Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Memandang Keanekaragaman Indonesia dari Semangkuk Soto

Reni Soengkunie oleh Reni Soengkunie
18 Februari 2020
A A
Memandang Keanekaragaman Indonesia dari Semangkuk Soto
Share on FacebookShare on Twitter

Jika Indonesia digambarkan dengan sebuah makanan, saya rasa soto-lah satu-satunya makanan yang bisa mewakili Indonesia secara keseluruhan. Soto yang dimaksud bukan hanya soal semangkuk soto yang sering diperdebatkan di masyarakat. Antara makan soto dengan nasi dicampur atau nasi dipisah. Bukan pula soto dengan kecap banyak atau soto polosan tanpa kecap. Soto lebih dari semua itu. Soto mengandung banyak filosofi yang kadang sering kita abaikan.

Hampir di setiap daerah di Indonesia ini memiliki soto andalannya masing-masing. Bumbu, bahan, serta rasa dari soto itu pun sifatnya majemuk. Ia menyesuaikan lidah orang-orang yang tinggal di daerah tersebut. Secara sederhananya, lain ladang lain belalang. Begitu juga dengan soto, lain daerah lain juga sotonya.

Jujur saja saya begitu kagum dengan kemahiran para nenek moyang yang menemukan formula dalam membuat soto ini. Meski kelihatannya sederhana, tapi dalam semangkuk soto ini tentu ada banyak sekali cerita. Bisa jadi, soto ini merupakan sebuah terobosan dari nenek moyang dalam rangka menggerakan sistem perekonomian dalam keluarga. Bagaimana caranya satu keluarga besar dengan jumlah member yang begitu banyak, tapi bisa makan enak dengan uang yang pas-pasan.

Satu ekor ayam tentu tak bisa dimakan oleh 20 orang. Tapi coba kalau dibuat soto, hmmm… satu RT bisa makan semua itu soto dengan irisan daging ayam yang seumprit. Jadi soto merupakan sebuah solusi makan bersama dengan bujet pas-pasan, tapi rasanya tetap mewah dan mengenyangkan. Nasionalis banget pokoknya soto ini. Kalaupun beli di warung, harga soto pun juga murah meriah dan tidak terlalu membebani pembeli.

Begitulah harusnya stok pangan di negera kita ini. Bergizi, mengenyangkan, bervariasi penuh sayuran, menyegarkan, dan murah meriah. Jadi yang bisa menikmati bukan hanya masyarakat dari kalangan atas saja, tapi mereka dari kalangan bawah pun juga bisa ikut merasakan euforia kenikmatan makan tersebut.

Bumbu dalam pembuatan sebuah soto juga kaya akan rempah-rempah. Ada yang pakai merica, pala, cengkeh, kapulaga, ketumbar, kemiri, dan lain-lain. Secara tak sengaja makanan ini tengah mempromosikan Indonesia sebagai negara yang kaya akan rempah-rempah. Kita tentu masih ingatkan, bagaimana negara kita itu menjadi magnet bagi para penjajah dari Eropa sana yang jauh-jauh merapat ke Indonesia? Mereka ingin mengambil sumber rempah-rempah kita yang melimpah ruah. Jangan sampai nantinya kita impor rempah-rempah dari luar negeri loh ya.

Selama ini kita banyak mengenal begitu banyak macam soto, dari mulai Soto Surabaya, Soto Lamongan, Soto Jogja, Soto Banjar, Coto Makassar, Soto Medan, Soto Betawi, Soto Bogor, dan soto-soto lainnya. Dalam setiap soto tersebut tentu memiliki ciri khas sendiri-sendiri. Ada soto yang memakai daging ayam, ada yang pakai daging sapi, ada yang pakai jeroan, dan ada juga yang memakai risol.

Selain itu, kuahnya juga berbeda-beda. Ada yang pakai santan, ada juga yang bening, dan ada juga yang setengah santan setengah bening alias santan encer. Untuk tambahannya juga beranekaragam, ada yang campur tomat, ada yang dikasih perkedel, ada yang diberi emping, ada yang ditambahkan kentang goreng, ada yang dimasukan toge, dan lain-lain.

Baca Juga:

Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan

5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup

Dengan adanya soto ini, kita harusnya mengerti bahwa selera orang itu berbeda-beda. Kita tak bisa memaksakan orang lain untuk menikmati makanan sesuai selera kita. Sama halnya dengan kita yang tentu tak mau dipaksa untuk menikmati makanan sesuai selera orang lain. Jikalau kita memang suka soto dari daerah orang lain itu tak masalah. Tapi jangan sampai karena kita tak suka dengan soto dari daerah lain, lantas kita dengan entengnya menjelek-jelekan cita rasa soto tersebut. Bukan sotonya yang tak enak, tapi lidah kitanya yang tak seirama dengan soto tersebut.

