Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Tanpa Pepsi, Memakan Ayam KFC Jadi Serupa Memakan Nasi Goreng Tanpa Kerupuk

Atanasius Rony Fernandez oleh Atanasius Rony Fernandez
25 Oktober 2019
A A
tanpa pepsi

tanpa pepsi

Share on FacebookShare on Twitter

Berita hengkangnya Pepsi dari bisnis minuman ringan berkarbonasi di Indonesia cukup mengagetkan saya. Apalagi hengkangnya Pepsi itu juga bakal berdampak tidak akan ada lagi Pepsi di menu KFC. Bagi pencinta ayam goreng khas restoran cepat saji itu, saya akan merasa kehilangan. Apalagi bagi saya—dan mungkin sebagian dari kita—Pepsi adalah pasangan yang tepat untuk ayam goreng KFC. Memakan ayam goreng KFC tanpa Pepsi bisa diibaratkan sebagai memakan nasi goreng—atau makanan khas Indonesia lainnya—tanpa kerupuk: tetap nikmat tapi rasanya kurang afdal.

Beberapa hari yang lalu media massa ramai memberitakan mengenai hengkangnya Pepsi dari Indonesia. Mengutip berita dari tirto.id berjudul Putus Kerja Sama dengan Indofood, PepsiCo Hengkang dari Indonesia, bahwa hengkangnya Pepsi merupakan buntut dari keputusan perusahan untuk tak lagi memperpanjang kerja sama dengan PT Anugerah Indofood Barokah Makmur (AIBM) yang bakal berlaku efektif pada 10 Oktober 2019 lalu. Di luar berbagai polemiknya, tentu sangat disayangkan keputusan hengkanya Pepsi.

Awalnya saya tak benar-benar percaya pada informasi hengkangnya Pepsi. Hingga pada Kamis, 24 Oktober 2019 kemarin saya datang ke KFC untuk membeli ayam crispy. Saya coba tanya ke mbak kasir KFC apakah ada Pepsi, mbak kasir jawab tidak ada, yang ada hanya coca-cola.

Saya cukup terenyuh mendengar jawaban mbak kasir. Pepsi dan coca-cola memang sama-sama minuman bersoda, tapi tentu saja rasanya beda. Mungkin saya akan dianggap lebay tidak merelakan kepergian Pepsi. Namun, hubungan terhadap minuman atau makanan jenis tertentu tidak sekadar pada rasa, tapi juga kenangannnya. Ini soal perasaan, tidak semua dari kita memiliki perasaan yang sama.

Soal Pepsi dan kenangannya terasa cukup berkesan bagi saya. Saya bukan berasal dari keluarga yang berada. Ketika kecil dulu, kakak saya sampai harus menabung agar bisa mengajak saya makan di KFC. Bagi seorang anak kecil yang tidak pernah pergi liburan ke banyak tempat, makan di KFC jadi hiburan yang menyenangkan, semacam merayakan rekreasi. Perasaan canggung saat memesan, pergi mencuci tangan, dan mengambil sambal jadi pengalaman berharga bagi seorang anak kampung di kota kecil kala itu. Salah satu yang spesial dari pengalaman makan di KFC itu, tentu saja meminum minuman bersoda yang jadi ciri khas KFC, yaitu Pepsi.

Perasaan nyesss di kerongkongan saat meminum Pepsi seusai memakan ayam goreng KFC sangatlah menyenangkan, apalagi bagi seorang anak kecil yang sangat menggemari apa saja yang berasa manis. Terlebih lagi Pepsi bukan minuman bersoda yang bisa dengan mudah ditemui di warung kampung saat itu. Kenyataan itu bikin Pepsi punya tempat tersendiri di daftar minuman favorit saya dan mungkin juga sebagian dari kita. Kala masih kecil dulu, minuman bersoda memang sangatlah terasa enak. Belakangan ini setelah gaya hidup sehat mulai menjadi tren, pengetahuan tentang kandungan minuman bersoda ternyata tidak baik bagi kesehatan dan banyak orang mulai meninggalkan minuman bersoda.

Pepsi dan KFC memang sudah bekerja sama dalam jangka waktu yang sangat lama. Oleh karena itu kesan klop antara keduanya terbangun di benak banyak orang. Jika makan ayam KFC, wajib minumnya Pepsi. Kenangan masa kecil yang terasa berharga itu terus melekat di benak saya.

Ketika saya sudah memiliki penghasilan sendiri, makan di KFC bukan lagi jadi sesuatu yang mewah, saya bisa kapan saja makan di sana. Namun ada satu yang wajib dipesan untuk menemani ayam KFC, yaitu Pepsi. Ternyata tidak hanya saya saja yang merasakan ayam KFC klop dengan Pepsi, teman dekat saya juga mengamini itu. Ketika ia nongkrong di KFC dan tidak memesan ayam, teman saya itu bisa saja memesan minuman lainnya. Namun ketika memakan ayam, dia lebih suka meminum Pepsi.

