Mungkinkah Nembak Gebetan dengan Tingkat Keberhasilan Sampai 99,99%? (Lanjutan)

Jika gebetan masih menganggap kita teman biasa, jangan buru-buru ingin meningkatkan status menjadi pacar, berusahalah terlebih dahulu menjadi teman dekat.

Artikel

Avatar

Tulisan ini merupakan tulisan saya yang kedua melanjutkan tulisan saya yang sebelumnya yang berjudul “Mungkinkah Nembak Gebetan dengan Tingkat Keberhasilan Sampai 99,99%?”. Kali ini saya akan membahas bagaimana cara membuat ia terkesan saat responnya hanya biasa saja terhadap kita. Banyak alasan yang melatar belakangi seseorang menjadi jomblo. Namun ada tiga alasan utama kenapa seseorang masih jomblo, yaitu:

1.Tidak berani mengungkapkan

2.Terlalu pemilih

3.Salah memilih

Dari ketiga alasan di atas, yang paling banyak terjadi adalah dikarenakan salah memilih gebetan. Kesalahan mendasar, dimulai dari diri sendiri. Kebanyakan orang menganggap tidak apa-apa penampilan kurang, yang penting baik pribadinya. Mereka menyepelekan tampilan luar, padahal packaging amat penting sebagai penanda kelas kita berada di mana dan meningkatkan daya jual. Bukankah ada istilah cinta pada pandangan pertama, dan pandangan pertama tentu saja pada tampilan luar.

Sebelum melakukan pdkt, perbaikilah penampilan diri terlebih dahulu, mulai dari rambut, pakaian hingga alas kaki. Tak perlu membeli pakaian baru, pakailah yang ada di dalam lemari, yang penting bersih dan rapi. Gunakan minyak wangi secukupnya, tidak perlu terlalu wangi yang penting bisa menghilangkan bau badan. Bila persiapan sudah dilakukan dengan matang, barulah kita menghampiri gebetan, bisa dengan cara main ke rumahnya atau janjian di tempat lain.

Masalah terbesar ketika membangun hubungan tentu saja dalam bidang komunikasi. Lidah memang tak bertulang, sekali terpeleset, ia ibarat peluru yang tidak akan bisa ditarik kembali. Hindari terlalu banyak berbicara tentang saya, aku dan kisahku di masa lalu, kecuali dia yang bertanya, karena akan cenderung seperti menyombongkan diri sendiri, dan ini tentu saja membosankan lawan bicara.

Baca Juga:  Mengapa Banyak Sekali Orang Merasa Harus Berpendapat?

Ambil inisiatif untuk bertanya terlebih dahulu, jadilah pendengar yang baik, belajarlah mendengarkan bukan cuma mendengar. Namanya dialog, bangun komunikasi dua arah, tidak mendominasi pembicaraan. Kenali juga lawan bicara kita. Jika gebetan adalah laki-laki, tanyakanlah hal-hal yang berbau logika, misalnya berapa lama waktu perjalanan dari rumah ke kampus atau kantor. Atau bisa juga menanyakan berapa skor pertandingan antara Real Madrid melawan Barcelona. Pria akan senang bila seorang wanita tertarik dengan hobby yang ia geluti.

Lain halnya jika kita berbicara dengan wanita, upayakan mengambil tema yang berkaitan dengan perasaan. Contohnya bagaimana perasaaannya saat jauh dari orang tua dan menjadi anak kost. Selain itu bicara mengenai diskon besar-besaran produk kecantikan dan pakaian wanita di toko online, tentu saja ia akan antusias.

Intinya gunakan strategi mirroring, menyamakan apa yang dia sukai, ikuti arusnya. Tidak mengambil tema obrolan yang di luar bidangnya. Jika dia seorang mahasiswi Ilmu Biologi, tidak perlu membicarakan masalah perang dagang antara China dan Amerika Serikat.

Seperti pepatah jawa witing tresno jalaran soko kulino maksudnya ialah “mencintai itu karena terbiasa”. Jika gebetan masih menganggap kita teman biasa, jangan buru-buru ingin meningkatkan status menjadi pacar, berusahalah terlebih dahulu menjadi teman dekat. Jangan merasa lelah untuk selalu berada di sampingnya ketika ia membutuhkan. Lama kelamaan ia akan merasa ketergantungan, dan dari hal tersebut benih-benih cinta diharapkan bisa tumbuh di dalam hatinya.

Cinta lokasi adalah bukti, kalau cinta itu tumbuh secara perlahan. Ia perlu dirawat dan disemai dengan kasih sayang, perhatian dan kesabaran. Membangun brand itu tidak cukup dilakukan dalam satu malam, ada proses panjang di sana. Begitu pula membuktikan diri ini pantas sebagai pendamping dirinya, ada jalan terjal dan berliku yang harus dilalui, penuh onak dan duri tentunya.

Baca Juga:  Betapa Berat Hubungan Friendzone ala Budi dan Wati, Terus Ditambah Sistem Zonasi Sisan

Kalau pun setelah engkau berjuang mati-matian, tetapi dia tetap tidak mau membuka pintu hati. Bersikaplah realistis, dan hindari idealisme semu. Pilihanmu belum tentu yang terbaik. Namun yang pasti ingatlah bahwa lelaki yang baik akan disandingkan dengan wanita yang baik, begitu juga sebaliknya. Jangan ragu untuk berbalik arah, mencari gebetan yang lain, yang lebih menghargai keberadaanmu di muka bumi ini, dan bukan yang bisa cuma bikin makan hati.s

Setelah berdoa, lalu berjuang dan ternyata hasilnya tidak sesuai yang diharapkan, itulah saatnya kamu berserah kepada-Nya. Bukankah tugas kita hanya berusaha, dan hasil akhir adalah mutlak kehendak-Nya. Tidak perlu berburuk sangka, apalagi sampai putus asa, karena boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu, dan boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu. Tuhan Maha Mengetahui jalan hidupmu ke depannya dan kamu tidak mengetahui sama sekali.

Dan agar perihnya penolakan terasa ringan, sadarilah bahwa Tuhan yang memberikan pilihan jalan hidup seperti ini kepadamu, dan Dia-lah sebaik-baik pemberi pilihan dalam hidup.

Tetap berusahalah, untuk engkau para pejuang cinta!

---
222 kali dilihat

6

Komentar

Comments are closed.