Saya sendiri merupakan sotoholic. Tiap datang ke daerah lain, pasti makanan yang saya cari pertama adalah soto. Meski saya sudah terbiasa dengan soto bening ala soto Jogja, tapi Alhamdulillah, lidah saya sah-sah saja untuk bahagia menikmati semangkuk soto lainnya. Tiap kali saya mudik dari Karawang ke Jogja, saya kerap kulineran soto sepanjang jalan tersebut. Dari mulai mencicipi soto Indramayu, Tegal, Pemalang, Semarang, hingga Magelang saja yang bersandingan dengan Jogja pun, punya ciri khas yang beda dengan soto Jogja.

Secara garis besar mau berbeda resep, mau berbeda rasa, mau berbeda rupa, itu semua tetaplah sebuah soto. Sama halnya dengan keanekaragaman budaya dan adat istiadat kita, mau itu beda-beda tiap daerah pada intinya kita tetap satu Indonesia. Jadi dari sebuah makanan saja kita sudah diajarkan akan sebuah perbedaan. Kita harus paham dan menghormati selera orang lain. Jangan mengkubu-kubukan semangkuk soto karena kita semua tetap ada dalam satu kesatuan di dunia per-soto-an Indonesia.

BACA JUGA Makan Soto tapi Nasinya Dipisah Itu Manner dari Mana? atau tulisan Reni Soengkunie lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Februari 2020 oleh

Tags: IndonesiaKulinersoto
Reni Soengkunie

Reni Soengkunie

Bakul sembako yang hobi mendengar keluh kesah emak-emak di warung tentang tumbuh kembang dan pendidikan anak, kehidupan lansia setelah pensiun, serta kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kenaikan harga sembako.

ArtikelTerkait

Mau Diakui atau Tidak, Pemain Mobile Legends Indonesia Memang Paling Toxic

Mau Diakui atau Tidak, Pemain Mobile Legends Indonesia Memang Toxic

20 Agustus 2024
bagimu negeri

Lagu Bagimu Negeri: Musyrik?

19 Agustus 2019
Mie Yamin Bandung vs Jogja, kuliner mana yang lebih enak_ (Unsplash)

Mie Yamin Bandung Superior Dibanding Jogja: Ribut Kuliner yang Efektif Memecah Bangsa

16 November 2022
Skill yang Harus Dimiliki Orang Indonesia Sebelum Usia 25 terminal mojok.co

Skill yang Harus Dimiliki Orang Indonesia Sebelum Usia 25

22 Agustus 2021
mitos jawa anak sesajen mojok

Penjelasan Ilmiah Beberapa Mitos yang Banyak Diyakini oleh Masyarakat

18 September 2021
5 Uang Kertas Indonesia dengan Desain Terkeren terminal mojok.co

5 Uang Kertas Indonesia dengan Desain Terkeren

19 November 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stereotipe Mahasiswa Sumatera yang Kuliah di Jogja: Dikira Anak Sawit dan Selalu Punya Duit Bejibun, padahal Kami Juga Sering Bokek!

Stereotipe Mahasiswa Sumatera yang Kuliah di Jogja: Dikira Anak Sawit dan Selalu Punya Duit Bejibun, padahal Kami Juga Sering Bokek!

29 April 2026
3 Hal Sederhana yang Membuat Kami Cleaning Service Bahagia (Unsplash)

3 Hal Sederhana yang Membuat Kami Cleaning Service Bahagia

25 April 2026
Pantai KIW Edge, Pantai Terbaik Semarang yang Sebenarnya Bekas Tambak di Kawasan Pabrik

Pantai KIW Edge, Pantai Terbaik Semarang yang Sebenarnya Bekas Tambak di Kawasan Pabrik

27 April 2026
Toleransi di Salatiga Sudah Jadi Laku Hidup, Tidak Sekadar Jadi Bahan untuk Dipamerkan Mojok.co

Toleransi di Salatiga Sudah Jadi Laku Hidup, Tidak Sekadar Bahan untuk Dipamerkan

28 April 2026
Pemkab Bangkalan Madura Hanya Omong Kosong Mau Bikin Kabupaten Ini Layak Anak, Nggak Layak Sama Sekali! sumenep, pamekasan

Menerka Alasan Bangkalan akan Terus Berada di Bawah Sumenep dan Pamekasan, padahal Kawasannya Masuk Kota Metropolitan

28 April 2026
Derita Jadi Lulusan Pesantren di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serbabisa Soal Agama Mojok.co

Derita Jadi Lulusan Pesantren di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serbabisa Soal Agama

29 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya
  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas
  • Basket Campus League 2026: Jadi Pembuktian Kesolidan Tim Timur dan Label Ubaya sebagai “Raja Basket Jawa Timur”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.