Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Cara Cepat Jadi Artis Adalah dengan Jadi Asisten Artis Dulu

Sofyan Aziz oleh Sofyan Aziz
9 Agustus 2020
A A
Acara Keluarga Artis Menjamur, Tanda Pertelevisian Indonesia Sudah Kacau terminal mojok.co

Acara Keluarga Artis Menjamur, Tanda Pertelevisian Indonesia Sudah Kacau terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

“Ton, pagar rubuhin!” begitu teriak Andre Taulany hampir di setiap konten video YouTube Taulany TV. Tono yang merupakan asistennya biasa dijadikan tandem, untuk pemecah suasana. Bahkan sampai dibuatkan jogetan khusus, “Teh Tono” namanya.

Drama hubungan antara artis dengan asistennya memang bukan barang baru. Dulu di era monopoli televisi, banyak asisten yang numpang nongol di acara sang majikan. Nama Uya Kuya dan Raffi Ahmad adalah segelintir artis yang sesekali memunculkan drama dengan asistennya di layar televisi.

ADVERTISEMENT

Dulu kita mengenal Ciripa, sang asisten dari Uya Kuya, yang sering bertugas mengawal Cinta dalam acara sulap dan hipnotis itu. Si Ciripa ini bisa dikatakan sebagai sosok perintis dari jajaran asisten artis yang melambung namanya. Namanya tak kalah populer dengan si artisnya. Meski kemudian kiprahnya sebagai artis murni yang mandiri tidak laris-laris amat.

Kemudian di era YouTube sekarang ini, drama sang artis dengan asistennya semakin menjadi-jadi. Banyaknya artis yang ikut meramaikan jagat per-YouTube-an, membuat deretan para asisten ini menjadi lebih mudah on frame di kanal YouTube si artis.

Karakteristik YouTube yang lebih personal, tanpa ribet dengan urusan manajemen produksi, aturan ketat KPI, dan tanpa melalui lembaga sensor membuat para asisten ini lebih sering muncul di kanal sang majikan. Sang majikan lebih leluasa mengacak-acak persona sang asisten. Tentu demi trendingnya konten. Persoalan si asisten ikutan trending adalah bonus belaka.

Selain nama Tono, muncul beberapa nama lain, contohnya Merry sang asisten Raffi Ahmad, Slamet sopirnya Baim Wong, Agus Cita asisten dari Denny Cagur, dan Anton asistennya Sule. Sering para asisten ini tampil dalam kanal YouTube milik sang artis, kadang kala juga wajah mereka nongol di acara televisi. Tentu bersama dengan junjungannya.

Mengorbitnya para asisten dalam pusaran dunia hiburan ini tentu tidak bisa dilepaskan begitu saja dari peran sang artisnya. Hubungan yang tampak di antara kedua belah pihak ini terlihat manis-manis saja. Sang artis rela menaikkan nama sang asisten, begitu pun sang asisten dengan sukacita menyambutnya.

Ramainya deretan para asisten artis yang sedang mencoba peruntungannya dalam dunia hiburan, menguatkan fakta bahwa menjadi artis adalah idaman semua orang. Selain fakta lain misalnya tentang antusiasme ajang pencarian bakat.

Baca Juga:

3 Alasan yang Bikin Saya Enggan Punya TV di Rumah

Mau Jadi Artis di Jambi? Mimpimu Ketinggian, Kawan, Minimal Pindah Dulu ke Jawa!

Ajang unjuk bakat, seperti menyanyi, memasak, sulap, dan akrobat selalu menciptakan magnet tersendiri bagi orang-orang yang ingin menunjukkan bakat mereka, atau hanya haus popularitas. Ajang seperti ini hampir selalu dipenuhi oleh orang-orang, yang harus sabar melewati antrean yang puanjaaang, dan tak peduli lagi akan panas teriknya matahari.

Begitu pun di era internet, beragamnya aplikasi unjuk eksistensi diri mulai menjamur. Mulai dari YouTube, Tiktok, sampai Instagram. Hal ini menambah gairah yang menggebu dari para pencari eksistensi tadi.

Beragam konten, dari yang bermanfaat sampai konten sampah, dari konten yang serius sampai bercanda, dari konten yang waras sampai yang gila. Semua ada di internet. Itu semua dilakukan demi meraih popularitas. Mereka masih beranggapan bahwa populer berarti kebahagiaan, kebahagiaan karena mendapatkan uang.