Baca Juga:

4 Alasan Ayam Goreng Dkriuk Jadi yang Terbaik di Kelasnya, Brand Lain Minggir Dulu!

3 Dosa Penjual Ayam Geprek yang Membuat Saya Malas Beli Lagi

Tentu saja kaitan antara ayam KFC dan Pepsi terlihat sangat sepele. Namun kenangan yang terbangun bertahun-tahun sulit untuk dilupakan, mereka seperti sepasang kekasih yang terlihat sangat ideal dan kompak memutuskan berpisah. Banyak orang yang menyesali keputusan itu, saya salah satunya. Tanpa Pepsi, ayam KFC tetap akan terasa nikmat, tapi seperti yang saya sampaikan di awal tulisan, rasanya pasti kurang afdal seperti memakan nasi goreng atau gado-gado atau makanan Indonesia apa saja, tanpa dilengkapi kerupuk, tanpa pelengkap yang bisa bikin rasanya kian sempurna. (*)

BACA JUGA Merayakan Era Dark Mode dengan Richeese Black: Seberapa ‘Dark’ Kamu? atau tulisan Atanasius Rony Fernandez lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Oktober 2019 oleh

Tags: ayam gorengkfckhas indonesiatanpa pepsi
Atanasius Rony Fernandez

Atanasius Rony Fernandez

Jurnalis yang tinggal di Mataram, Lombok. Sesekali menulis karya sastra. Tertarik pada isu kesenian, sosial, dan kuliner. Penggemar AS Roma dan musik metal.

ArtikelTerkait

KFC CD kaset artis band musik mojok

KFC Jualan CD Musik, Strategi Pasar Nggak Nyambung yang Ternyata Berhasil

25 Januari 2021
Ayam Jatinangor House, Ayam Goreng McD KW Super yang Sempat Viral di Media Sosial

Ayam Jatinangor House, Ayam Goreng McD KW Super yang Sempat Viral di Media Sosial

4 April 2023
Nikmatnya OTI Fried Chicken Lokal Semarang Kalahkan McD dan KFC: Wajib Makan Minimal Sekali sebelum Meninggal

Nikmatnya OTI Fried Chicken Lokal Semarang Kalahkan McD dan KFC: Wajib Makan Minimal Sekali sebelum Meninggal

18 Juli 2024
Ayam Goreng ALBAIK, Kuliner Kecintaan Jemaah Indonesia di Arab Saudi Terminal Mojok

Ayam Goreng ALBAIK, Kuliner Kecintaan Jemaah Indonesia di Arab Saudi

20 Desember 2022
5 Rekomendasi Secret Menu KFC, Murah dan Kenyang Terminal Mojok

5 Rekomendasi Secret Menu KFC, Dijamin Murah dan Kenyang!

22 Juli 2022
5 Keunggulan Fried Chicken Pinggir Jalan yang Tak Kalah dari KFC

5 Keunggulan Fried Chicken Pinggir Jalan yang Tak Kalah dari KFC

12 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Kebohongan tentang Lembang yang Perlu Diluruskan

Bukan cuma soal dingin, ini 4 kejanggalan di Lembang yang bikin wisatawan Semarang heran

15 Juli 2026
Berhentilah Percaya Stigma Buruk Jalur Pantura Subang, Kawasan Ini Bukan Cuma soal Warung Remang-remang

Berhentilah percaya stigma buruk jalur pantura Subang, kawasan ini bukan cuma soal warung remang-remang

13 Juli 2026
5 Tanda Warung Bebek Madura yang Sudah Pasti Enak: Makin Sederhana, Makin Enak!

Pedoman Kuliner Warung Bebek Madura, Saya Tuliskan karena Banyak yang Tertipu Tampilan Luarnya

13 Juli 2026
Malang pernah terkenal dengan solidaritas masyarakatnya yang tinggi. sayang, solidaritas itu kini bisa dengan mudah dibeli

Malang pernah terkenal dengan solidaritas masyarakatnya yang tinggi. sayang, solidaritas itu kini bisa dengan mudah dibeli

12 Juli 2026
Membayangkan Jatinangor Tanpa Unpad, ITB, IPDN, dan Ikopin: Nggak Terkenal, Nggak Berkembang, Pokoknya Menyedihkan sumedang, bandung

Berhentilah menyebut Jatinangor sebagai Bandung coret, tolong hormati Sumedang

15 Juli 2026
Stop bilang orang Sunda pemalas, kami cuma tahu cara menikmati hidup tanpa harus burnout Mojok.co

Stop bilang orang Sunda pemalas, kami cuma tahu cara menikmati hidup tanpa harus burnout

17 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.