Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Noda dan Dosa Guru: Sisi Gelap Sebuah Profesi yang Dianggap Mulia

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
6 September 2022
A A
Emang Iya Kuliah Keguruan Cepat Balik Modal?

Emang Iya Kuliah Keguruan Cepat Balik Modal? (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

“Hidup itu tidak hitam putih, dan orang-orang sering luput memperhatikan area abu-abu yang ada di antara keduanya.”

Kata orang, guru adalah profesi yang mulia. Jika merunut pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti kata mulia adalah tinggi (tentang kedudukan, pangkat, martabat), tertinggi, terhormat. Saking terhormatnya, ada satu hari dalam setahun yang diperingati sebagai Hari Guru, yakni setiap tanggal 25 November. Ada pula lagu nasional yang diciptakan khusus untuk profesi ini.

Coba bandingkan dengan profesi lain. Polisi? Sipir? Mereka mungkin punya Hari Bhayangkara dan Hari Karya Dhika. Tapi lagu nasional? Tidak. “Terpesona” itu bukan lagunya polisi ya, tolong. Hanya ada profesi guru yang disebutkan di antara 125 lagu wajib nasional yang tercantum di Wikipedia. Jangan lupakan juga soal gelar yang melekat pada profesi ini: Pahlawan tanpa tanda jasa.

Namun, benarkah guru semulia itu?

Jika berkaca pada quotes George Marshall yang membuka tulisan ini, tentu jawabannya “tidak”. Bagaimanapun juga, yang memegang peranan di belakang profesi guru adalah manusia. Maka, selayaknya manusia pada umumnya, guru pun tak jauh dari dosa dan noda. Berikut adalah sisi gelap profesi guru:

#1 Manipulasi nilai

Kalian yang berada di luar jalur pendidikan, mungkin awam dengan istilah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Sederhananya, KKM adalah nilai minimal yang harus dicapai siswa agar dia dinyatakan tuntas belajar. Jika nilai siswa di bawah KKM, maka siswa bisa dinyatakan tinggal kelas. Sayangnya, bagi banyak sekolah, kabar siswa yang tidak naik kelas serupa aib. Maka, tugas guru adalah menjaga agar aib ini tidak sampai terjadi karena menyangkut nama baik sekolah.

Inilah yang kemudian menjadi dilema bagi guru. Di satu sisi, para guru menyadari bahwa siswa A belum layak masuk kategori tuntas belajar. Lha wong nilai ulangan siswa A ini do re mi, kok! Sudah diremidi berkali-kali pun, tetap saja hasilnya jeblok. Namun di sisi lain, sekolah menuntut agar semua siswanya bisa KKM. Kalau sudah begitu, guru bisa apa? Ujung-ujungnya terjadi manipulasi nilai. Nilai siswa dikatrol supaya memenuhi standar KKM. Jangan ditanya badai apa yang ada di hati para guru saat melakukan hal tersebut. Monanges, Gaes. Monanges~

#2 Memberi bocoran soal

Dulu, soal apa yang akan keluar saat ulangan adalah misteri. Guru pun kalau ditanya, pasti jawabannya klise, “Pelajari saja apa yang sudah diajarkan.” Ya sudah, siswa pada zaman itu benar-benar mempelajari keseluruhan materi, dari A sampai Z. Meskipun seringkali, berujung kekecewaan. Yang dipelajari apa, yang keluar apa. Hahaha… Ngenes.

Kalau sekarang, belajar menghadapi ulangan sudah lebih terarah berkat adanya mukjizat bernama kisi-kisi soal. Jadi, beberapa hari sebelum pelaksanaan ulangan, baik Ulangan Tengah Semester (UTS) maupun Ulangan Akhir Semester (UAS), guru akan memberikan kisi-kisi soal pada siswanya. Kisi-kisi tersebut, bukan hanya berisi tentang garis besar materi yang akan keluar saat ulangan, tapi lebih spesifik. Saking spesifiknya, ada jokes di kalangan siswa yang menyebut bahwa kisi-kisi soal adalah soal ulangan yang disamarkan.

