KFC Jualan CD Musik, Strategi Pasar Nggak Nyambung yang Ternyata Berhasil – Terminal Mojok

KFC Jualan CD Musik, Strategi Pasar Nggak Nyambung yang Ternyata Berhasil

Artikel

Hampir seluruh dari kalian yang sudah pernah melakukan pembelian di KFC pasti pernah ditawarkan CD musik oleh pegawainya setelah mau melakukan transaksi pembelian kan? Tapi, pernah nggak sih kepikiran kenapa CD musik yang ditawarkan, di saat kita kesana untuk membeli makanan? Apa ada hubungannya album sama ayam KFC?

Saya dan beberapa kalian pasti heran dengan ditawarkannya CD musik yang ditawarkan oleh pegawai KFC, padahal tujuan kami untuk pergi ke KFC itu adalah untuk membeli makanan.

Jadi gini setelah saya telusuri, ternyata target market KFC itu adalah remaja, sama seperti dengan McDonald, tetapi KFC selalu kalah saing untuk menarik minat remaja saat itu karena McDonald lebih unggul dalam menjaring konsumen remaja.

KFC akhirnya memutar otak untuk bagaimana caranya mengambil alih minat remaja agar tertarik dengan produk yang dijual oleh KFC. Pada 2009, remaja sangat tertarik banget dengan musik. Lalu dibuatlah ide untuk memproduksi CD musik dengan lagu-lagu indie. Tetapi, setelah ide ini muncul, tentunya banyak dari musisi maupun masyarakat Indonesia sendiri yang kurang setuju dengan ide ini. Katanya, “Musik dan makanan itu tidak bisa dihubungkan, kalau makan ya makan saja.”

Seiring dengan berjalannya waktu, setelah KFC akhirnya berhasil menjual seratus ribu CD per bulannya, hal itulah yang membuat banyak musisi yang ingin bekerjasama juga untuk memasarkan album-album mereka, salah satunya musisi Indonesia yang sangat terkenal, yaitu Rossa. Juga, banyak remaja yang sangat tertarik dengan pembelian CD musik di KFC karena ditawarkan dengan harga murah.

Menurut saya juga dengan adanya ide ini membuat berkurangnya pembajakan album yang marak terjadi di Indonesia. Bisa dilihat sendiri, Indonesia sering banget terjadinya pembajakan album musik dalam maupun luar negeri yang merugikan pihak musisi tersebut. Apalagi setelah maraknya pembajakan pada 2012 silam yang membuat kerugian dari pihak musisi, pastinya membuat musisi memutar otak dan lebih memilih untuk bekerja sama dengan KFC, hal itu dapat menguntungkan kedua belah pihak, menguntungkan pihak resto maupun musisi.

KFC sendiri juga pintar dalam memasarkan CD musik yang ia jual. Ia memasarkan album-album suatu musisi yang dia anggap banyak penggemarnya di kota itu, tetapi dia tidak akan menjualnya jika dianggap kota tersebut sedikit pendengar musisi ini. Makanya kalian akan ditawarkan CD yang berbeda-beda di tiap outlet KFC di kota yang berbeda.

Musik-musik yang sedang dipasarkan juga sering diputar di outlet-outlet KFC, hal itu juga bisa membuat masyarakat Indonesia jadi mengetahui musik dalam negeri yang belum ia dengar sebelumnya serta dapat menikmati saat makan di tempat.

Tetapi dilihat-lihat juga sekarang KFC lebih memilih musisi-musisi dalam kerja sama album ini agar keuntungan dalam penjualan album ini meningkat dan menambah minat masyarakat, hal ini juga dapat membuktikan bahwa ide ini sangat berhasil dapat mencapai tujuan, dan bukan hanya remaja yang tertarik dengan CD musik ini, orang-orang dewasa juga banyak yang tertarik.

Walaupun saya jarang beli CD musik yang sering ditawarkan, tetapi saya tetap mengapresiasi usaha mereka dalam mengembangkan restonya serta secara tidak langsung menaikan musisi-musisi Indonesia dan mengurangi masalah permusikan di masyarakat.

Untuk masyarakat Indonesia juga disarankan untuk membantu mengembangkan dan menaikan nama musisi-musisi Indonesia dengan cara membeli CD musik original dan menghentikan penyebaran pembajakan CD musik karena hal itu dapat merugikan musisi Indonesia serta menghambat musik Indonesia dalam usahanya untuk go international.

BACA JUGA Membandingkan Burger King dan McDonald’s Tidaklah Sulit: Jelas Lebih Enak Burger King, Lah! dan tulisan Salmaa Aura Fitri lainnya.

Baca Juga:  Meskipun Ketat, KFC Lebih Baik Dibandingkan McD!
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.