Mengungkap 5 Istilah-istilah Rumit dalam Dunia Perempuan dengan Pendekatan Dekonstruksi – Terminal Mojok

Mengungkap 5 Istilah-istilah Rumit dalam Dunia Perempuan dengan Pendekatan Dekonstruksi

Artikel

Dunia percintaan takkan pernah habis untuk dibahas setiap saat, kapan pun di mana pun. Sifatnya yang fleksibel inilah yang menjadikannya selalu menjadi bahan obrolan di warung kopi, bahan pergunjingan ibu-ibu gosip saat beli sayur keliling, atau bahkan di ruang diskusi dan pengajian ilmiah.

Hubungan sepasang kekasih menjadi satu tema yang seringkali digunakan sebagai pembuka jalan untuk memahami satu variabel tentang cinta.

Dua dunia antara lelaki dan perempuan yang notabene berbeda sama sekali ternyata bisa disatukan, tapi tak jarang ada pula yang berakhir dengan menyakitkan dan mengenaskan. Lalu untuk apa kita dipertemukan jika pada akhirnya kita berpisah/dipisahkan. Dipertemukan untuk kemudian berpisah. Sakit ga sih?

Dunia yang berbeda ini pula yang seringkali menjadi semacam noisy atau gangguan dalam komunikasi suatu hubungan percintaan sepasang kekasih.

Maka untuk meminimalisir noisy dalam komunikasi itu tentu saja sepasang kekasih harus bisa saling memahami dan saling mengerti. Ini adalah koentji terbangunnya komunikasi yang baik. Karena komunikasi merupakan jantung kehidupan sebuah hubungan itu sendiri. Maka mempelajari ini tentu saja menjadi penting.

Ketika dua hati berkomitmen untuk saling mencintai maka pada detik itu juga, keduanya bersama-sama belajar untuk saling mengerti, memahami dan saling mengasihi. Saling menyelami dunia satu sama lain.

Nah dari persoalan ini, setidaknya saya ingin mencoba untuk sedikit mengupas bagaimana memahami istilah-istilah rumit dalam dunia perempuan yang sering dihadapi oleh lelaki dalam suatu hubungan romantisme percintaan. Tapi bukankah persoalan memahami yang tidak berhasil ini lebih sering hanya berakhir sebagai semacam pertengkaran atau bahkan angin lalu saja. Dan jika masalah-masalah komunikasi ini tidak dikomunikasikan dengan baik, baik ia akan terakumulasi, dan lama-kelamaan dia akan menjadi bom waktu yang siap menghancurkan hubungan kalian berdua. Uh.

Baca Juga:  Dilema Karena Diminta Segera Menikah Sekaligus Dibuat Ragu Oleh Ibu

Tujuan memahami istilah-istilah rumit dalam dunia perempuan ini tentu saja nantinya bisa digunakan untuk lebih memahami dan mengerti apa yang sebenarnya diinginkan oleh pasangan kita (untuk yang punya pasangan) dan yang jomblo juga jangan berkecil hati, karena ini bisa digunakan sebagai media belajar dan pembelajaran bagaimana menghadapi perempuan dengan segala kerumitannya.

Apa saja istilah-istilah rumit dunia perempuan yang mesti kita pahami? Setidaknya di sini saya mengambil contoh 5 istilah atau kata yang sering digunakan atau diungkapkan oleh perempuan kepada lelaki.

1. Gapapa
Dalam suatu hubungan, kata gapapa atau bakunya tidak apa-apa seringkali digunakan oleh seorang perempuan untuk mengungkapkan sesuatu yang bukan sebenarnya. Kalau dalam istilah Roland Barthes nggapapa di sini seharusnya adalah sebuah kode Denotasi yang mengacu kepada sesuatu ungkapan sebenarnya dari kata-kata tidak apa-apa; memang sedang tidak terjadi apa-apa.

Tapi di lapangan atau dalam kenyataannya, kata tidak apa-apa seringkali merujuk pada suatu keadaan yang sedang ada apa-apa, atau kalau dalam teorinya Barthes adalah konotasi. Maka disinilah pentingnya fungsi Dekonstruksi bekerja.

Dalam Teori Dekonstruksi, Derrida telah mewanti-wanti kita untuk tidak begitu saja mengartikan suatu teks entah itu kata kalimat atau kejadian, sebagai makna tunggal dan final. Karena bagi Derrida semuanya masih terbuka kemungkinan kemungkinan pemaknaan, dan tidak ada makna yang benar-benar final.

2.Ya udah
Ya sudah juga sama saja seperti gapapa, hanya saja level kekecewaannya lebih tinggi dari gapapa. Dalam kata tidak apa-apa versi cewek, kekecewaannya masih di tataran permukaan, paling poll gapapanya hanya dibumbui dengan cemberut.