Baca Juga:

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

Guru Agama Katolik, Pekerjaan dengan Peluang Menjanjikan yang Masih Kurang Dilirik Orang

#3 Memberi perlakuan khusus

Sisi gelap berikutnya dari profesi guru yaitu memberi perlakuan khusus pada siswa. Siswa yang bagaimana? Pertama, siswa yang pintar di kelas. Kedua, siswa yang ikut les di tempat guru tersebut. Untuk kategori yang pertama, jelas lah, ya. Siapa, sih, guru yang nggak seneng kalau ada siswa yang pintar di kelas? Sementara untuk kategori kedua, wah, ini sih lebih jelas lagi.

Siswa yang les privat di guru mata pelajaran memang sering mendapat privilege. Privilege yang dimaksud yaitu tahu jawaban yang benar dari PR yang diberikan guru sampai bisa tahu plek ketiplek soal ulangan seperti apa yang akan keluar beserta jawabannya. Itu sebabnya di beberapa sekolah ada yang melarang gurunya memberikan les privat pada peserta didik. Biar tidak terjadi kecemburuan sosial, gitu.

#4 Berjualan buku

Guru itu, kalau mau dapat penghasilan tambahan, selain membuka les privat juga bisa melakukan cara yang lain, yaitu berdagang. Dagang apa? Ya, macem-macem. Mulai dari jualan cemilan, kerudung, aksesoris sampai jualan buku ke siswa. Yang terakhir itu, ehm, hasilnya lumayan banget. Komisi per bukunya bisa mencapai 20 persen dari harga buku. Jadi, jangan heran kalau ada guru yang mewajibkan siswa-siswinya membeli buku Lembar Kerja Siswa (LKS) atau bahan ajar lain. Berjualannya sih nggak salah, tapi mewajibkannya itu, loh.

Saya pun termasuk salah satu yang pernah merasakan manisnya jualan LKS ke siswa. Kenapa pernah? Karena sudah lama tobat. Jiwa saya meronta. Guru kok berasa seperti debt collector. Saban selesai pelajaran selalu ngingetin siswa buat bayar LKS. Hm, males banget.

Itulah 4 sisi gelap profesi guru. Aslinya kalau mau dikuliti lebih dalam, ya, masih banyak lagi. Apa perlu dibuat part 2-nya? Yang jelas, setelah mengetahui sisi gelap profesi yang ada pada tulisan ini, bukan berarti kita mengecilkan arti hadirnya mereka dalam kehidupan kita, loh, ya. Bagaimanapun juga, guru tetaplah sosok yang harus kita hormati. Sisi gelap ini, tak menjadikan mereka jadi sosok yang harus kalian musuhi. Justru, harusnya, kesadaran kalian terpantik, bahwa ada yang benar-benar salah di negara ini.

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 5 Hal Nggak Enaknya Jadi Guru di Desa

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 September 2022 oleh

Tags: gurujualankkmLKSprofesi
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

pahlawan tanpa tanda jasa mojok

Selain Guru, Inilah 4 Orang yang Mesti Diberi Gelar Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

4 Agustus 2020
3 Dosa Menyebalkan dari Guru Bahasa Indonesia Saat Mengajar (Unsplash)

3 Dosa Menyebalkan dari Guru Bahasa Indonesia Saat Mengajar

15 Maret 2023
Pengalaman Guru yang Nggak Bahasa Isyarat Mengajar Murid Tuli Mojok.co

Pengalaman Guru yang Nggak Bisa Bahasa Isyarat Mengajar Murid Tuli

1 November 2023
4 Pekerjaan di Purwokerto yang Punya Prospek Cerah

4 Pekerjaan di Purwokerto yang Punya Prospek Cerah

14 September 2025
ijazah penulisan mojok

Pengalaman Nulis Ijazah yang Ribetnya Bikin Stres

15 Agustus 2020
15 Ragam Profesi Perempuan di Drama Korea, Bukti Pekerjaan Buat Perempuan Nggak Itu-itu Aja Terminal Mojok

15 Ragam Profesi Perempuan di Drama Korea, Bukti Pekerjaan Buat Perempuan Nggak Itu-itu Aja

3 Maret 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

1 Februari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026
Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

31 Januari 2026
5 Profesi yang Kelihatan Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu (Unsplash)

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.