Namun beda dengan para asisten tadi. Tanpa perlu berpanas-panas mengantri, tanpa perlu bersikap gila di konten mereka. Sebab mereka sudah mempunyai privilege tersendiri. Mereka langsung bisa numpang tenar bersama majikannya. Setelah tenar, barulah ia bisa menjaring penggemar mereka melalui akun media sosial yang ia punya. Sebuah jalan kesuksesan yang tak biasa.

Kita bisa melihat grafik peningkatan jumlah pengikut di akun media sosial mereka. Jumlah pengikut mereka sedikit demi sedikit terkerek naik. Seiring dengan makin intensnya ia berkolaborasi dengan sang majikan.

Kemudian melalui akun media sosialnya masing-masing, para asisten ini lalu mencoba pisah ranjang dari sang majikan. Mereka membuat konten pribadi, walau kadang masih kelewat sederhana. Namun karena telah memiliki privilege atau hak istimewa inilah, yang membuat konten sederhana sang asisten tetap dapat mencuri perhatian khalayak.

Hak istimewa tersemat karena cara yang ditempuh bukan melalui jalan yang biasa. Hak ini biasanya didapatkan oleh orang yang berpengaruh beserta keluarganya. Mereka akan diistimewakan dalam setiap kesempatan.

Untuk menjadi artis pun sama, ada orang-orang yang memiliki hak istimewa. Seseorang bisa menjadi artis jika ayah atau ibunya juga artis. Assigned status, begitu istilahnya dalam ilmu sosial. Banyak keturunan artis yang dikemudian hari mengikuti jejak orang tuanya untuk menjadi artis pula. Ini tentu bukanlah hak yang salah.

Namun orang-orang yang ditakdirkan untuk menjadi asisten artis ini juga pantas menyandang hak istimewa, mereka dibukakan jalannya oleh sang artis. Dengan berkolaborasi sebagai objek penderita atau sekadar tandem TikTok saling lempar canda.

Setidaknya ini memperlihatkan bahwa hubungan yang terjalin antara artis dan asisten adalah hubungan yang saling menguntungkan. Bukan antara budak dengan majikan.

BACA JUGA Nia Ramadhani Sebagai Duta Sosialita Indonesia dan tulisan Sofyan Aziz lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 9 Agustus 2020 oleh

Tags: artisasisten artisTV
Sofyan Aziz

Sofyan Aziz

Esais dan pendidik

ArtikelTerkait

Memangnya Dia Artis? Kok Nggak Pernah Masuk TV?

Memangnya Dia Artis? Kok Nggak Pernah Masuk TV?

30 Oktober 2019
chelsea islan

Meski Nama Mirip Perempuan, Saya Tetap Chelsea Tapi Bukan Chelsea Islan

7 Agustus 2019
go international

Fenomena Go International dan Sikap Sok Tahu Kita

11 Agustus 2019
gista putri

Gista Putri: Brain, Beauty, Behaviour at The Finest

24 Oktober 2019
Provinsi Jambi (Shutterstock.com) artis

Mau Jadi Artis di Jambi? Mimpimu Ketinggian, Kawan, Minimal Pindah Dulu ke Jawa!

1 September 2023
3 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Beli TV Terminal Mojok

3 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Beli TV

12 Februari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alasan buku fisik tidak akan lenyap hanya karena buku digital merajalela Mojok.co

Alasan buku fisik tidak akan lenyap hanya karena buku digital merajalela

15 Juli 2026
Pengakuan orang Semarang, lidah Jawa saya menyerah pada kuliner Jakarta yang nggak bikin selera Mojok.co

Pengakuan orang Semarang, lidah Jawa saya menyerah pada kuliner Jakarta yang nggak bikin selera

19 Juli 2026
Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng Mojok.co

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng

16 Juli 2026
Jemuran, hal sepele yang bisa jadi sumber konflik penghuni kos Mojok.co

Jemuran, hal sepele yang bisa jadi sumber konflik penghuni kos

20 Juli 2026
Advan 360 Stylus: Laptop Lokal yang Bisa Jadi Tablet tapi Kurang Laris di Pasaran

Saya menyesal membeli laptop Advan, sebetulnya niat nggak sih bikin produk lokal yang bagus?

16 Juli 2026
Di Mata Kurir, Metode Pembayaran COD Lebih Baik Dihapuskan Mojok.co kurir paket

Lika-liku kurir saat mengantar paket COD ke desa, kadang jadi pahlawan, seringnya jadi pesakitan

16 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.