Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Masuknya Prabowo ke Kabinet dan Perkiraan Golput yang Akhirnya Terbukti

Iqbal AR oleh Iqbal AR
22 Oktober 2019
A A
golput dan prabowo

golput dan prabowo

Share on FacebookShare on Twitter

Sehari setelah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024, Jokowi sebagai Presiden terpiih langsung tancap gas dengan melakukan pemilihan menteri. Tercatat beberapa nama-nama yang akan diproyeksikan menjadi menteri kabinet baru ini. Ada Nadiem Makarim (CEO GoJek), Wishnutama (mantan CEO NET TV) yang dipanggil ke Istana. Kabar terbaru dan paling akurat, kedua nama inilah yang bakal mengisi pos-pos di kementerian kabinet baru Jokowi-Ma’ruf.

Tapia da satu nama yang bisa dibilang cukup mengejutkan. Adalah rival Jokowi di dua Pemilu terakhir, Prabowo Subianto yang juga terlihat hadir di Istana dengan mengenakan kemeja putih. Hampir bisa dipastikan, Prabowo Subianto bakal mengisi pos kementerian di bidang pertahanan pada kabinet baru Jokowi. Ini diperkuat dengan keterangan Prabowo pada pers ketika datang ke Istana. Ya entah kementerian apa, tapi yang pasti Prabowo akan mengisi pos kementerian langganan pensiunan Jenderal TNI. Kalau nggak Kemenkopolhukam, Kemenkumham, atau Kemenhan.

ADVERTISEMENT

Kabar ini jelas mengejutkan, setidaknya bagi kaum fanatik Jokowi maupun fanatik Prabowo. Mereka yang selama masa kampanya Pemilu hingga setelah Pemilu mati-matian membela jagoannya dan menolak untuk bergabung jelas sakit hati. Gimana nggak sakit hati, lha wong selama ini kedua kubu sama-sama memainkan narasi kebencian dan hoax. Selama ini mereka juga menggembar-gemborkan kampanye fanatisme, yang seakan-akan kedua kubu ini mustahil untuk bersatu. Oh iya, selain itu mereka juga mempunyai musuh bersama, yaitu kaum golput.

Ini juga mengisyaratkan sebuah bahaya, dengan tidak adanya pihak oposisi yang benar-benar berkualitas. Bergabungnya partai-partai dan elit politik lawan Jokowi ke pemerintahan, akan menimbulkan ketidak seimbangan pemerintahan. Tidak ada pihak di pemerintah yang benar-benar akan men-challenge Jokowi (sebagai Presiden) dalam setiap kebijakan-kebijakannya. Ini akan berpotensi meloloskan kebijakan-kebijakan problematis nantinya. Wacana PKS yang tetap sebagai oposisi juga nggak akan membantu. Gini hari kok masih percaya partai politik.

Bicara soal golput, apa yang terjadi sekarang memang sudah diramalkan akan terjadi. Sejak Pemilu , bahkan sebelumnya, kaum golput sudah menyatakan bahwa siapa pun yang terpilih, kekuasaan negeri ini akan dikuasai oleh mereka-mereka juga. Elit-elit yang tadinya berseteru, pada saatnya akan bersatu demi bagi-bagi kekuasaan. Kaum golput juga menyatakan bahwa pertarungan politik sebelumnya nggak akan bertahan. Elit-elit pada akhirnya juga akan menyerah demi kepentingan masing-masing. Jadi selama ini, pendukung-pendukung fanatik kedua kubu hanya dimain-mainkan dan dibohongi saja oleh elit-elit politik.

Sebenarnya, apa yang diramalkan oleh kaum golput tidak perlu ditunggu kapan terjadinya. Ini sudah terlihat dari bagaimana maneuver beberapa elit politik yang beralih haluan pada kedua Pemilu terakhir. Tercatat beberapa nama yang ketika 2014 fanatik sekali terhadap Prabowo, lalu pada 2019 berpindah fanatisme pada Jokowi. Begitu pun sebaliknya. Partai-partai politik pun sama kelakuannya. Nggak usah berdalih pada semangat program kerja atau janji kampanye. Parpol dan elit politik nggak peduli dengan itu. Mereka hanya peduli dengan kepentingan-kepentingannya sendiri. Bagi-bagi proyek, kursi parlemen, atau kursi menteri.

