiliki sangat banyak, dari mulai pemadam kebakaran, sopir helikopter, operator mesin daur ulang, penjaga toko, buka stan di pasar malam, penjual es krim, dan banyak kerjaan lainnya.

Hebatnya, meski banyak kerjaan yang diambil sama Miss Rabbit, tapi karakter lain juga masih kebagian dapat kerja. Di film ini, kayaknya memang nggak ada yang jadi penganguran. Betapa indahnya hidup di dalam film itu.

Meski cukup menarik, film ini mungkin tidak akan laku kalau diputar di TV Indonesia. Alasannya, karena tokoh utamanya adalah pig (babi). Coba kalau binatang lain seperti undur-undur misalnya, pasti akan lebih diterima.

Main bareng anak, ternyata memang cukup seru. Dan katanya, bisa membantun tumbuh kembang anak loh. Atau mungkin itu alasan saya aja, biar bisa main dan santai. Atau jangan-jangan emang saya yang kurang kerjaan.

Terakhir diperbarui pada 14 Januari 2022 oleh

Tags: Main Bareng AnakOrangtuaParenting
Rusmanto

Rusmanto

Penulis lepas.

ArtikelTerkait

Memilih Setia sama Motor Tua daripada Selingkuh dengan Motor Baru terminal mojok.co

Dear Para Orangtua, Jangan Biarkan Anak Berkendara Jika Masih Di Bawah Umur

26 Juni 2019
Capek Mom Shaming Melulu, 5 Jenis Postingan Parenting Ini Selalu Saya Hindari terminal mojok.co

Capek Mom Shaming Melulu, 5 Jenis Postingan Parenting Ini Selalu Saya Hindari

10 Maret 2021
Drakor The Penthouse War in Life terminal mojok

Walau Membagongkan bak Sinetron Indonesia, Berikut Pelajaran yang Bisa Dipetik dari Drakor ‘The Penthouse’

23 Maret 2021
Dengan atau Tanpa Asisten Rumah Tangga, Tak Satu pun Membuatmu Lebih Mulia terminal mojok.co

Dengan atau Tanpa Asisten Rumah Tangga, Tak Satu pun Membuatmu Lebih Mulia

9 Februari 2021
ayah adalah

Ayah adalah Pria yang Pemarah: Bagaimana Jika Sebenarnya Kita yang Kurang Memahami Bahasa Kasih Sayangnya?

19 Agustus 2019
feminisme

Belajar Menjadi Feminis Dari Ibu yang Tidak Tahu Apa Itu Feminisme

27 September 2019
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura Mojok.co

Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura

20 Agustus 2026
Gen Z lanjut S2 bukan karena ambisi, tapi patah hati (Unsplash)

Banyak Gen Z lanjut S2 bukan karena gelar dan ambisi, tapi karena patah hati dan bingung mau ngapain lagi

20 Agustus 2026
4 tips menghindari tempat kursus red flag di Kampung Inggris Pare, saya bagikan tipsnya agar kunjungan kalian tidak berakhir kecewa Mojok.co

4 tips menghindari tempat kursus red flag di Kampung Inggris Pare, saya bagikan tipsnya agar kunjungan kalian tidak berakhir kecewa

26 Agustus 2026
Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya Mojok.co

Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya

21 Agustus 2026
Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

20 Agustus 2026
Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar Terminal

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

21 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.