Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Sapa Mantan

Untuk Orang-Orang yang Suka Bilang ‘Jalani Dulu Aja’: Kalian Jahat

Reni Soengkunie oleh Reni Soengkunie
23 Juli 2019
A A
jalani dulu aja

jalani dulu aja

Share on FacebookShare on Twitter

Kerap kali kita mendapati orang-orang yang enggan mengikat komitmen dalam sebuah hubungan. Dengan dalil ‘jalani dulu aja’, secara tidak langsung mereka sudah mengikat hidup seseorang dalam sebuah labirin tanpa jalan keluar. Muter-muter terosss~

Saya menduga, mereka yang suka berkata seperti itu saat diajak menjalin hubungan—merupakan orang-orang yang masih meragu. Mereka dalam keadaan kebingungan di antara dua bisikan. Sebenarnya nggak cinta sih, tapi kok orangnya baik ya. Sebenarnya nggak mau pacaran, tapi kok dia kaya dan suka traktir Pop Ice yah. Sebenarnya aku nggak suka, tapi dia suka antar jemput, kan aku bisa ngirit GO-PAY.

Dalam kata ‘jalani dulu aja’ itu mengandung maksud bahwa ia ingin mencoba terlebih dahulu tanpa resiko. Istilah dalam per-lipstik-an itu semacam lipstik tester. Bisa dicoba dulu. Bila suka kita beli, kalau tidak yah tinggalkan begitu saja. Toh, kita nggak punya kewajiban untuk harus membeli barang tersebut. Tapi gitu, saat kita menggunakan lipstik tester, kita harus paham bahwa lisptik itu bekas orang lain dan bisa dinikmati oleh semua orang.

Beda halnya dengan lipstik yang masih disegel. Kita bisa mencobanya jika kita sudah membelinya. Kalau suka ya beli, kalau nggak suka tinggalkan aja. Tapi, jangan pernah sekali-kali punya niat mencoba membuka segel dan menerapkannya di bibir kita, tanpa membelinya terlebih dahulu. Enak aja, mau nyobain yang baru tapi nggak mau keluar duit buat membeli. Hmm

Hampir sama prinsipnya sih dengan hubungan percintaan. Kalau suka yang diterima, kalau nggak suka yah ditolak. Jangan pernah main-main sama hati orang, karena ditinggalkan tanpa status itu bukan perkara yang mudah. Memangnya nggak sakit apa, diajak jalan mendaki ke gedung bertingkat 64 lantai, sepanjang anak tangga yang dilalui terasa manis dan romantis, eh pas di atas gedung kok ya kita ternyata diundang menyaksikan pernikahan dia sama orang lain. Kalau sudah gini, nggak ada pilihan lain selain lompat dari atas gedung kan yhaaa~

Ketahuilah, menjalani hubungan tanpa tujuan itu sangat melelahkan. Ambil saja contohnya kita tengah berjalan di suatu tempat, namun kita tak tahu rumah mana yang akan kita tuju. Meskipun ada GPS secanggih apa pun di dunia ini, tentu hal itu tak akan membantu kita. GPS saja bisa memberikan kita petunjuk arah jika kita sudah menuliskan alamat yang akan kita tuju terlebih dahulu. Jadinya apa, yah kita cuma jalan terus tanpa tahu kapan dan di mana akan berhenti. Capek tahu, jalan terus.

Menjalin hubungan percintaan itu harus jelas di awal. Perlu diketahui bahwa nggak cuma perempuan saja yang butuh kepastian, tapi para lelaki pun juga butuh kepastian. Jangan menggantung perasaan mereka karena ego kita. Malas menerima cintanya, tapi juga enggan menolak perhatiannya. Orang semacam ini menandakan bahwa mereka begitu egois. Cuma mencari apa yang terbaik untuk dirinya sendiri tanpa peduli dengan perasaan orang lain.

Saya memiliki seorang kerabat laki-laki yang sudah berpacaran selama sepuluh tahun. Mereka berpacaran dari mulai si lelaki ini masih SMA, nganggur, jadi tukang bengkel, kuliah, dan akhirnya jadi seorang guru. Sedangkan si wanita ini setelah lulus SMA memilih bekerja di pabrik.

Baca Juga:

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 Ide Pacaran Unik yang Hanya Ada di Bantul, Dijamin Nggak akan Terlupa

Selama sepuluh tahun, si wanita inilah yang kadang memberikan uang gajinya untuk pacarnya beli rokok, jajan, hingga kadang biaya kuliah. Saat ditanya kapan akan menikah, si lelaki selalu menunda-nunda dan berulang kali menjelaskan untuk menjalani saja hubungan percintaan mereka ini. Dia juga beralasan bahwa ia belum lulus kuliah atau belum punya pekerjaan yang mapan. Padahal umur si wanita ini sudah semakin tua. Dia pun sebenarnya perempuan yang cantik, sudah beberapa kali dia pun dilamar oleh beberapa pria, namun dia menolak dengan alasan bahwa dia sudah punya kekasih.

