Pak Prabowo Foto Tanpa Pasangan: Ya Memangnya Kenapa?

Setelah acara pelantikan dan sesi foto bersama, banyak beredar guyonan khas warganet tentang Pak Prabowo yang berfoto sendirian alias tanpa pasangan.

Artikel

Avatar

Pemilihan presiden sudah lama selesai, hasilnya juga sudah fix. Pemilihan para menteri yang akan membantu presiden dalam kinerjanya 5 tahun ke depan juga dilakukan. Acara pelantikan dan serah terima jabatan dari kabinet sebelumnya juga sudah digelar. Kemarin setelah acara pelantikan para menteri kabinet baru di istana negara dan setelah sesi foto bersama di tangga depan itu, banyak beredar guyonan khas warganet yang isinya tentang Pak Prabowo yang berfoto sendirian alias tanpa pasangan.

Ya terus kenapa, Malih?
Kalian-kalian yang jomlo itu, emang Pak Prabowo ngomentarin hidup kalian? Jangan lantas foto itu dijadikan bahan komentar, sindiran, dan lawakan. Toh walau hidup tanpa pendamping Pak Prabowo kayaknya baik-baik saja. Nggak galau malam mingguan nggak bisa jalan-jalan, nggak uring-uringan kalau chat di WhatsApp belum dibalas. Banyak hal lain yang bisa dipikir dan dikerjakan.

Kalian harusnya bisa meniru Pak Prabowo nih, sudah jelas-jelas semua teman menterinya foto berpasangan beliau santai saja. Ya kalau mungkin merasa miris di hati ya tidak perlu diumbar juga. Nggak usah kayak kalian yang kalau mau ke acara kondangan atau wisuda sedih nggak punya, lalu sibuk cari teman yang bisa ‘dipinjam’ untuk dijadikan pasangan sesaat.

Hidup sendiri atau berpasangan itu kan hak masing-masing pribadi, ya. Kalau memang nyaman hidup sendirian kenapa harus dipaksakan mencari pasangan yang belum tentu cocok juga nantinya? Ada yang memang nggak bisa hidup sendiri lalu memutuskan untuk ber-poligami supaya merasa banyak yang ‘menemani’ ya itu juga tidak bisa kita komentari asal-asalan. Yang tahu mana yang terbaik kan diri masing-masing.

Dari semua yang beredar di media sosial, ada satu guyonan yang agak sedikit menyentil saya, bunyinya kira-kira begini: “Terus nanti Kementerian Pertahanan nggak punya ibu Dharma Wanita dong?”
Ya, so what?
Ini guyonan yang receh bin basi banget menurut saya. Sekaligus pertanyaan yang amat sangat retoris. Tidak usah ditanyakan toh kita sudah tahu jawabannya. Pak Prabowo kan tidak sendirian bekerja di Kementerian Pertahanan, akan ada wakilnya nanti. Masa Pak Prabowo akan galau cuma karena memikirkan siapa yang nantinya mengisi posisi ibu Dharma Wanita? Terus sambat di linimasa media sosial macam kalian-kalian itu.

Baca Juga:  Menyadari Fiksi Kenyataan Hidup Melalui Novel Pedro Páramo

Ini sebenarnya cuma hal kecil yang sangat tidak perlu kita permasalahkan, nantinya sudah akan ada yang mengurus kok. Komentar kalian tidak diperlukan. Apalagi bercanda dengan nada menyindir seperti itu.

Keputusan Pak Presiden Jokowi untuk mengangkat Pak Prabowo sebagai Menteri Pertahanan saja sudah menimbulkan pro dan kontra di sana-sini. Tim yang tadinya berseteru karena merupakan rival di pemilihan presiden, mau tak mau, rela tak rela harus bisa menerima kenyataan bahwa akhirnya dua orang yang dulunya bersaing ini akan bekerja sama dalam satu kabinet.

Tim sukses yang dulunya mendukung Pak Jokowi merasa takut jika ke depannya nanti akan ada pemanfaatan kekuasaan untuk membajak posisi presiden. Ya pemikiran ini memang tak bisa dihindari.
Sedangkan tim sukses yang mendukung Pak Prabowo, tentu juga masih merasakan bagaimana ‘panas-dinginnya’ masa-masa pasca pemilihan presiden kemarin. Memang mungkin agak sulit menerima jadinya. Namun kembali lagi, semua ini kan hak prerogatifnya presiden. Beliau pasti punya alasan kuat yang harus kita hormati.

Nah, pro dan kontra ini saja saya rasa sudah cukup bikin puyeng. Jadi janganlah kalian tambah-tambahi dengan guyonan yang seperti itu. Jangan dibanding-bandingkan dengan ayunya Mbak Gista Putri, istri Pak Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau trendinya Mbak Franka Franklin yang istrinya Pak Mendikbud itu. Dukung dan berdoa saja semua semua tugas dan amanat pemerintahan bisa dilaksanakan dengan baik oleh Pak Prabowo. (*)

BACA JUGA Heboh Nia Ramadhani yang Tak Bisa Mengupas Salak: Nobody is Perfect, Jadi Biasa Ajalah! atau tulisan Dini N. Rizeki lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

---
4

Komentar

Comments are closed.