Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Media Sosial

Menghargai Kepedulian Orangtua Melalui Pesan WhatsApp yang Selalu Di-Forward Agar Anak Selalu Waspada

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
27 Agustus 2019
A A
forward

forward

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu terakhir sampai dengan saat ini, pesan yang sembarang diforward oleh kebanyakan orangtua seringkali menjadi bahan candaan anak-anaknya. Tak sedikit pula anak yang misuh atau ngedumel dengan berkata bahwa Bapak atau Ibu sukanya asal forward tanpa memastikan dahulu bagaimana kebenaran informasi tersebut.

Saya pun masih sering mendapat pesan—yang katanya—sembarang forward dari Bapak dan Ibu sampai dengan saat ini. Jika sempat akan saya baca pesan tersebut yang dikirim via Whatsapp. Kalau tidak sempat atau sebelumnya saya sudah pernah membaca isi pesan tersebut, biasanya langsung saya lewatkan begitu saja—tanpa perlu dibaca kembali.

ADVERTISEMENT

Jika memang pesan tersebut baru, alih-alih merasa mangkel, saya selalu mengucapkan terima kasih terlebih dahulu karena tidak semua pesan yang diforward merupakan hoax. Ada pula informasi berupa sedang ada penilangan di lokasi tertentu atau ihwal waspada copet, kemalingan, juga begal yang masih saja ramai menjadi bahan perbincangan. Sebab itu, rasanya tidak berlebihan jika saya menghargai usaha orangtua untuk terus mengingatkan para anaknya agar tetap waspada dalam segala kondisi—termasuk marabahaya.

Jika memang benar informasi yang diteruskan adalah hoax atau belum teruji kebenarannya, sudah sewajarnya—saya sebagai anak—mengingatkan orangtua bahwa kabar tersebut adalah bohong. Daripada hanya jadi bahan olokan atau sebuah thread di media sosial, lebih baik diingatkan secara langsung. Tidak baik jika asal forward dan belum kroscek tentang keabsahan informasi tersebut.

Perlu dipahami, tidak semua orangtua berniat menyebarkan hoax atau ketakutan, mereka hanya ingin menjaga dan memastikan bahwa keluarganya—terlebih para anaknya—tetap baik-baik saja dengan cara mengingatkan lewat pesan yang dikirimkan. Jadi, rasanya kurang baik jika langsung berburuk sangka kepada orangtua jika sedikit-sedikit forward pesan atau informasi via WhatsApp.

Selain itu, para orangtua yang memang baru menggunakan aplikasi chatting, biasanya memang akan lebih tertarik mencoba-coba hal yang baru saja dipelajari atau diberi tahu tentang tata cara penggunaannya—salah satunya forward pesan. Seperti Bapak saya yang begitu mengetahui bagaimana cara meneruskan pesan, hampir setiap saat dia meneruskan pesan yang didapat dari grup WhatsApp-nya.

Laiknya anak kecil yang baru bisa berjalan atau berlari, semuanya terus dilakukan secara berulang karena senang akhirnya mengetahui bagaimana cara melakukannya—antusias. Begitu pula dengan para orangtua yang selalu forward pesan karena baru mengetahui bagaimana cara penggunaannya.

Saya pikir, tidak ada orangtua yang betul-betul ingin menjerumuskan anaknya bermodalkan forward pesan yang tidak diketahui kebenarannya. Tidak semua orangtua juga memahami bagaimana cara mengkroscek informasi yang didapat benar atau tidak. Dapat dipahami, selain karena beda generasi, tentu beda pola pikir dan fasilitas yang ada dan disediakan saat masih belajar dulu. Kini internet dengan mudah didapatkan dan ditemui, namun dahulu internet masih menjadi sesuatu yang tabu.