Waktu berlalu hingga tak terasa sepuluh tahun berjalan begitu cepat. Si wanita sudah berusia kepala tiga, dan si lelaki juga sudah menjadi guru. Lah, kok pas dia sudah mapan, dia malah nikah sama wanita lain yang bekerja sebagai seorang guru. Katanya nggak level, masak seorang guru nikah sama buruh. Duh, kalau saya jadi mbaknya ini sudah tak obrak-abrik tenda resepsinya dan sekalian masukin sember garam di makanan kateringnya. Ehehe

Kata ‘jalani dulu aja’ itu saya rasa sungguh kejam—seolah-olah tali harapan di atas sebuah tebing yang tinggi. Kita tak pernah tahu bahwa tali itu sangat rapuh dan bisa putus kapan saja dan membawa kita ke dasar jurang yang terdalam—lembah kesedihan.

Jadi, untuk para pemberi jawaban klasik ‘jalani dulu aja’, bersikaplah gentle. Kalau suka bilang suka, kalau nggak yah bilang nggak suka. Terima atau tolak—jangan setengah-setengah. Yang sedang kalian berikan harapan itu hati manusia yang punya jantung, bukan sekadar pohon pisang yang katanya punya jantung tapi nggak punya hati. Sampai sini paham, kan? Belajarlah untuk komitmen dan tanggung jawab.

Terakhir, untuk orang-orang yang tengah dimabuk cinta. Meski kalian tengah dibutakan oleh cinta, tetaplah berpikir rasional. Cukup kisah semacam itu hanya dialami oleh Tom Hanssen di film 500 Days of Summer. Kalian jangan sampai menjadi korban Summer berikutnya yhaa~

Terakhir diperbarui pada 19 Januari 2022 oleh

Tags: hubunganjalani dulu ajaPacaranphpputus nyambung
Reni Soengkunie

Reni Soengkunie

Bakul sembako yang hobi mendengar keluh kesah emak-emak di warung tentang tumbuh kembang dan pendidikan anak, kehidupan lansia setelah pensiun, serta kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kenaikan harga sembako.

ArtikelTerkait

perempuan galak

Benarkah Perempuan Galak Itu Susah Dapat Jodoh?

5 September 2019
pria yang baik

Susahnya Jadi Pria yang Baik

9 Juni 2019
Kerugian Jadi Orang Posesif yang Nggak Ngasih Privasi ke Pasangan terminal mojok.co

Tak Kenal Maka Tak Sayang: Tapi Kalau Sudah Kenal Tapi Nggak Sayang-Sayang, Itu Gimana?

27 Agustus 2019
selamat ulang tahun

Caranya Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Menentukan Seberapa Penting Engkau Bagi Seseorang

22 Mei 2019
UU ITE Hampir Sama Bahayanya dengan Naksir Teman Sendiri terminal mojok.co

Merasa Ditaksir Teman Satu Kantor Itu Bikin Perempuan Merasa Serbasalah

23 Mei 2020
dulu saya

Sebuah Curhatan Mahasiswi : Perilaku yang Saya Benci Dulu Adalah Perilaku Saya Sekarang

11 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Catatan untuk Pemkab Bangkalan Madura agar Program Satu Desa Satu Sarjana Tidak Sia-Sia Mojok.co

4 Catatan untuk Pemkab Bangkalan Madura agar Program Satu Desa Satu Sarjana Tidak Sia-Sia

10 Juni 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Tiga Tahun Menjadi Fungsionaris Organisasi Mahasiswa, Saya Menyadari bahwa Organisasi Mahasiswa Tak Ada Bedanya dengan Tempat Penitipan Balita

8 Juni 2026
Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak Mojok.co magetan

Magetan dan Magelang: Dua Kota Beda Provinsi yang Sering Bikin Lidah Terpeleset dan Dompet Tersesat

9 Juni 2026
Derita Jadi WNI: Pelayanan Publik Tutup di Akhir Pekan, Saat Kebanyakan Warga Baru Punya Waktu Luang Mojok,co

Derita Jadi WNI: Pelayanan Publik Tutup di Akhir Pekan, Saat Kebanyakan Warga Baru Punya Waktu Luang

5 Juni 2026
4 Mitos Seputar Skripsi yang Bikin Mahasiswa Stres magang skripsi kuantitatif

Tips Cepat Lulus Skripsi Kuantitatif Tanpa Jadi Tumbal Statistik dari Dosen, Dijamin Waras!

4 Juni 2026
Pustakawan Membela iPusnas yang Layanannya Dikeluhkan Banyak Orang Mojok.co

Pustakawan Membela Layanan iPusnas yang Dikeluhkan Banyak Orang

8 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.