Gista Putri: Brain, Beauty, Behaviour at The Finest

Artikel

Avatar

Siapa yang tak kenal sosok anggun bernama Gista Putri? Dulu wajah manisnya bisa kita saksikan setiap hari sebagai host acara entertainment di sebuah televisi swasta. Sempat berakting sebagai salah seorang crew televisi di salah satu komedi situasi juga di channel yang sama sebelum akhirnya dinikahi oleh sang CEO, Pak Wishnutama. Sekarang, di saat hamil delapan bulan setelah empat tahun menikah, Gista Putri jadi ibu menteri setelah suaminya diberi tugas oleh Presiden kita untuk menduduki jabatan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Rejeki emang nggak ke mana, banyak warganet yang berkomentar seperti itu. Kisah Gista Putri memang sudah seperti drama Korea, di mana seorang mahasiswi biasa yang akhirnya bisa menjadi seseorang yang terlihat sangat lucky. Sudah cantik, pintar, dapat suami kaya raya, sekarang jadi ibu menteri pula.

Tidak sedikit komentar-komentar dari warganet ini menyiratkan rasa iri, ya. Hahaha. Kalau tidak iri sedikit pun mungkin malah aneh. Siapa pula yang tak ingin ada di posisi Gista Putri?

Tapi semua ini kan bukan cuma faktor luck, gaes. Gista Putri mengawali karirnya dengan perjuangan, bukan cuma rebahan sambil scrolling timeline media sosial. Mengikuti pemilihan model, ikut casting sana-sini, gambling mendahulukan shooting film dari pada menyelesaikan kuliah. Semua pilihannya dipertanggung jawabkan dengan baik.

Jadi host acara musik, sampai ke acara entertainment news yang sedikit banyak membahas dunia selebritas tentunya memerlukan wawasan yang tidak sempit kan? Tidak mungkin terpilih jika hanya mengandalkan tampang manis dan body kece. Gista Putri is a smart lady, admit it!

Pak Wishnutama juga pasti tidak sembarangan memilih calon istri kan. Terbukti setelah menikah, Gista Putri bisa jadi ibu sambung yang baik bagi anak-anak Pak Wishnu dari pernikahan sebelumnya. Juga bisa menjaga komunikasi dan berteman akrab dengan mantan istri Pak Wishnu.

Baca Juga:  Meski Nama Mirip Perempuan, Saya Tetap Chelsea Tapi Bukan Chelsea Islan

Jadi memang tidak semuanya hanya mengandalkan faktor keberuntungan. Yang akan sukses ya yang mau kerja keras. Yang di hari tuanya bisa menikmati hidup dengan santai dan berkecukupan ya yang di masa mudanya mau mencoba banyak hal dan tidak menyerah bila gagal.

Seperti dua artis wanita sebelumnya yang pernah menjabat sebagai istri menteri juga, Inggrid Kansil dan Loemongga, saya rasa Gista Putri tidak akan berhenti sampai di tahap ‘hanya’ menjadi ibu menteri dan ketua Dharma Wanita saja. Pasti akan banyak prestasi lain yang akan Gista Putri buat.

So, untuk kalian-kalian, kisah Gista Putri yang kalian bilang mirip drama Korea ini harusnya bisa jadi contoh nyata lho. Berani menentukan mana hal yang kita suka, bekerja dengan passion, melakukan hal yang sudah kita pilih dengan tanggung jawab penuh, bersyukur, dan gunakan lebih banyak otak kita untuk berkreasi dan berprestasi daripada untuk menghujat dan mengomentari hidup orang lain. Siapa tahu jodoh kita nantinya bukan orang sembarangan juga. Karena kan nggak mungkin seorang yang cerdas dan selalu berpikiran inovatif akan memilih istri yang cuma doyan rebahan sampai belasan jam di kasur.

Last but not least, para menteri sudah dipilih dan dilantik. Jangan nyinyir duluan, Pak Presiden tidak mungkin asal-asalan dalam memilih, pasti semuanya sudah diperhitungkan dengan sangat baik. Kita lihat dulu kinerja para menteri baru ini, kalau ada yang kurang cocok nantinya toh kita bisa protes. Jangan menghakimi duluan. Kalau terbukti nanti kinerja mereka bagus untuk pembangunan negara kita, malah kita yang malu lho.

Nikmati saja semua prosesnya, kayak hidupnya Mbak Gista Putri ini lho. Buktinya sudah pakai kebaya simpel dan make-up minimalis saja masih mencuri perhatian warganet di acara pelantikan kemarin. Mbak Gista Putri is a real person with completely brain, beauty, behaviour. (*)

Baca Juga:  Tentang Film Bumi Manusia dan Perburuan yang Tayang di Hari yang Sama

BACA JUGA Heboh Nia Ramadhani yang Tak Bisa Mengupas Salak: Nobody is Perfect, Jadi Biasa Ajalah! atau tulisan Dini N. Rizeki lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

---
3

Komentar

Comments are closed.