Kata Paling Bijak Sesungguhnya Justru Terpampang di Bokong Truk

Menjadi bijaksana tidak melulu didapat dari kata motivasi seorang motivator handal. Tulisan yang lebih relate dengan kehidupan sehari-hari justru lebih banyak terpampang di bokong truk.

Artikel

Seto Wicaksono

Sudah menjadi rahasia umum bahwa belajar itu bisa dari mana saja. Prosesnya pun beragam. Bukan hanya dari buku, bahkan saat ini proses belajar bisa dilakukan secara virtual. Selain itu, berdiskusi dengan banyak orang, melakukan brainstorming juga bisa menjadi opsi utama dalam bertukar pikiran dan belajar dari pengalaman seseorang. Sampai akhirnya mendapatkan suatu insight—sesuatu yang sebelumnya tidak terpikirkan.

Media belajar pun luas. Tidak hanya terpatok dan mengandalkan akses internet. Banyak orang yang bilang, salah satu ilmu yang paling mahal adalah ilmu kehidupan. Lantaran setiap orang melalui pengalaman dan permasalahan yang berbeda, hingga akhirnya menjadi dewasa dan bijaksana.

Menjadi dewasa dan bijaksana tidak melulu didapat dari kata motivasi atau mutiara dari seorang motivator handal. Tulisan yang lebih relate dengan kehidupan sehari-hari justru lebih banyak terpampang di bokong truk. Saya sendiri belum mengetahui pasti, apakah ide tulisan tersebut memang berasal dari para sopir truk, atau ada orang lain yang memiliki filosofi mendalam akan setiap kata yang dituliskan.

Pasalnya, setiap tulisan yang terpampang di bokong truk hampir selalu “ngena” dan tak jarang mindblowing. Satu tulisan di bokong truk yang paling saya ingat hingga sekarang adalah, “Dekat nggak harus menjilat. Menolong nggak harus menggonggong. Demi duit nggak harus menggigit. Karena hidup tak se-anjing itu kawan”. Bagi saya, quote tersebut bermakna cukup dalam dan relate dengan kehidupan sehari-hari.

Selain itu, ada juga tulisan yang saya ingat seperti, “Don’t rich people difficult” artinya ada pada kalimat lanjutan yang diberi tanda kurung (jangan kaya orang susah). Nggak bisa dimungkiri, tulisan pada bokong truk selain memberi motivasi, banyak juga tulisan jenaka yang nggak mungkin saya tuliskan satu per satu di sini. Nanti yang ada artikel ini malah jadi rangkuman kata-kata mutiara.

Baca Juga:  Semua Akan Drakoran pada Waktunya

Oleh karena itu, saya rasa pencetus tulisan pada bokong truk harus diberi apresiasi. Sebab, selain menghibur banyak orang, tidak sedikit pula yang memberi motivasi. Makanya, nggak heran jika banyak orang yang ketika melihat tulisan di bokong truk, akan cengengesan sendiri. Di samping itu, banyak juga yang mengabadikan dengan cara memfoto, lalu dijadikan meme di media sosial. Itu kenapa, jika kita search melalui Google dengan kata kunci “tulisan di bokong truk”, pasti akan banyak variasi antara kejenakaan dan kata mutiara yang bermunculan.

Bahkan, saking terkenalnya ragam tulisan pada bokong truk, Agus Mulyadi sang Redaktur Khusus di Mojok sempat membuat kompilasi kata-kata “bijak” bokong truk pada akun Twitter-nya. Masih pada cuitan yang sama, blio melanjutkan, “Kata-kata yang kompleks. Sesekali agamis, banyak joroknya, kerap seksis, full lucunya”. Kalau kalian mau melihat kompilasi kata-kata dari Mas Agus Mulyadi mengenai kompilasi tulisan bokong truk, bisa dicek di sini.

Memang, tidak bisa dimungkiri bahwa tulisan pada bokong truk sering kali bikin kita mikir sambil “ada-ada aja” dalam hati. Apalagi kalau sudah menggunakan kata dalam bahasa Inggris, padahal jika dieja dan dibaca satu per satu kalimatnya, ealah ternyata maksudnya malah dalam bahasa Indonesia. Seperti yang pernah dicuitkan juga oleh Sabda PS: “new pear the me is 3”. Jika diterjemahkan dan dibaca ya tulisan dalam bahasa Indonesianya “nyupir demi istri”.

Tulisan pada bokong truk ada dan diperlukan oleh banyak sopir truk beserta kernetnya. Apalagi bagi mereka yang jarang pulang, sering berkendara cukup jauh, dan membutuhkan motivasi lebih sekaligus hiburan melalui kata yang jenaka selama dalam perjalanan. Dengan segala keluh kesahnya, rasanya tiap sopir truk pasti memiliki kata mutiara andalannya masing-masing sebagai penyemangat dalam mencari nafkah.

Baca Juga:  Mendengarkan Musik Mainstream Tanpa Prasangka

Tanpa harus dibantu oleh jasa pembuat caption di media sosial, para penggagas tulisan pada bokong truk ini sudah banyak mendapat inspirasi. Entah dari pengalaman pribadi atau kehidupan sehari-hari. Nyatanya, tulisan pada bokong truk bukan hanya candaan semata, sebab tidak sedikit pula yang sarat dengan satir akan isu terkini.

Dan sepertinya, saya harus belajar banyak kepada penggagas tulisan bokong truk. Selain ada ilmu kehidupan yang bisa dipelajari, saya rasa, saya juga bisa belajar tentang bagaimana merespons keresahaan pribadi juga banyak orang, dengan kejenakaan yang dituangkan dari ide ke tulisan.

BACA JUGA Hal-Hal yang Sebaiknya Disalip Para Pemotor di Jalan atau tulisan Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

---
28


Komentar

Comments are closed.