Fanatik-fanatk dan bigot-bigot Jokowi maupun Prabowo mau nggak mau harus menelan ludah, mengetahui keduanya ternyata nggak benar-benar “bertarung” secara politik. Silakan berdalih ini demi kemajuan bangsa bla bla bla, tapi yang jelas apa yang kalian gembar-gemborkan selama ini juga nggak ada hasilnya. Kalian yang selama ini mencela, menghina kaum golpu karena dikira nggak memberi solusi, akhirnya juga termakan celaan dan hinaan kalian sendiri. Fanatisme bodoh kalian ternyata juga nggak memberi solusi yang signifikan. Maaf, kaum golput sudah sangat sesuai langkahnya selama ini.

Kaum golput yang selama masa Pemilu dicecar habis-habisan oleh kedua kubu karena dinilai tidak memberi solusi, akhirnya terbukti “kebenarannya”. Bahwa pada akhirnya semua akan berbaris di satu kubu, akhirnya terbukti dengan masuknya Prabowo ke jajaran Menteri. Entah ini akan benar-benar terbukti atau tidak, yang jelas apa yang diramalkan kaum golput sudah terbukti. Saya sendiri akhirnya bangga bisa menjadi bagian dari kaum golput. Setidaknya, saya dan kaum golput ini tidak masuk di kubangan kotor bernama pemerintahan ini.

Baca Juga:

Bantu yang Bawah, tapi Jangan Ganggu yang Atas

Derita dan Kejadian Konyol Pengalaman Saya Saat KKN di Jember: Salah Satunya Dikira Timses Prabowo Hanya karena Berpakaian Necis

Ketika semua akhirnya bergabung di satu kolam kotor bernama pemerintahan, ya selamat datang di kekuasaan oligarki. Selamat menikmati hasil fanatisme kalian selama ini. (*)

BACA JUGA Guyonan Soal Intel yang Menyamar Itu Nggak Lucu! atau tulisan Iqbal AR lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Oktober 2019 oleh

Tags: Jokowikabinet kerjanadiem makarimpelantikan presidenPrabowo
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Belajar Sabar Layaknya Nadiem Makarim POP muhammadiyah NU setuju sampoerna terminal mojok.co

Pak Nadiem, Andai Promo Gojekmu Juga Berlaku untuk UKT Kami

5 Juni 2020
jokowi marahin menteri pandemi corona

Jokowi Marah Bersama Rakyat Indonesia: Sebuah Kolaborasi Mantap, Meskipun Terlambat

30 Juni 2020
Tobirama Senju mojok 5 Sosok Pemimpin yang Sesuai dengan Kriteria Jokowi: Rambut Putih dan Kerut di Wajah

5 Sosok Pemimpin yang Sesuai dengan Kriteria Jokowi: Rambut Putih dan Kerut di Wajah

27 November 2022
kabut asap

Kalap Berkat Kabut Asap

19 September 2019
pak prabowo Menteri Kabinet Indonesia Maju

Menteri Kabinet Indonesia Maju: Pak Jokowi Suka Bikin Kejutan, Ah.

24 Oktober 2019
4 Derita dan Kejadian Konyol Saat KKN (Unsplash)

Derita dan Kejadian Konyol Pengalaman Saya Saat KKN di Jember: Salah Satunya Dikira Timses Prabowo Hanya karena Berpakaian Necis

14 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng Mojok.co

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng

16 Juli 2026
Pucang Surabaya, kawasan di kota pahlawan yang tak pernah kenal tidur

Pucang Surabaya, kawasan di kota pahlawan yang tak pernah kenal tidur

16 Juli 2026
Nongkrong sama teman yang lagi mabuk dan banyak bacot benar-benar bikin emosi

Nongkrong sama teman yang lagi mabuk dan banyak bacot benar-benar bikin emosi

20 Juli 2026
Orang desa paham prioritas, nggak tergoda beli mobil murah seharga motor, lebih pilih motor mahal dan bagus karena kebutuhan Terminal

Orang desa paham prioritas, nggak tergoda beli mobil murah seharga motor, lebih pilih motor mahal dan bagus karena kebutuhan

15 Juli 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Jangan cintai Surabaya secara berlebihan, ia juga punya kekurangan yang patut dibicarakan

21 Juli 2026
Liburan idaman orang dewasa itu sederhana, bisa rebahan tanpa diganggu notifikasi kerja Mojok.co

Liburan idaman orang dewasa itu sederhana, bisa rebahan tanpa diganggu notifikasi kerja

21 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.