Tapi kalau dalam kata ya udah, cowok yang tidak mengerti maksud dan tujuan ya udahnya si doi, ini akan berakhir pada kebingungan dan tidak menutup kemungkinan akan berujung pertengkaran.

Baca Juga:  Kejadian yang Sering Ditemukan di Coffee Shop

Maka di sini pentingnya kita sebagai seorang lelaki untuk belajar tentang teori-teori yang relevan untuk melatih kepekaan, entah itu semiotika, hermeneutika, ilmu tafsir, atau teori-teori lain yang relevan. Setelah mempelajari teori-teori tersebut sudah seharusnya kita tidak berhenti mengupas dan mencari apa makna “ya udah” yang mendekati dengan perspektif atau maksud si doi.

Jadi sebagai pasangan yang baik, sudah mengetahui alur-alur yang akan terjadi, dan bisa sesegera mungkin mencari alternatif agar hubungan tidak menjadi renggang dan krik-krik karena tak adanya kepekaan dari si cowok. Ingat lagunya Ada Band “karena wanita ingin dimengerti”

3. Terserah
Kata ini seringkali terjadi di beberapa adegan dalam hubungan sepasang Kakashi; seperti memilih tempat makan, memilih makanan, atau bahkan memilih minuman.

Terserah, dalam artian leterlek saklek adalah menyesuaikan atau ikut dengan yang mengajak. Semisal cowok mengajak cewek dan cewek menjawab terserah, makna yang seharusnya terartikulasikan adalah cewek memang ingin ikut keputusan si cowok.

Tapi lagi-lagi di lapangan tidak sesederhana itu, pemaknaan tersebut tentu saja sangat berbeda dengan yang terjadi di lapangan atau realitanya. Atau minimal sangat berbeda dengan isi kepala si cewek.

Ketika seorang cowok tidak peka dengan kata terserah si cewek, maka bersiaplah negara api akan menyerang. Maka sudah menjadi tugas seorang kekasih yang baik dan bijak untuk mengerti bagaimana dunia imajinal perempuan akan keidealan bekerja.

Bagi seorang perempuan era kiwari, cowok idaman selain tampan, mapan, dan ga impoten adalah memiliki pedalaman bening dan peka akan suatu tanda atau kode yang diberikan.

4. Kamu pergi aja sana
Seringkali seorang cowok menanggapi kata kamu pergi aja sana sebagai ungkapan kekesalan si cewek, si cowok memahami kata-kata kamu pergi aja sana sebagai sesuatu yang otentik dan betul-betul keluar dari pedalaman si cewek.

Baca Juga:  3 Ramuan Bumbu Dapur Pengganti Obat Penuh Khasiat

Tapi lagi-lagi bukan itu maksud sebenarnya Ujang , (ni cewek lama-lama bikin gregetan deh). Ingat konsep Dekonstruksi yang dipaparkan oleh Derrida, kamu pergi aja sana tidak bisa hanya dimaknai sebagai final untuk pergi. Ada beribu macam kemungkinan makna dalam kalimat tersebut kita harus mencari trace atau jejak di balik kata-kata tersebut.

Boleh jadi kalimat tersebut memang ingin meminta cowok untuk pergi, tapi boleh jadi maksudnya adalah diminta untuk menemani dan jangan pergi; “sebenarnya aku butuh kamu”; “pliss jangan pergi”. Ya begitulah dunia cewek itu, begitu kompleks dan tidak sesederhana mi sakura yang diremas dan dimakan mentah.

5. Kamu terlalu baik buat aku
Kamu pernah dapat kata-kata seperti ini? Saat-saat seperti apa kamu mendengar atau mendapatkan kata-kata seperti itu?Hati-hati jangan mau diperdaya dengan kalimat pamungkas yang ambigu itu.

Di telinga cowok kalimat tersebut mungkin saja terdengar indah dan elegan. Tapi di kepala cewek itu adalah sebuah eufisime tingkat tinggi, menusuk halus, sakit tapi ga berdarah, kalimat pamungkas yang sebenarnya ingin mengatakan

“eh bangsat ngaca, kamu siapa berani-beraninya ndeketin gue?”

“Oy mikir, cowok jelek, kere kaya lo mau kasih apa ke gue?”

” Mbok ya mikir mas, rika kuwe ora duwe kehidupan, kepriwe inyong arep urip bareng kambi rika?”

Tapi tenang, itu hanya kemungkinan-kemungkinan gaes, ingat kata-kata Derrida tak ada makna yang tunggal dan final. Bisa saja benci adalah cinta yang tertunda, atau cinta mungkin saja adalah benci yang tertunda. Maka yang harus diingat satu; tahu diri itu penting, pfffttt




Komentar

Comments are closed.