Baca Juga:

Alasan saya suka curhat ke AI, nyaman karena tidak dihakimi dan tidak menambah beban hidup orang lain

Tolong, Jadi Pengajar Jangan Curhat Oversharing ke Murid atau Mahasiswa, Kami Cuma Mau Belajar

Wajar jika atas dasar ketidaktahuan dan ketidakpekaan atas suatu kebenaran informasi, para orangtua menjadi sembarang forward pesan. Sebagaimana dilansir tirto.id dari data yang bersumber dari Science Advance dan The Verge, penyebab orangtua berada di pusaran hoax antara lain karena:

1. Telat mengenal internet dan media sosial
2. Kemampuan literasi digital kurang memadai
3. Kemampuan kognitif menurun

Oleh sebab itu, sekali lagi, sebagai anak sudah sebaiknya tidak pernah bosan untuk mengingatkan dibanding hanya menjadikan kelemahan tersebut sebagai olok-olokan.

Untuk hal tersebut, baiknya kita sebagai anak sama-sama belajar dan memberi arahan kepada orangtua tanpa kenal lelah. Sebab kini semakin banyak informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Judul berita dari suatu media online saja bisa diubah-ubah sesuai keinginan oleh netizen, kok, setelah diketahui celah bagaimana cara mengubahnya.

Lagipula, tidak ingin juga kan hanya kita sebagai anak yang selamat dari ancaman hoax, sedang orangtua kita sendiri secara tidak sadar meneruskan info yang jadi musuh bersama tersebut. Dalam pemusnahan hoax, sudah selaiknya jadi tanggung jawab bersama—bukan hanya pemerintah. Dan langkah sederhana yang bisa dilakukan salah satunya dengan mencegah rantai tersebut bermula dari orangtua dan diri sendiri. (*)

 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) yang dibikin untuk mewadahi sobat julid dan (((insan kreatif))) untuk menulis tentang apa pun. Jadi, kalau kamu punya ide yang mengendap di kepala, cerita unik yang ingin disampaikan kepada publik, nyinyiran yang menuntut untuk dighibahkan bersama khalayak, segera kirim naskah tulisanmu pakai cara ini.

Terakhir diperbarui pada 24 Januari 2022 oleh

Tags: CurhatforwardHoaxkepedulianOrangtua
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

emak-emak

Kalimat Keramat Emak-Emak yang Bakal Kita Rindukan Saat Kita Sudah Dewasa

18 Juli 2019
anak mama

Dilema Anak Mama yang Pergi Merantau untuk Pertama Kalinya

3 Juli 2019
saya memang begitu orangnya, keburukan orang lain. teman lama ngontak lagi, orang datang pas butuh doang sifat teman menyebalkan bikin dijauhi teman suka ngomong sendiri suka cerita tanpa ditanya nggak mau dinasihati mojok.co

Apa Salahnya Orang Datang pas Butuh Doang? Plis deh

1 Juni 2020
one piece

Belajar dari One Piece: Tak Semua Orangtua Mengerti Passion Anaknya

15 Agustus 2019
huft

Kejadian-Kejadian ‘Huft’ yang Menahan Kamu Keluar Dari Rumah

27 Juli 2019
Kalau Negara Bilang Kantor Kejaksaan Agung Terbakar karena Rokok, Ya Itu Pasti karena Rokok terminal mojok.co

Seandainya Saya Menjadi Seorang Perokok

13 Juli 2019
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

Saya pernah miskin, saya begitu benci dengan keadaan itu, dan tak pernah ingin jadi miskin lagi

23 Agustus 2026
Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura Mojok.co

Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura

20 Agustus 2026
Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar Terminal

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

21 Agustus 2026
Jabatan korlas SD kini jadi momok bagi orang tua murid karena ada saja dramanya Mojok.co

Jabatan korlas SD kini jadi momok bagi orang tua murid karena ada saja dramanya

19 Agustus 2026
Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya Mojok.co

Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya

21 Agustus 2026
Klaten yang dahulu bukanlah yang sekarang, kini semakin hidup dan berkembang Mojok.co

Klaten yang dahulu bukanlah yang sekarang, kini semakin hidup dan berkembang

24 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.